PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang terus mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir membuat masyarakat Kota Pekanbaru mulai berburu masker di sejumlah toko dan warung. Akibat banyaknya permintaan ini, harga masker pun mengalami kenaikan.
Pantauan Riau Pos, Kamis (27/8), harga masker berisi 50 pcs naik sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kotaknya. Tergantung merek dan ukuran.
Untuk masker duckbill isi 50 pcs biasanya dibanderol seharga Rp12.000 – Rp18.000 per kotak. Namun disebagian toko atau toserba kini harganya naik jadi Rp28.000-Rp33.000 per kotak.
Baca Juga: Kajati Riau Lantik Lima Kajari
Masker medis 3 Ply merk OneMed isi 50 pcs juga turut mengalami kenaikan menjadi Rp36.000/kotaknya sebelumnya hanya Rp30.000. Sedangkan untuk masker jenis scuba juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp5.000 per 3 pcs kini menjadi Rp5.000 per 2 pcs.
Seorang pedagang mas-ker yang membuka lapak dagangannya di pinggir Jalan HR Soebrantas, Edo mengatakan, tingginya minat pembeli diakui berbanding lurus dengan kenaikan harga dari tingkat distributor.
Edo terpaksa menyesuaikan harga jual ecerannya kepada konsumen karena modal yang dikeluarkan juga sudah jauh lebih tinggi dari biasanya. ”Baru hari ini saya jualan masker di sini. Harganya masker naik, jadi jual pun naik. Ini sekarang masker dua biji Rp5.000 saya jual. Biasanya 3 biji dapatlah Rp5.000,” ujarnya.
Baca Juga: OCU Bicycle Kampar Tidak Mau Ketinggalan
Hal senada juga terjadi di salah satu toserba di Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukit Raya. Salah seorang pegawai toko Sinta mengaku kenaikan harga masker sudah terjadi saat kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau mengalami kabut asap tipis selama beberapa hari dan puncaknya masyarakat mulai berbondong-bondong mencari masker di saat kabut pekat terjadi di Kota Pekanbaru awal pekan ini.
Melihat tingginya keperluan masyarakat dan stok masker yang terbatas harga pun disesuaikan dengan harga model yang juga sudah naik sebelumnya. ”Memang naik. Pekan lalu sudah naiknya. Dulu kami jual masker duckbill isi 50 pcs Rp18.000, tapi karena stok terbatas dan banyak yang mencari, kami juga menyesuaikan modal jadi Rp28.000 per kotaknya. Karena memang mereka ini yang banyak dicari masyarakat khususnya pengendara motor,” katanya.
Meksipun harga masker di Pekanbaru mengalami kenaikan harga, namun masyarakat tetap membeli masker tersebut untuk mengantisipasi kondisi kesehatan disaat kualitas udara Pekanbaru yang masih diselimuti kabut asap tipis.
Baca Juga: Pelayanan Pemerintah Tetap Jalan Meski Pekanbaru Terdampak Asap Karhutla
Seorang warga Susanto (38) mengaku tetap membeli masker tersebut meskipun harganya mengalami kenaikan, namun saat ini dirinya memang membutuhkan masker agar bisa beraktivitas di luar ruangan.
Meskipun tidak mempermasalahkan harga yang mengalami kenaikan namun ia berharap stok masker beberapa Pekanbaru khususnya untuk anak-anak bisa tetap ada melihat kondisi kabut asap yang masih menyelimuti kota Pekanbaru saat ini.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Raih Penghargaan Kategori Pembangunan Infrastruktur
”Kami sebenarnya tidak masalah walaupun mahal tapi asalkan stoknya ada. Sekarang kami yang jadi masalah sudahlah harganya mahal stoknya juga sudah nggak, ada ini yang terjadi pada masa anak-anak padahal kelompok rentan itu adalah anak-anak disaat kondisi kabut asap tipis saat ini. Semoga saja karena ini bisa bertangani dengan baik agar tidak ada lagi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru dan wilayah Riau lainnya,” tuturnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Editor : Arif Oktafian