Kejuaraan Motoprix Piala Wako Pekanbaru Meriah, Agung Dorong Balap Motor Digelar 3 Kali Setahun

M Ali Nurman • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung berfoto bersama para juara di salah satu kelas yang dipertandingkan dalam Kejuaraan Balap Motoprix Piala Walikota Pekanbaru, Ahad (23/8/2026). (M Ali Nurman/Riaupos.co)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung berfoto bersama para juara di salah satu kelas yang dipertandingkan dalam Kejuaraan Balap Motoprix Piala Walikota Pekanbaru, Ahad (23/8/2026). (M Ali Nurman/Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mendorong agar kejuaraan balap motor di Kota Pekanbaru dapat digelar lebih rutin, minimal tiga kali dalam setahun. 

Menurutnya, event balap resmi dapat menjadi salah satu upaya menekan aksi balapan liar yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru.

Hal itu disampaikan Wako Agung di hari terakhir Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru di Sirkuit Non-Permanen (NP) Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Ahad (23/8/2026). 

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau

Agung mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan balap motor tersebut tidak hanya bertujuan memberikan ruang bagi para pembalap untuk berkompetisi secara resmi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan wadah bagi komunitas otomotif dan generasi muda yang memiliki minat di dunia balap.

Ia menyebut, Pemko Pekanbaru akan mendiskusikan kembali penyelenggaraan event tersebut bersama jajaran kepolisian, khususnya Polresta Pekanbaru. Dengan adanya agenda balap yang terjadwal dan digelar di lokasi yang telah ditentukan, diharapkan aktivitas balapan liar di jalan raya dapat ditekan.

“Event ini sangat mendukung agar bagaimana balapan motor atau balapan liar yang ada di Kota Pekanbaru sudah tidak ada lagi atau menekan balapan liar,” kata Agung.

Baca Juga: Total Hadiah Rp16 Juta, Rohul Buka Sayembara Logo HUT ke-27 untuk Desainer Riau, Karya AI Dilarang

Karena itu, ia meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Pekanbaru untuk mempersiapkan agar event serupa dapat kembali dilaksanakan secara berkala.

“Kami meminta agar event ini setelah kita diskusikan dengan Pak Kapolresta, event ini bagaimana bisa diselenggarakan satu tahun tiga kali,” ujarnya.

Agung juga membuka peluang agar kejuaraan balap motor di Pekanbaru ke depan tidak hanya diikuti pembalap dari tingkat regional, tetapi mampu menarik kejuaraan maupun pembalap nasional untuk datang dan berlaga di Pekanbaru.

Baca Juga: Kabut Asap Tipis Mulai Terlihat di Inhu, Tiga Hotspot Terpantau pada Ahad

Ia menilai, keberadaan sirkuit yang cukup permanen dan dukungan penyelenggaraan yang baik dapat menjadi modal untuk mengembangkan olahraga otomotif sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Mudah-mudahan kita bisa membawa tentunya balapan-balapan nasional untuk hadir di sirkuit yang cukup permanen ini. Mudah-mudahan juga akan menimbulkan dan menumbuhkan perekonomian di Kota Pekanbaru,” katanya.

Agung mengatakan, event balap motor juga sengaja dikemas tidak semata-mata sebagai ajang olahraga dan kompetisi. Kehadiran ratusan pembalap, mekanik, official, komunitas otomotif dan penonton diharapkan ikut memberikan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Pj  Sekda Kuansing Berikan Bonus Tiga Jalur Kuantan Mudik yang Masuk ke Final

“Balapan ini sengaja kita selenggarakan untuk bagaimana tidak hanya tentang balapan motor tapi juga menghidupkan pelaku UMKM agar bagaimana UMKM tumbuh kembang di Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Selain mendorong UMKM, Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru juga membawa misi sosial. Agung menyebut kegiatan tersebut turut menjadi sarana mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah terdampak bencana alam.

Dalam penyelenggaraan event tersebut, donasi yang terkumpul hingga saat Agung menyampaikan sambutan telah mencapai sekitar Rp120 juta. Ia berharap jumlah tersebut masih bertambah hingga kegiatan berakhir dan proses pengumpulan donasi dilanjutkan.

Baca Juga: Siak Nihil Karhutla, Kabut Asap Tipis Kiriman dari Kabupaten Tetangga

“Mudah-mudahan nanti sampai sore dan dilanjutkan nanti akan dikumpulkan, mudah-mudahan kita bisa tembus sampai di angka Rp500 juta,” harapnya.

Di hadapan para pembalap, mekanik, official, komunitas otomotif, panitia serta jajaran TNI dan Polri, Agung juga mengungkapkan sisi lain dari penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Bagi dirinya, berada di lintasan balap kembali membangkitkan kenangan ketika masih aktif di dunia otomotif sebelum menjabat sebagai wali kota.

Ia mengaku pernah berada di posisi yang sama dengan para pembalap yang mengikuti kejuaraan tersebut. Agung bahkan mengenang momen ketika dirinya mengenakan helm dan wearpack serta menunggu lampu start menyala sebelum memacu kendaraan di lintasan.

