Sempat Tidak Sehat, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik ke Kategori Sedang

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:02 WIB
Kendaraan menembus asap tebal dari Karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, beberapa waktu lalu. (Mhd Akhwan/Riaupos.co)
Kendaraan menembus asap tebal dari Karhutla yang menyelimuti Kota Pekanbaru, beberapa waktu lalu. (Mhd Akhwan/Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru masih mendeteksi adanya kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).

Hal ini yang menyebabkan kualitas udara terpantau berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melihat grafik riwayat pemantauan, konsentrasi PM2.5 sempat melonjak mendekati 150 µg/m³ sekitar pukul 01.00 WIB.

Kualitas udara di Pekanbaru juga terpantau berada pada rentang yang berisiko bagi kesehatan sejak dini hari. Angka tersebut kemudian sempat mengalami penurunan pada sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, konsentrasi PM2.5 kembali menunjukkan tren peningkatan mulai pukul 06.00 WIB hingga pagi hari.

Baca Juga: Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Karhutla dan Dugaan Pendudukan Kawasan Hutan Tanpa Izin 

Kondisi ini masih berlanjut pada pagi hari, dimana konsentrasi partikulat PM2.5 di Pekanbaru tercatat mencapai 135 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Namun pada pukul 10.00 WIB, kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru mulai membaik dan turun ke 40.4 µg/m3 dan masuk pada Kategori Sedang.

Meksipun begitu, masih fluktuatifnya kualitas udara dan masih terlihatnya kabut asap masih terasa menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru. BMKG terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan khususnya bagi masyarakat dalam kategori rentan seperti anak-anak, lansia dan ibu hamil.

Baca Juga: Sumatera Membara dengan 2.671 Hotspot, Provinsi Riau Sumbang 234 Titik Panas

"Berdasarkan update terakhir BMKG Pekanbaru di pukul 09.00 WIB pagi ini memang terpantau hotspot di wilayah Pekanbaru dan tervalidasi juga lewat pengamatan yang kita lakukan di stamet Pekanbaru. Dimana arah angin masih dari arah tenggara hingga selatan yang disimpulkan kabut asap bukan hanya berasal dari wilayah Riau tetapi daerah tetangga Riau yang juga masih mengalami kebakaran hutan dan lahan yang cukup parah," jelas Prakirawan BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna.

Editor : Rinaldi
arah angin Kualitas Udara kota pekanbaru kabut Asap bmkg pekanbaru