Kabut Asap Mengkhawatirkan, Wako Agung Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Joko Susilo • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:42 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (Dok Riaupos.co)
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (Dok Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap kebakaran lahan.

Agung meminta warga yang tidak memiliki keperluan mendesak agar tetap berada di dalam rumah. Sementara bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

"Karena kondisi saat ini dari BMKG dan ISPU menunjukkan kualitas udara berbahaya," kata Agung, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Kualitas Udara Inhil Tidak Sehat, Disdik Sesuaikan Kegiatan Pembelajaran

Menurutnya, Pemko Pekanbaru telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi dampak buruk kabut asap terhadap masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring bagi peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Jumat (28/8/2026).

Selama PJJ, proses pembelajaran tetap dilaksanakan dari rumah. Para guru memberikan materi dan tugas kepada peserta didik melalui sarana komunikasi yang telah disiapkan sekolah.

Di sisi lain, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Pemko Pekanbaru bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan serta unsur terkait lainnya untuk menangani titik-titik kebakaran.

Baca Juga: Pemkab Kaji Penyiapan Satu Unit Damkar per Kecamatan

Agung mengatakan, petugas di lapangan terus bekerja siang dan malam untuk melakukan penanganan karhutla. Selain upaya teknis, Pemko Pekanbaru juga melakukan ikhtiar melalui Salat Istisqa dan doa bersama agar hujan segera turun.

"Kita sudah berikhtiar di darat. Petugas kita bekerja siang dan malam. Hari ini kita mengetuk pintu langit dengan melaksanakan Salat Istisqa. Kita memohon kepada Allah SWT, turunkanlah hujan yang membawa rahmat, bersihkan udara kita, padamkan api dan jauhkan masyarakat dari segala musibah," ujarnya.

Salat Istisqa tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar Pemko Pekanbaru di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti kota. Pemerintah berharap hujan segera turun sehingga kebakaran lahan dapat dipadamkan dan kualitas udara kembali membaik.

Baca Juga: Hujan Bantu Padamkan Karhutla Meranti, Satu Lokasi Masih Berasap

Selain itu, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kondisi kedaruratan lainnya. Laporan dapat disampaikan melalui TRC 112 Pekanbaru AMAN. Layanan kedaruratan tersebut dapat diakses masyarakat selama 24 jam secara gratis.

Editor : Rinaldi
aktivitas di luar ruangan kabut Asap Wako Agung Nugroho