PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan berakhir di Riau belum juga nampak. Api masih membara di empat daerah, yakni di Kabupaten Bengkalis, Dumai, Siak, dan Indragiri Hulu (Inhu).
Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera hingga saat ini masih melakukan operasi pemadaman di empat daerah ini.
“Tim Manggala Agni masih melaksanakan operasi pemadaman di beberapa lokasi karhutla yang sampai saat ini belum padam,” ujar Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, kemarin.
Ia mengatakan, operasi pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan personel sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi. Di wilayah operasi Daops Dumai, penanganan karhutla berlangsung di tiga lokasi.
Baca Juga: Kejagung Periksa Pengelolaan Keuangan Kejari Pekanbaru
Di Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, tim menangani kebakaran yang sudah memasuki hari kedua. Lokasi tersebut merupakan lahan masyarakat dan saat ini masih dalam kondisi belum padam.
Kemudian di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, kebakaran telah berlangsung selama tujuh hari. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare (