PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar masih terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Senin (7/9/2026).
Panjangnya antrean membuat sejumlah pengendara harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
Pantauan Riau Pos di sejumlah SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, terlihat antrean kendaraan didominasi mobil dan truk yang hendak mengisi bio solar.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Sumut, Terduga Dalang Pelaku Pembakaran Jaring Nelayan Panipahan Ditangkap
Antrean bahkan mengular hingga ke badan jalan sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut dikeluhkan karena antrean kendaraan terus bertambah, sementara kebutuhan terhadap bio solar cukup tinggi.
Wil, salah seorang sopir truk, mengatakan dirinya harus mengantre sekitar dua jam untuk mendapatkan bio solar.
Baca Juga: Gawat! Tiga LC di Kuansing Positif Idap Penyakit Menular Seksual, Satpol PP-PKP Amankan Lagi 7 Orang
Menurutnya, panjangnya antrean tidak hanya disebabkan tingginya jumlah kendaraan, tetapi juga diduga adanya kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang.
"Iya, sampai saat ini masih antre bio solar di SPBU. Antreannya bisa sampai dua jam. Tetapi diduga banyak yang melansir, kendaraan yang sama bolak-balik mengisi minyak," ujar Wil.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat kendaraan lain yang juga membutuhkan solar harus menunggu lebih lama. Ia berharap ada pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM sehingga distribusi bio solar dapat berjalan lebih tertib dan merata.
Baca Juga: Edarkan 34 Paket Sabu, Empat Pria di Simpang Puncak Bengkalis Dibekuk Polisi
Keluhan serupa disampaikan Andi, salah seorang pengendara roda empat yang turut mengantre untuk mendapatkan solar. Ia mengaku heran setelah melihat sejumlah kendaraan melakukan pengisian BBM lebih dari sekali dalam sehari.
"Biasa kendaraan itu menggunakan pelat nomor palsu dan pelatnya dikasih stiker berwarna hitam. Sehingga tidak terlihat nomor pelat mobilnya," ujarnya.
Andi berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait.
Baca Juga: Kasat Reskrim Polres Siak Raja Kosmos: Kami Tetapkan 4 Tersangka Karhutla di 3 Kecamatan
Menurutnya, jika memang terdapat kendaraan yang melakukan pengisian berulang untuk kemudian menjual atau menyalurkan kembali BBM, hal itu perlu ditelusuri agar tidak merugikan masyarakat yang juga membutuhkan solar untuk kegiatan sehari-hari.
Panjang antrean bio solar di sejumlah SPBU tersebut juga menjadi perhatian karena kendaraan yang mengantre sebagian berada di bahu hingga badan jalan.
Kondisi ini selain membuat pengendara harus menunggu lama, juga dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas di ruas Jalan Soekarno-Hatta.
Baca Juga: LENS-ART Hadirkan Inovasi Pembelajaran Visual untuk Tingkatkan Literasi Siswa Disabilitas di Kampar
Masyarakat berharap pengawasan terhadap penyaluran bio solar di SPBU dapat diperketat.
Pengendara juga meminta agar setiap kendaraan yang melakukan pengisian BBM bersubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku, sehingga distribusi BBM dapat tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan antrean yang berkepanjangan.
Editor : M. Erizal