PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai membahas rancangan APBD 2027 bersama DPRD Kota Pekanbaru. Salah satu yang dibahas adalah proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun mendatang.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,3 triliun diproyeksikan tercapai. Karena itu, Pemko Pekanbaru menargetkan PAD 2027 meningkat menjadi sekitar Rp1,4 triliun.
"Mudah-mudahan target tahun depan bisa meningkat menjadi sekitar Rp1,4 triliun," ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Hari Pengayoman ke-81, Wabup Husni Tamrin Terima Penghargaan Mitra Kerja untuk Pemkab Pelalawan
Untuk mencapai target tersebut, Pemko akan mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan daerah. Namun, upaya meningkatkan PAD tidak boleh dilakukan dengan membebani masyarakat.
"Wali kota telah mengingatkan agar kebijakan peningkatan PAD tetap memperhatikan kondisi masyarakat. Jangan sampai pemko mengejar PAD, tetapi memberatkan atau menekan rakyat dengan kebijakan yang ada," ungkap Ami, sapaan akrabnya.
Pemko tetap memberikan stimulus kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. Di antaranya pembebasan PBB-P2 untuk objek pajak tertentu dengan nilai PBB hingga Rp100 ribu, serta kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembebasan BPHTB dan PBG.
Baca Juga: Motoprix Piala Wako Pekanbaru Digelar Akhir Pekan, Upaya Tekan Balap Liar dan Cari Bibit Pembalap
"Untuk masyarakat yang kurang mampu juga akan banyak stimulus yang diberikan, termasuk pengurangan bahkan menggratiskan pajak-pajak daerah," jelas Ami.
Sementara itu, hingga akhir 2026, Pemko Pekanbaru masih fokus pada pemenuhan layanan dasar. Infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan drainase, menjadi salah satu prioritas bersama sektor pendidikan dan kesehatan.
"Program-program kami terutama di layanan dasar, seperti infrastruktur, jalan, dan drainase. Begitu juga dengan urusan pendidikan dan kesehatan," ucap Ami. (ilo)
Editor : M. Erizal