Pekanbaru Salat Istiska, Hujan Sempat Turun

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (dua kiri) berdoa usai Salat Istiska bersama masyarakat di Masjid Al Kausar, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (26/8/2028). (ISTIMEWA)
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (dua kiri) berdoa usai Salat Istiska bersama masyarakat di Masjid Al Kausar, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (26/8/2028). (ISTIMEWA)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota Pekanbaru bersama masyarakat melaksanakan Salat Istiska secara serentak di 15 kecamatan, Rabu (26/8), sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kemarau dan kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap. Hasilnya, hujan sempat turun. Tak hanya di Pekanbaru, tapi juga di beberapa daerah lainnya.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengikuti Salat Istiska bersama masyarakat di Masjid Al Kausar, Kecamatan Marpoyan Damai. Salat tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB dan diikuti masya­rakat di seluruh kecamatan, termasuk di masjid-masjid paripurna yang tersebar di Kota Pekanbaru. Hadir menjadi Khatib Ustaz Syaifullah dan Imam Rahman Arif Al Hafiz. 

Ia menyebut, keputusan menggelar Salat Istisqa diambil setelah pemerintah melihat perkembangan kualitas udara berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Tangani Dampak Kabut Asap, 21 Puskesmas Pekanbaru Disiagakan Jadi Posko Utama

“Perkembangan demi perkembangan Kota Pekanbaru, asap atau udara di Kota Pekanbaru sudah dikatakan sangat tidak sehat tadi malam. Karena kita melihat hasil survei dari ISPU, termasuk juga dari BMKG, maka kita memutuskan beberapa langkah,” kata Agung.

Menurut Agung, pelaksanaan Salat Istiska dilakukan secara serentak sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Pekanbaru untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.

“Alhamdulillah, Allah sepertinya menjawab apa yang diharapkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Cuaca tadi (kemarin, red) sempat hujan walaupun masih rintik-rintik, tapi tentu ini memberikan kabar yang senang bagi kita semua,” katanya.

Baca Juga: Pekanbaru Naik Status Tanggap Darurat Karhutla

Agung berharap hujan yang telah turun maupun yang diharapkan kembali turun dalam beberapa waktu ke depan dapat membantu menekan titik api dan memperbaiki kualitas udara di Pekanbaru. “Semoga hujan yang akan turun ini, dan bahkan yang sudah turun ini, dapat menstabilkan dan membalikkan udara kembali bersih di Kota Pekanbaru,” harapnya.

Pemko Pekanbaru juga melakukan penyesuaian terhadap aktivitas masyarakat di malam hari. Agung mengatakan pemerintah akan mulai mengurangi jam operasional sejumlah kafe, terutama tempat usaha yang masih menyediakan aktivitas outdoor hingga tengah malam.

“Kita juga akan mengurangi dari tempat-tempat jam operasional kafe yang tentu ketika malam memang cuaca ini asapnya semakin tinggi,” ungkapnya.  “Ini kita akan mulai mengurangi untuk kafe-kafe yang buka di tengah malam terkait memang yang masih terbuka outdoor seperti itu,” tambahnya.

Baca Juga: Kabut Asap Mengkhawatirkan, Wako Agung Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Di Pelalawan, Kalaksa BPBD Zulfan mengatakan sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalankerinci, sempat diguyur hujan dengan durasi singkat. Namun belum mampu memadamkan karhuta secara maksimal. 

Pasalnya, saat ini, kabut asap masih menyelimuti. “Memang pagi tadi (kemarin, red) hujan gerimis sekitar lima menit. Untuk itu, kita berharap hujan lebat dengan durasi panjang dapat segera turun, sehingga dapat mempercepat pemadaman titik api,” tuturnya.

Demikian juga di Indragiri Hilir (Inhil). Rabu (26/8), sebagian wilayah Kecamatan Pelangiran diguyur hujan deras. Sedangkan Kecamatan Teluk Belengkong mengalami hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu, hujan gerimis terjadi di tujuh kecamatan, yakni Tembilahan Hulu, Tempuling, Kempas, Keritang, Sungai Batang, Batang Tuaka dan Gaung.

Baca Juga: Kafe Dua Lantai di Jalan Kartama Ludes Terbakar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Inhil Hardinata mengatakan, meski kualitas udara mulai membaik, pemantauan tetap dilakukan mengingat kondisi cuaca dan sebaran asap dapat berubah sewaktu-waktu. ‘’Hujan yang turun di sejumlah wilayah diharapkan dapat membantu menekan konsentrasi partikulat di udara,’’ ujarnya.

Demikian juga di Bengkalis. Hujan deras turun selama dua jam lebih sekitar pukul 05.50 WIB sampai pukul 08.30 WIB.  Hal ini membuat kondisi udara di Pulau Bengkalis menjadi segar kembali, jika dibandingkan sehari sebelumnya.

“Alhamdulillah hilang kabut asapnya, setelah diguyur hujan deras selama dua jam lebih. Kalau tak selama beberapa hari ini cuaca panas dan kabut asap membuat sesak dipernapasan,” ucap Yono (41) warga Kelurahan Bengkalis Kota, Rabu (26/8) siang.

Ia mengaku, turun hujan yang Allah berikan memberikan berkah kepada bumi. Karena kemarau panjang, tak hanya menimbulkan kabut asap dari karhutla, tapi susahnya mendapatkan air bersih. “Semoga kabut asap tak kembali lagi dan udara menjadi segar,” harapnya.

Baca Juga: DLHK Pekanbaru Tingkatkan Armada Penyiraman Hadapi Cuaca Panas dan Kemarau

Di Rokan Hilir, hujan lebat berlangsung cukup lama, sejak dini hari hingga pagi. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kabut asap yang sempat menyelimuti pemandangan di Bagansiapiapi mengalami penurunan dari sebelumnya.

Di Kepulauan Meranti, Kalaksa  BPBD M Khardafi mengatakan di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat dinyatakan padam total setelah diguyur hujan. Di Kepau Baru, BPBD mencatat karhutla di lokasi tersebut juga padam total setelah hujan turun. “Untuk Kepau Baru dan Bokor, kondisi terakhir sudah padam total karena hujan. (ali/amn/*2/fad/epp/wir)

 

Editor : Arif Oktafian
Salat Istiska kabut Asap hujan pekanbaru