PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- PTPN IV Regional III terus memperkuat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah operasional perkebunan meskipun saat ini kondisi bencana tersebut mulai terkendali.
Sejak awal Karhutla melanda hingga saat ini, patroli tetap dilakukan secara masif dengan melibatkan 660 personel regu pemadam kebakaran (RPK) yang tersebar di berbagai unit kebun. Selain memantau areal perusahaan, personel juga melakukan penyisiran hingga kawasan penyangga atau buffer zone guna mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan optimalisasi patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan kesiapan personel menghadapi potensi karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Baca Juga: ASN Luar Daerah Tidak Bisa Pindah ke Pemko
“Patroli terus kami perkuat dan dilakukan secara rutin di seluruh wilayah operasional. Personel tidak hanya memantau areal perusahaan, tetapi juga kawasan buffer, sehingga jika terdapat indikasi kebakaran bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” katanya di Pekanbaru, Selasa (1/9).
Dalam pelaksanaannya, patroli juga dilakukan secara terpadu bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pemantauan sekaligus mempercepat koordinasi apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar wilayah operasional.
Baca Juga: Rumah Korban Kebakaran Dibangun Kembali
Untuk mendukung kegiatan patroli dan penanganan karhutla, PTPN IV Regional III menyiagakan berbagai peralatan, mulai dari mesin pompa bertekanan tinggi, selang dan nozzle, GPS, hingga drone untuk membantu pemantauan kondisi areal dari udara.
Pemantauan juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. PTPN IV Regional III menggunakan aplikasi Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (Arfina), yang dikembangkan oleh insan planters untuk memantau potensi titik api secara real time.
Melalui aplikasi tersebut, pemantauan dapat dilakukan hingga kawasan buffer zone dengan radius lima kilometer dari areal perusahaan. Informasi mengenai potensi titik api kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. “Teknologi kami gunakan untuk mempercepat informasi. Ketika ada indikasi titik api, tim di lapangan dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Baca Juga: PT Timah Perpanjang IUP Meranti Meski Aktivitas Eksploitasi Telah Lama Terhenti
Selain personel dan teknologi, perusahaan juga menyiapkan puluhan embung yang berfungsi sebagai reservoir atau sumber cadangan air untuk mendukung upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran.
Region Head menegaskan penguatan patroli dan kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mencegah karhutla sekaligus menjalankan ketentuan pemerintah terkait pembukaan dan pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar.
Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 06 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 05 Tahun 2018 tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Moratorium Pindah Masuk Pegawai, Kendalikan Belanja Aparatur
Ia menambahkan, PTPN IV Regional III hingga saat ini tercatat sebagai salah satu perusahaan perkebunan yang arealnya bebas dari Karhutla sejak berdiri pada 1996. Menurut dia, kondisi tersebut perlu dipertahankan melalui pengawasan dan pencegahan yang dilakukan secara konsisten, termasuk dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah dan aparat di lapangan.(ifr)
Editor : Arif Oktafian