PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Data kesejahteraan masyarakat sesuai pengelompokannya, disebut juga sebagai Desil, harus akurat dan terverifikasi. Ketidak sesuai dan tidak akurat akan menyebabkan anggaran yang tidak tepat sasaran.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Indra Pradana Abidin mengatakan, ia masih menerima aduan desil yang tidak tepat sasaran. Menurutnya hal ini harus menjadi perhatian serius dari Dinas Sosial Kota Pekanbaru.
“Kami minta pemerintah segera menuntaskan persoalan penetapan desil ini, sehingga tidak menghambat penyaluran berbagai program bantuan sosial bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” sebut Tekad.
Baca Juga: Mengabdi 30 Tahun, Sekdaprov Riau Terima Penghargaan
Tekad menanggapi serius masalah ini. Pasalnya ia mengaku mendapati aduan bahwa terdapat masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas yang tercatat pada kelompok desil menengah. Sementara sebagian warga yang masuk kategori desil terendah justru tidak memperoleh bantuan pemerintah.
“Ini sangat penting, karena data tersebut menjadi satu dasar dalam menentukan penerima berbagai program bantuan dan intervensi sosial pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya Tekad, Pemerintah Kota Pekanbaru perlu segera melakukan evaluasi sekaligus pembaruan data secara menyeluruh. Untuk menjaga akurasi, pemuktakhiran data ini juga melibatkan pemerintah kecamatan hingga kelurahan yang mengetahui kondisi ril masyarakat.
Baca Juga: Pekanbaru Kembali Diselimuti Kabut Asap Pagi Ini
Langkah ini, imbuhnya, amat penting demi kondisi ril masyarakat di lapangan terdata dan tercatat dengan benat. Ia berharap tidak ada lagi warga yang mempertanyakan perubahan status desil yang dianggap tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.
“Persoalan ini jangan biarkan berlarut-larut. Kita minta tahun ini bisa diselesaikan. Sehingga data penerima program sosial menjadi lebih akurat dan tepat sasaran,” tutupnya.
Baca Juga: Wako Agung Ajak Bangun Pekanbaru sebagai Rumah Besar Bersama
Seperti diketahui, penetapan desil dilakukan secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta berbagai sumber data pemerintah lainnya.(gem)
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian