PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Masih pekatnya kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan Pulau Sumatera membuat kualitas udara di Pekanbaru masih buruk, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) PM2.5 yang merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Dimana pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru menunjukkan peningkatan cukup signifikan mencapai 112,8 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.
Baca Juga: Rohil Dukung Pembentukan Provinsi Riau Pesisir, Surat Rekomendasi Diserahkan
Memasuki pukul 14.00 wib kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru mencapai 110.8 µg/m3 dengan kategori Tidak Sehat
Kualitas udara di Pekanbaru kian memburuk hingga pukul 17.00 WIB konsentrasi berada di kisaran 135,7 µg/m³. Hampir menyentuh ambang batas kategori Tidak Sehat menuju kategori Sangat Tidak Sehat dengan warga zona merah.
Menurut Forecaster on duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi Siregar . Berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru sejak pukul 17.00 wib jumlah titik panas di Provinsi Riau kembali membara dengan 245 hotspot. Jumlah ini turut menyumbang total titik panas di wilayah Sumatera yang ikut melonjak menjadi 2.223.
Baca Juga: Hotspot di Inhu Masih Tertinggi di Riau, Kapolres dan Dandim Bermalam di Lokasi Karhutla
Dimana Provinsi Sumatera Selatan masih mendominasi ribuan titik panas di Pulau Sumatera dengan menyumbang 1.384 hotspot, sedangkan Provinsi Riau menjadi Provinsi kedua di Sumatera yang menyumbang sebanyak 245.
disusul Provinsi Jambi dengan 189 titik panas, Provinsi Bangka Belitung 176, Aceh 12, Bengkulu 9, Lampung 94, Sumatera Barat 39, Sumatera Utara 8, dan Provinsi Kepulauan Riau 67 titik panas.
Untuk sebaran titik panas di Provinsi Riau masih didominasi Kabupaten Indragiri Hulu 104, disusul Kabupaten Siak 29 titik panas, Kabupaten Kepulauan Meranti 27 titik panas,Kabupaten Indragiri Hilir 25 titik panas, Kabupaten Bengkalis 15, Kabupaten Kampar 3, Kabupaten Kuantan Singingi 11, Kabupaten Pelalawan 17, Kabupaten Rokan Hilir 1, Kabupaten Rokan Hulu 1, da Kota Dumai 12 titik panas.
Baca Juga: Polda Riau Silaturahmi ke Redaksi Riau Pos, Bahas Kolaborasi Informasi dan Karhutla
Masih tingginya jumlah titik panas di Provinsi Riau turut membuat sejumlah daerah masih diselimuti kabut asap yang cukup tebal sehingga menganggu jarak pandang.
Visibility Pekanbaru hanya berkisar 3 KM (Asap) ,Rengat 4 KM (Asap), Pelalawan 3 KM (Asap), Tambang 4 KM (Asap).
"Masyarakat di Pekanbaru diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di luar rumah dapat menjadi langkah pencegahan ketika kualitas udara memburuk,"katanya.
Editor : M. Erizal