PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pagi itu, suasana sekolah di Kota Pekanbaru kembali ramai. Setelah sempat belajar di rumah selama beberapa hari akibat kondisi udara yang tidak sehat, para siswa SD dan SMP kembali mendatangi sekolah, Kamis (10/9/2026).
Namun, ada pemandangan berbeda di hari pertama mereka kembali ke sekolah. Masker menutupi wajah hampir setiap siswa yang datang. Sejak pagi, mereka sudah mengenakannya untuk melindungi diri dari paparan asap yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru.
Di SDN 191 Pekanbaru, para siswa terlihat berjalan memasuki lingkungan sekolah dengan masker terpasang. Tak hanya siswa, guru juga mengenakan masker saat mendampingi proses pembelajaran.
Baca Juga: Mitsubishi Destinator Rayakan 1 Tahun di Indonesia Lewat Gebyar Auto Show Destinator Anniversary
Masker tetap dikenakan ketika pelajaran berlangsung di dalam kelas. Meski membuat sebagian siswa merasa kurang nyaman, mereka memahami bahwa perlindungan tersebut diperlukan agar tetap bisa belajar dengan aman di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik.
"Tadi pagi waktu belajar pakai masker, supaya tidak menghirup asap dan napas tetap sehat," ungkap Ari, siswa SDN 191 Pekanbaru.
Bagi Ari dan teman-temannya, menggunakan masker kini menjadi bagian dari aktivitas sekolah. Saat jam belajar, masker harus tetap terpasang. Namun, ketika bel pulang tiba dan mereka meninggalkan lingkungan sekolah, sebagian siswa memilih melepasnya.
Baca Juga: Inspeksi Khusus Keuangan Kejagung di Riau, Pengelolaan Anggaran Kejari Pekanbaru Dinilai Akuntabel
"Mau pulang sekolah dilepas saja maskernya. Tadi pagi dan di dalam kelas pakai masker," ujar Iman, siswa lainnya.
Pemandangan serupa terlihat di SMPN 42 Pekanbaru. Para siswa datang ke sekolah dengan masker. Di dalam kelas pun masker masih menjadi bagian dari perlengkapan mereka selama mengikuti pembelajaran.
Sebagian siswa, menggunakan masker sepanjang proses belajar bukan hal yang mudah. Rasa kurang nyaman dan napas yang terasa lebih terbatas harus mereka rasakan demi mengurangi risiko menghirup asap.
Baca Juga: Dinkes Kampar Siagakan Faskes Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla
"Pakai masker sedikit kurang nyaman. Belajar di ruang kelas jadi bernapas kurang leluasa," kata Darma, siswa SMPN 42 Pekanbaru lainnya.
Meski demikian, para siswa tetap mengikuti pembelajaran. Mereka mencoba beradaptasi dengan kondisi yang ada, sembari berharap kabut asap segera menghilang dan suasana sekolah kembali normal seperti biasanya. "Semoga asap cepat hilang," ujar Yuninda, siswa lainnya.
Kembalinya siswa ke sekolah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru di tengah kondisi kualitas udara yang masih menurun.
Baca Juga: Setelah 3 Hari PJJ, Besok Siswa se-Rohul Kembali Masuk Sekolah
Mulai Kamis (10/9/2026), proses belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka terbatas. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/32/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru yang ditetapkan pada 9 September 2026.
Dalam pelaksanaannya, seluruh warga sekolah diwajibkan menggunakan masker. Sekolah juga diminta mengutamakan kegiatan pembelajaran di dalam kelas serta membatasi aktivitas di luar ruangan.
"Seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker. Kemudian kegiatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas dan aktivitas di luar ruangan dibatasi," jelas Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal. (ilo)
Editor : M. Erizal