Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Pekanbaru Tersisa 3 Km

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:00 WIB
Kabut asap di Pekanbaru dirasakan oleh masyarakat sejak pukul 05.00 hingga 09.00 WIB yang membuat banyak pengendara motor dan pejalan kaki merasakan udara tidak sehat dan gangguan jarak pandang bagi pengendara.(Prapti Dwi Lestari/Riaupos.co)
Kabut asap di Pekanbaru dirasakan oleh masyarakat sejak pukul 05.00 hingga 09.00 WIB yang membuat banyak pengendara motor dan pejalan kaki merasakan udara tidak sehat dan gangguan jarak pandang bagi pengendara.(Prapti Dwi Lestari/Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap tipis telah terjadi selama dua pekan terakhir. Namun, Rabu (9/9/2026) pagi Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap yang cukup pekat sehingga membuat jarak pandang pengendara terbatas.

Pantauan Riau Pos, di Jalan Jenderal Sudirman terlihat kabut putih menelan semua bangunan pencakar langit Kota Pekanbaru sehingga sulit dilihat.

Kabut asap di Pekanbaru, dirasakan oleh masyarakat sejak pukul 05.00 hingga 09.00 WIB yang membuat banyak pengendara motor dan pejalan kaki merasakan udara tidak sehat dan gangguan jarak pandang bagi pengendara.

 Baca Juga: 57 Satuan Pendidikan di Rohul Direvitalisasi, Dapat Kucuran Anggaran Rp38,1 Miliar

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks kualitas udara Pekanbaru Kualitas udara di Kota Pekanbaru berada pada kategori Tidak Sehat dengan konsentrasi partikulat halus PM 2.5 mencapai sekitar 105,4 hingga 112,8 µg/m³ pada pukul 05.00 wib pagi hari dan masuk pada kategori Tidak Sehat

Kondisi ini bertahan di pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 112,8 µg/m³, yang masih menunjukkan kualitas udara di Pekanbaru masih dalam kategori Tidak Sehat.

Kualitas udara di Pekanbaru yang masih terus mengalami perubahan akibat tiupan angin yang masih kencang di wilayah Pekanbaru. Kondisi ini menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

 Baca Juga: Kolaborasi Pemko Dumai Bersama Tanoto Foundation, Perkuat Pengasuhan dan Stimulasi Dini 1.000 HPK

Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, berdasarkan pantauan dari pengamatan vis di stamet  pagi ini masih dengan kondisi asap dengan jarak pandang berkisar antara 2,5-3 km. Hal ini dikarenakan masih tingginya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Pulau Sumatera yang menyebabkan angin berembus kencang ke arah Kota Pekanbaru dan menyebabkan kualitas udara masih memburuk serta kabut asap yang kian pekat.

"Memang kondisi asap di Pekanbaru hari ini mulai pekat dengan jarak pandang berkisar antara 2.5-3 km saja," katanya.

 

Diungkapkannya untuk jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau masih belum mengalami penurunan dari sebelumnya berkisar 117 titik panas kini naik mencapai 150 hotspot , sedangkan jumlah hotspot di Pulau Sumatera secara keseluruhan mencapai 1.607 titik. Yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.038 titik. Setelah Riau menyusul Jambi 135 titik, Bangka Belitung 85 titik, Lampung 73 titik, , Kepulauan Riau 57 titik, Sumatera Barat 40 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Bengkulu 6 titik.

"Untuk sebaran titik panas di Riau ada di Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Lalu, Kabupaten Bengkalis dengan 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Kota Dumai, Siak 10 titik,  9 titik, Pelalawan 8 titik, Kuantan Singingi 7 titik, Kampar 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, dan Rokan Hulu 1 titik, serta Kepulauan Meranti 1 titik," tegasnya.(ayi)

Editor : Edwar Yaman
kabut Asap bmkg pekanbaru pekanbaru jarak pandang