PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ajang bergengsi Riau Pos-Honda Student Basketball League (HSBL) 2026 Pekanbaru Series segera bergulir. Kompetisi bolabasket antar pelajar tingkat SMP dan SMA ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, 12-19 September 2026, di GOR Tribuana Pekanbaru.
Tahun ini, penyelenggaraan HSBL Pekanbaru Series menghadirkan inovasi dengan menambah kategori Junior HSBL khusus pelajar tingkat SMP atau sederajat. Penambahan kategori tersebut menjadi salah satu upaya memperluas ruang bagi pelajar usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan potensi di cabang olahraga bola basket.
Sebanyak 46 tim dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Rinciannya, 22 tim akan bersaing pada kategori putra SMA, 13 tim putri SMA, serta 11 tim putra SMP yang akan tampil di kategori Junior Riau Pos-HSBL.
Promotion Section Head PT Capella Dinamik Nusantara, Haryanto Budhiman, mengatakan secara umum format pertandingan HSBL untuk kategori SMA tahun ini masih sama seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Datangi Kejari, Komjak RI Cek Tindak Lanjut Aduan Masyarakat
Namun, pihaknya melakukan pengembangan dengan menghadirkan kelas junior untuk tingkat SMP.
“Tahun ini HSBL masih berlangsung dengan format yang sama seperti tahun lalu untuk kategori SMA. Namun yang berbeda, tahun ini kami menambahkan satu kelas, yakni kelas junior untuk level SMP atau sederajat, tetapi hanya untuk tim putra saja,” ujarnya, Rabu (9/9).
Menurut Haryanto, keputusan menambah kategori junior tidak terlepas dari tingginya minat pelajar SMP terhadap olahraga bola basket.
Selama ini, minat tersebut dinilai cukup besar sehingga diperlukan wadah kompetisi yang mampu menampung sekaligus mengembangkan potensi para pemain muda.
“Di sini kami akan mencoba, minat di SMP ini cukup besar, cukup luas. Dan juga menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh junior,” katanya.
Baca Juga: 21 Puskesmas Pekanbaru Diaktifkan, Pemko Perkuat Perlindungan Warga dari Kabut Asap
Meski demikian, kategori Junior HSBL untuk tahun ini baru diperuntukkan bagi tim putra. Haryanto menyebut pihaknya belum dapat merealisasikan kategori serupa untuk tim putri. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan pada penyelenggaraan berikutnya.
“Kami belum bisa merealisasikan semuanya untuk putri juga. Tetapi kami mencoba sebagian dulu, yakni untuk tim putra dulu. Tetapi ini khusus untuk Pekanbaru Series,” jelasnya.
Lebih jauh, Haryanto menyebut keberadaan HSBL memiliki posisi penting sebagai kompetisi bolabasket antar pelajar yang memberikan ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Baca Juga: Jarak Pandang Hanya 3 hingga 4 Km Kabut Asap Makin Pekat
Ia mengatakan, secara konsep HSBL memiliki kemiripan dengan kompetisi pelajar bola basket lainnya, seperti Development Basketball League (DBL), namun penyelenggaraannya memiliki cakupan dan karakter tersendiri.
HSBL Pekanbaru Series secara khusus menjadi kompetisi untuk pelajar di Kota Pekanbaru. Sementara untuk daerah lainnya, penyelenggaraan HSBL dilakukan melalui series di masing-masing kabupaten/kota.
“Seperti yang sudah kita tahu bahwa HSBL itu hampir sebanding dengan DBL. Hanya saja HSBL itu Series Pekanbaru, sementara DBL itu di Riau Series. Sementara HSBL itu Series Pekanbaru dan untuk series lainnya, per kabupaten kita laksanakan,” ungkapnya.(dof)
Editor : Arif Oktafian