Pekanbaru Kembali Diselimuti Kabut Asap Pagi Ini

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:58 WIB
Kendaraan menembus Asap tebal dari Karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (18/8/2026). (Mhd Akhwan/Riaupos.co)
Kendaraan menembus Asap tebal dari Karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (18/8/2026). (Mhd Akhwan/Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pagi ini, Selasa (18/8/2026), kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di kota Pekanbaru.

Pantauan Riaupos.co di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Kabut putih tipis terlihat sudah menyelimuti seluruh ruas jalan di Pekanbaru sejak pukul 7.00 wib hingga 9.35 wib. Hampir seluruh pengendara motor yang melintas di ruas jalan protokol dan alternatif menggunakan masker untuk menutup saluran pernafasan dari gangguan asap sisa karhutla yang mulai menganggu.

Terlihat jelas gedung-gedung pencakar langit di Pekanbaru juga diselimuti kabut tipis yang membuat bangunan tinggi tersebut samar-samar terlihat dari kejauhan.

Baca Juga: Wako Agung Ajak Bangun Pekanbaru sebagai Rumah Besar Bersama

Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi Siregar , berdasarkan pantauan titik panas memang terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah Pelalawan Kecamatan Kerumutan. 

Kemudian untuk arah angin lebih dominan dari arah tenggara - selatan. Kondisi ini yang memungkinkan adanya kiriman asap dari pelalawan yang terbawa ke Pekanbaru.

"Untuk fenomena asap baru ini terdeteksi karena semua parameter sudah memenuhi kriteria fenomena asap. kekaburan udara bisa hilang jika kecepatan angin cukup tinggi sehingga bisa membawa massa udara ke daerah lain,"ucapnya.

Baca Juga: Dosen UHTP Latih PS dan CT Murid TK An-Nuur

Berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Kabupaten Pelalawan mencatat 38 hotspot. Selanjutnya Kabupaten Kampar sebanyak 8 titik, Rokan Hulu sembilan titik, Siak 6 titik, Rokan Hilir 4 titik, Kota Dumai 4 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, serta Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 602 titik. Bangka Belitung menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 172 titik, disusul Sumatera Selatan 165 titik dan Lampung 87 titik serta Riau menyumbang 75 titik panas.

Sementara provinsi lainnya yakni Jambi 34 titik, Sumatera Utara 20 titik, Sumatera Barat 19 titik, Bengkulu 14 titik, Aceh 10 titik dan Kepulauan Riau 6 titik.

Baca Juga: Masih Perlu Kerja Keras   

Kenaikan hotspot di Riau menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Karena Pekanbaru sudah diselimuti kabut asap kami mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran lahan dan jangan meninggalkan api tanpa pengawasan,"tegasnya.

Editor : M. Erizal
asap karhutla pekanbaru berasap kabut Asap