PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tidak kurang dari 500 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menjalani skrining kesehatan mulai Rabu (28/8). Kegiatan pemeriksaan kesehatan besar-besaran ini dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Pada pelaksanaan hari pertama kemarin, sebanyak 100 napi lansung menjalani skrining.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Eko Ari Wibowo mengatakan, pihaknya skrining yang dilakukan adalah skrining Tuberkulosis (TB). ”Kesehatan Warga Binaan merupakan salah satu perhatian utama kami. Melalui kegiatan skrining TB ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat diketahui sedini mungkin,” ujar Eko.
Baca Juga: Warga Pebatuan Serbu Pangan Murah Pak Aman
Eko menyebutkan, program skrining TB dan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan langkah nyata dalam melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan Warga Binaan. Menurutnya, pengendalian penyakit menular amat penting dalam mengelola lapas yang dihuni oleh lebih dari 1.000 orang.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan secara berkala menurut Eko menjadi semakin penting mengingat kondisi hunian Lapas Pekanbaru yang saat ini mengalami overkapasitas. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif dan pemetaan kesehatan yang terukur untuk menjaga lingkungan Lapas tetap sehat dan meminimalisir risiko penyebaran penyakit menular.
Baca Juga: Pasar Higienis Lama Terbengkalai
”Kami sangat mengapresiasi dukungan dan sinergi dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta Puskesmas Sapta Taruna. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya kami memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh warga binaan, khususnya dalam melakukan pencegahan dan penanganan penyakit menular,” tambahnya.
Melalui hasil skrining dan pemeriksaan kesehatan tersebut, Eko dan jajarannya akan melakukan pendataan serta pemetaan terhadap kondisi kesehatan para napi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut, terutama bagi warga binaan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan medis.
Baca Juga: Plt Gubri: Jalankan Keterbukaan Informasi secara Benar
”Lewat skrining ini kami berharap kondisi kesehatan warga binaan dapat terus terpantau, potensi penyakit menular dapat dideteksi lebih awal, serta langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Itu komitmen kami,” tutup Eko.(end)
Editor : Arif Oktafian