Kualitas Udara Pekanbaru sejak Tengah Malam hingga Pagi Ini Berbahaya

M Ali Nurman • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:39 WIB
Kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kondisi berbahaya sejak tengah malam hingga Selasa (25/8/2026) pagi. (Istimewa)
Kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kondisi berbahaya sejak tengah malam hingga Selasa (25/8/2026) pagi. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kondisi berbahaya sejak tengah malam hingga Selasa (25/8/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat sangat tinggi dan bertahan pada level yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data pemantauan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 03.00 WIB mencapai 420,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kemudian, pada pukul 06.00 WIB, konsentrasinya masih tercatat 328,9 µg/m³ dengan kategori Berbahaya.

Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi udara buruk bukan baru terjadi pada pagi hari. Sejak tengah malam hingga dini hari, konsentrasi PM2.5 sudah berada pada level sangat tinggi dan kemudian masih bertahan di atas ambang kategori berbahaya hingga pagi.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Memilih Buah dan Sayuran agar Tak Salah Membeli

Grafik riwayat pemantauan yang ditampilkan pada Selasa pagi memperlihatkan konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran 400–500 µg/m³ pada periode sekitar pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Level tertinggi terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, ketika konsentrasi PM2.5 menembus lebih dari 500 µg/m³.

Memasuki pukul 04.00 hingga 06.00 WIB, konsentrasi mulai mengalami penurunan. Namun, angkanya masih berada di kisaran 300–350 µg/m³, sehingga status kualitas udara tetap berada dalam kategori berbahaya.

Kondisi tersebut kemudian juga tergambar dalam pemantauan IQAir. Pada sekitar pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara atau US AQI Pekanbaru tercatat sangat tinggi dan masuk kategori Hazardous (Berbahaya), dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Baca Juga: Nanas Memiliki Manfaat yang Tak Terduga, Mulai dari Mencegah Kanker hingga Penghilang Stres

Berdasarkan data yang menjadi bahan pemantauan pagi tersebut, AQI mencapai 529 pada pukul 06.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 339,9 µg/m³. Angka ini memperlihatkan betapa buruknya kualitas udara yang dihirup masyarakat Pekanbaru pada pagi hari.

Prakiraan per jam IQAir menunjukkan indeks tersebut memang diperkirakan menurun sepanjang pagi. AQI diprakirakan berada di angka 494 pada pukul 07.00 WIB, kemudian 460 pada pukul 08.00 WIB, 425 pada pukul 09.00 WIB, dan 391 pada pukul 10.00 WIB.

Namun, penurunan tersebut belum berarti kualitas udara langsung kembali aman. Bahkan dengan tren menurun, indeks masih berada pada level yang sangat tinggi sehingga masyarakat tetap perlu membatasi paparan udara luar ruangan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Mengandung Vitamin K, Berfungsi Pembekuan Darah dan Kesehatan Tulang

Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih membatasi aktivitas di luar rumah.

Editor : M. Erizal
berbahaya bagi kesehatan kualitas udara buruk kualitas udara pekanbaru