PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sempat menyentuh kategori Sangat Tidak Sehat pada pukul 05.00 WIB, Rabu (26/8/2026) kualitas udara di Riau, khususnya Kota Pekanbaru, mulai turun ke posisi kategori Tidak Sehat akibat diguyur hujan ringan pagi ini. Namun, masih terdapat peningkatan konsentrasi partikel halus PM2.5.
Berdasarkan data pemantauan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 00.00 WIB mencapai 169,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi ini terus berlanjut pukul 05.00 WIB, konsentrasinya masih tercatat 216.8 µg/m³ dengan kategori sangat tidak sehat.
Kategori ini tercatat sangat tinggi dan bertahan pada level yang berisiko bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih membatasi aktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Liverpool Kembali Memulai Pembicaraan Transfer Bradley Barcola dengan PSG
Menurut Forecaster on duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Ranti Kurniati Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengukur kualitas udara berdasarkan tingkat konsentrasi partikel halus berukuran kurang dari 2.5 mikron atau PM2.5, yang dinyatakan dalam satuan mikrogram per meter kubik (μg/m³).
Cara Membaca Angka dan Kategori BMKG
0 – 15,5 μg/m³ (Baik) Udara bersih dan sehat untuk dihirup.
15,6 – 55,4 μg/m³ (Sedang) Kualitas udara masih dapat diterima, tetapi sensitif bagi sebagian kecil orang.
55,5 – 150,4 μg/m³ (Tidak Sehat) Mulai merugikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
150,5 – 250,4 μg/m³ (Sangat Tidak Sehat) Kualitas udara buruk, peningkatan risiko kesehatan bagi seluruh populasi.
Baca Juga: Manchester United Mengkonfirmasi Perekrutan Gelandang Carlos Baleba dari Brighton
Lebih dari 250,5 μg/m³ (Berbahaya) Level ekstrem dan darurat kesehatan, seluruh warga disarankan tidak beraktivitas di luar ruangan.
Namun berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru pukul 08.00 WIB, sejak pagi kondisi cuaca di Provinsi Riau didominasi udara kabur berawan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kampar.
Siang, sore hingga malam hari kondisi cuaca masih didominasi udara kabur cerah. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.
Memasuki dini hari kondisi cuaca masih didominasi cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Dumai.
Baca Juga: Jarak Pandang Masih di Atas Batas Normal, Aktivitas Bandara SSK II Berjalan Lancar
Suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50 hingga 95 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau umumnya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekanbaru pada malam hari," tegasnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman