Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat sejak Tengah Malam

M Ali Nurman • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:34 WIB
Tangkapan layar BMKG.go.id, Ahad (23/8/2026) pagi. (ISTIMEWA)
Tangkapan layar BMKG.go.id, Ahad (23/8/2026) pagi. (ISTIMEWA)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru pada Ahad (23/8/2026) pagi. Sejumlah kawasan tampak tertutup lapisan asap tipis yang mengurangi kejernihan pandangan. Seiring, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut kembali berada dalam kategori tidak sehat sejak tengah malam berdasarkan pemantauan partikulat halus PM2.5.

Status kualitas udara tidak sehat tersebut merujuk pada data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui laman pemantauan kualitas udara Pekanbaru. Pada pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 75,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori Tidak Sehat.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Karena itu, ketika konsentrasinya meningkat, kualitas udara menjadi kurang baik dan berpotensi memberikan dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun jantung.

 Baca Juga: Roberto De Zerbi Sampaikan Hal Ini setelah Tottenham Dihajar Brentford di Laga Perdana Liga Premier

Pantauan BMKG menunjukkan kondisi udara Pekanbaru sebenarnya telah berada pada level tidak sehat sejak pergantian hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 118 µg/m³, kemudian meningkat dan mencapai titik tertinggi sekitar 144 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB.

Selanjutnya, konsentrasi partikulat masih cukup tinggi pada pukul 02.00 WIB dengan sekitar 109 µg/m³, sebelum turun menjadi 64 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB. Memasuki dini hari, kondisi udara sempat membaik dan berada pada kategori sedang.

Pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 53 µg/m³, kemudian 51 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan kembali sekitar 53 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB. Namun perbaikan tersebut tidak berlangsung lama karena konsentrasi kembali meningkat pada pagi hari.

Pukul 07.00 WIB, PM2.5 naik menjadi sekitar 62 µg/m³ dan kembali masuk kategori tidak sehat. Satu jam kemudian, pada pukul 08.00 WIB, angkanya meningkat menjadi 75,2 µg/m³, menandakan kualitas udara Pekanbaru kembali memburuk

 Baca Juga: Serena Williams Tidak Akan Main Tunggal di US Open, tapi Ganda Campuran Bersama Alcaraz

Kondisi tersebut juga sejalan dengan pemantauan aplikasi kualitas udara IQAir. Pada pukul yang sama, IQAir menampilkan kualitas udara Pekanbaru berada dalam kategori Unhealthy atau Tidak Sehat, dengan PM2.5 sebagai polutan utama. Meski nilai yang ditampilkan berbeda dengan BMKG karena menggunakan sistem indeks dan pembaruan data tersendiri, kedua sumber sama-sama menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada level tidak sehat pada Ahad pagi.

Fluktuasi konsentrasi PM2.5 sejak tengah malam memperlihatkan bahwa penurunan kualitas udara bukan hanya terjadi pada satu waktu pengukuran. Setelah sempat membaik pada rentang pukul 04.00 hingga 06.00 WIB, konsentrasi partikulat kembali mengalami kenaikan menjelang pagi bersamaan dengan kabut asap yang tampak menyelimuti Kota Pekanbaru.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Menteri LH Tegaskan Pemegang Konsesi Wajib Mitigasi Titik Api 

Dengan kondisi udara yang masih berada pada kategori tidak sehat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama aktivitas fisik berat seperti olahraga. Bagi kelompok rentan, kewaspadaan terhadap paparan udara tercemar menjadi semakin penting selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru.(ali)

 

Editor : Edwar Yaman
bmkg asap karhutla kabut Asap cuaca kualitas udara pekanbaru