Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Sukses Digelar 

M Ali Nurman • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:58 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung memberikan hadiah kepada juara umum open Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Renggi Lukmana di Sirkuit Non-Permanen (NP) Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Ahad (23/8/2026).(M ALI NURMAN/RIAU POS)
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung memberikan hadiah kepada juara umum open Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Renggi Lukmana di Sirkuit Non-Permanen (NP) Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Ahad (23/8/2026).(M ALI NURMAN/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kejua­raan Balap Motor Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru 2026 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (22-23/8) di Sirkuit Nonpermanen Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya sukses digelar.

Tak hanya menghadirkan persaingan ketat para pembalap dari berbagai daerah di Sumatera hingga Jawa Barat, kejuaraan tersebut juga memberikan dampak terha­dap perekonomian masyara­kat sekitar. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mendapat ruang berjualan secara gratis selama acara berlangsung.

Yang tak kalah penting, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama pihak terkait tersebut juga menjadi momentum kepedulian sosial. Dari rangkaian kegiatan, berhasil dihimpun donasi sebesar Rp120 juta yang akan diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM YANG ditemui di lokasi mengaku senang melihat kejuaraan tersebut dapat berlangsung sukses dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Terlebih, masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian perlombaan secara gratis.

Baca Juga: PPR, Penjaga Warisan Songket di Tengah Perubahan Zaman  

“Alhamdulillah, acaranya selesai dan berlangsung meriah. Masyarakat bisa menonton gratis, hadiah untuk para juara juga besar, dan UMKM yang berjualan juga kita gratiskan,” kata Agung, Ahad (23/8). 

Menurut Wako Agung, penyelenggaraan motoprix tersebut memang sejak awal diarahkan agar tidak sekadar menjadi tontonan dan ajang kompetisi olahraga otomotif. Event itu diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari menggerakkan perekonomian masyarakat, menyediakan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, hingga menjadi sarana kepedulian sosial.

Kehadiran pembalap, mekanik, ofisial, komunitas otomotif dan ribuan masyarakat yang menyaksikan perlombaan turut menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Sementara para pelaku UMKM mendapat kesempatan memanfaatkan ramainya pengunjung tanpa harus membayar biaya lapak.

Baca Juga: Pedal Power PGN Kembali Ambil Bagian

“Yang paling membahagiakan, dari acara event ini kita juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp120 juta untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Agung menilai, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa olahraga otomotif dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial. Di sisi lain, penyelenggaraan balap motor resmi juga menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru menyediakan wadah bagi anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat di bidang otomotif. 

Dengan tersedianya lintasan dan kompetisi resmi, para pembalap diharapkan tidak lagi menyalurkan hobi melalui aksi balap liar di jalan raya. “Kita ingin anak-anak muda yang punya hobi balap memiliki tempat yang benar untuk menyalurkan bakatnya. Bukan balapan di jalan raya. Karena itu, event seperti ini akan kita dorong rutin, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM dan kegiatan sosial,” kata Agung.

Baca Juga: Lindungi Anak dari Kabut Asap, Disdik Pekanbaru Terapkan Belajar Daring

Agung mengatakan, berdasarkan pembicaraan dengan jajaran kepolisian, khususnya Kapolresta Pekanbaru, terdapat rencana agar event serupa dapat dilaksanakan lebih rutin. Salah satu opsi yang tengah dibahas yakni menggelar kejuaraan sebanyak tiga kali dalam setahun. 

“Setelah kita diskusikan dengan Pak Kapolresta, kita berharap event seperti ini bisa dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Dengan adanya wadah resmi, mudah-mudahan balapan liar di Kota Pekanbaru semakin berkurang,” ujarnya.

Menurut Agung, indikasi bahwa event tersebut memberikan dampak terhadap aksi balap liar juga mulai terlihat. Ia menyebut berdasarkan pembicaraan dengan Kapolresta Pekanbaru dan Dandim, aktivitas balap liar disebut telah mengalami penurunan. 

“Tadi malam (Sabtu malam, red) memang bisa dikatakan yang balapan liar itu tinggal 20 persen saja lagi. Karena yang balapan biasa itu ternyata sudah men-setting motor untuk balapan pagi. Jadi dia harus jaga fisik, harus benerin motornya karena pagi sudah balapan,” katanya.

Baca Juga: Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Sukses Digelar, Galang Rp120 Juta untuk Korban Bencana NTT

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kejuaraan resmi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi aktivitas balap liar sekaligus mengarahkan generasi muda kepada kegiatan olahraga yang lebih positif dan berprestasi.

“Alhamdulillah ternyata ini salah satu solusi, bukan menghabiskan, tapi mengurangi terkait tentunya balapan liar. Dan yang kedua juga untuk bagaimana anak-anak kita ini bisa diarahkan kepada olahraga yang berprestasi seperti ini,” lanjutnya.

Meski demikian, Agung mengatakan rencana menggelar event sebanyak tiga kali dalam setahun masih akan dikaji lebih lanjut. Pemko Pekanbaru akan melakukan survei untuk melihat dampak kegiatan terhadap masyarakat dan perekonomian sebelum menentukan pola penyelenggaraan berikutnya.