Baca Juga: Siak Nihil Karhutla, Kabut Asap Tipis Kiriman dari Kabupaten Tetangga

“Hari ini terasa sangat berbeda bagi saya karena ini adalah hari yang sangat istimewa. Karena sebelum saya menjadi wali kota, ini ibarat saya kembali nostalgia,” ujarnya.

Agung mengatakan, sebelum menjadi wali kota, dirinya pernah berada di posisi seperti para pembalap yang berdiri di garis start. Ia mengaku pernah merasakan langsung ketegangan menunggu aba-aba perlombaan dimulai.

“Saya dulu, Pak Kapolres, Pak Dandim, dan seluruh jajaran, saya pernah berada di posisi garis start ini memakai helm, memakai wearpack, dan menunggu kapan lampu hijau untuk dimatikan mulai kami start,” katanya.

Baca Juga: Kapolres Kuansing Menjadi Timbo Ruang Jalur Ekshibisi

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat penyelenggaraan kejuaraan balap motor di Pekanbaru terasa semakin istimewa. Meski kini telah menjabat sebagai wali kota, kecintaannya terhadap dunia otomotif dan balap motor tidak berubah.

“Tentu ini merupakan bagian nostalgia kami bersama para seluruh senior. Dan hari ini saya walaupun sudah menjadi wali kota, tapi hati saya tetap seperti menjadi pembalap,” ucap Agung.

Sementara itu, Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 tersebut diikuti sekitar 200 peserta dengan total starter mencapai 400 pembalap.

Baca Juga: Karhutla di Pelalawan Makin Parah,  216 Hotspot Muncul, Tim Gabungan Fokus Padamkan Api di Kerumutan

Para peserta berasal dari berbagai daerah di regional Sumatera. Selain pembalap asal Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah di Provinsi Riau, kejuaraan ini juga diikuti pembalap dari Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi.

Total terdapat 15 kategori kelas yang dipertandingkan, terdiri atas kelas utama dan supporting. Pada kelas utama, terdapat empat kategori, yakni Bebek 4T TU sampai dengan 150 cc Open, Bebek 4T TU sampai dengan 130 cc Open, Bebek 2T Standard TU sampai dengan 125 cc Open, serta Underbone 125 cc Non Built Up.

Sedangkan kelas supporting mempertandingkan 11 kategori. Di antaranya Bebek 4T TU sampai dengan 150 cc Open U-23, Bebek 4T TU sampai dengan 130 cc Open U-23, Bebek 2T Standard TU sampai dengan 125 cc Open U-23, Matic TU sampai dengan 131 cc Open, serta Matic Standard sampai dengan 131 cc Open.

Baca Juga: Rizqi Aditya Ceritakan Pengalamannya Menjadi Paskibraka di Istana Negara

Kemudian Matic Standard sampai dengan 131 cc Open U-23, Matic Standard sampai dengan 116 cc Open U-23, Matic Standard sampai dengan 131 cc khusus Lokal Riau U-23, Matic Standard sampai dengan 116 cc Lokal Riau U-23, Bebek 4T TU sampai dengan 130 cc Lokal Riau U-23, serta Bebek 2T Standard 125 cc Lokal Riau untuk kategori Ex-Rider U-40 tahun.

Salah satu pembalap yang berhasil meraih podium pertama adalah Ardia Farel Ramadhan dari Bukittinggi. Ia menjadi juara pertama pada kelas Bebek Standard U-23.
Ardia mengaku bersyukur dapat mengamankan posisi pertama setelah melalui persaingan ketat hingga lap terakhir. Ia sempat kehilangan posisi setelah disalip lawan, namun kembali melakukan overtaking pada lap terakhir untuk merebut podium utama.

“Ya alhamdulillah, bisa mendapati podium pertama. Tadi itu sempat lap-lap terakhir terkena potong di air terakhir. Alhamdulillahnya saya bisa kembali menyalip di air terakhir,” kata Ardia.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Perbatasan Kampar-Pekanbaru, Dua Titik Karhutla di Rimbo Panjang

Menurut Ardia, karakter Sirkuit NP Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru cukup mendukung bagi pembalap. Ia menilai kondisi aspal tidak licin dan layout lintasan cukup nyaman untuk melakukan manuver, termasuk saat melewati tikungan maupun chicane.
“Untuk layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering sama chicanes-nya bagus. Cuaca bagus,” ujarnya.

Pembalap asal Bukittinggi itu berharap Pemko Pekanbaru dapat kembali menggelar kejuaraan serupa pada masa mendatang. Menurutnya, keberlanjutan event akan memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk kembali berkompetisi di Pekanbaru.
“Semoga masih ada seri berikutnya untuk event di sini lagi,” harapnya.

Editor : M. Erizal
motoprix piala wali kota pekanbaru balap motor di pekanbaru balap motor Wako pekanbaru agung nugroho pekanbaru