“Kita melakukan survei dulu. Beberapa kali ini kita lakukan survei, kita lihat nanti sebelum dan saat ini dan sesudah, apakah event ini bisa kita gelar tiga kali yang memang kira-kira menggairahkan perekonomian di Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Baca Juga: Kejuaraan Motoprix Piala Wako Pekanbaru Meriah, Agung Dorong Balap Motor Digelar 3 Kali Setahun

Menurut Agung, dampak ekonomi dari kegiatan tersebut bahkan mulai dirasakan dan diperbincangkan masyarakat. Ia menyebut event yang dipusatkan di kawasan perkantoran pemerintah kota ternyata turut membuka perhatian terhadap kawasan di sekitarnya.

Agung berharap ke depan Pekanbaru tidak hanya mampu mempertahankan event tersebut, tetapi juga meningkatkan skalanya hingga menjadi kejuaraan tingkat nasional dan mendatangkan lebih banyak pembalap papan atas.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa menghadirkan event-event balap tingkat nasional di Pekanbaru. Selain mengembangkan olahraga otomotif dan melahirkan pembalap-pembalap berprestasi, tentunya kita berharap juga memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Pekanbaru,” katanya.

Wako Agung berharap penyelenggaraan berikutnya dapat berkembang menjadi event yang lebih besar dan mampu menarik pembalap nasional. “Dengan begitu, Pekanbaru tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya perlombaan, tetapi juga dapat tumbuh sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga otomotif di Sumatera,” tuturnya.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat sejak Tengah Malam

Kejuaraan Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru 2026 diikuti sekitar 200 pembalap dengan total sekitar 400 starter pada seluruh kelas yang dipertandingkan. Para pembalap datang dari berbagai daerah di Sumatera, di antaranya Pekanbaru dan sejumlah daerah di Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Jambi. Selain itu, terdapat pula pembalap dari Jawa Barat yang ikut meramaikan persaingan.

Sebanyak 15 kategori kelas dipertandingkan, terdiri dari kelas open, U-23, kelas matik, kategori lokal Riau, hingga kelas khusus ex-rider U-40. Persaingan berlangsung ketat dan kompetitif hingga sejumlah pembalap harus menentukan posisi podium pada lap-lap terakhir.

Salah satu pembalap yang berhasil meraih podium pertama adalah Ardia Farel Ramadhan asal Bukittinggi. Ia menjadi juara kelas Bebek Standard U-23. “Alhamdulillah bisa mendapatkan podium pertama. Persaingannya cukup ketat dan pada lap terakhir saya bisa kembali menyalip,” kata Ardia.

Baca Juga: Pembalap Jalani QTT Jelang Final Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru

Ia juga memberikan penilaian positif terhadap kondisi Sirkuit NP Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru. “Layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering dan chicane-nya juga bagus. Cuacanya juga mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, pembalap senior Yopi Hendra yang menjadi juara kelas Bebek 2T STD 125 cc Lokal Riau Ex-Rider U-40 juga menyambut positif. Ia mengaku senang bisa kembali berkumpul dan melakukan semacam reuni dengan para pembalap lama. 

Meski demikian, persiapannya menghadapi perlombaan kali ini tidak dilakukan secara khusus dalam waktu panjang. Yopi berharap event balap motor di Pekanbaru dapat lebih sering diselenggarakan.”Lebih seringlah. Biar nggak ada balap-balapan liar,” ujarnya.

Renggi Lukmana Juara Umum Open

Baca Juga: Wako Agung Ikut Berjibaku Bersama TNI-Polri Padamkan Karhutla Lima Hektare di Tenayan Raya

Selain menentukan juara pada masing-masing race, panitia juga menetapkan lima juara umum berdasarkan akumulasi poin yang diraih sepanjang perlombaan. Gelar Juara Umum Open diraih pembalap asal Sumatera Barat, Renggi Lukmana yang memperkuat BM Step Pika 2GD YS88 FT Si Bungsu IMI Dumai. 

Renggi mengoleksi 67 poin dan berhak membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Renggi mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. “Alhamdulillah atas rezeki yang diberikan Allah. Mudah-mudahan terselenggara setiap tahunnya. Terima kasih untuk Pak Wali Kota,” katanya.

Adapun gelar juara umum U-23 open menjadi milik pembalap Riau Abing Kokastu dari VRRAKO Family PLT Camat Payung 6 Sekaki dengan total 58 poin. Juara umum matic open diraih Robby Rizaldy dari Jawa Barat yang memperkuat AWRT Raisa Putri Ranka dengan raihan 41 poin.

Baca Juga: Dekatkan Layanan Publik, Wako Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan hingga Tingkat Kecamatan

Juara umum matic U-23 open diraih Ikhsan Alfarizy dari Sumatera Barat bersama AWRT Official 86 Rezbull Helmet setelah mengumpulkan 45 poin. Sementara itu, juara umum lokal Riau diraih Alfarezy yang memperkuat Andy Toys GB 19 AWRT dengan total 63 poin.(ali)

 

Editor : Arif Oktafian
piala wali kota pekanbaru Motoprix Pekanbaru 2026 balap motor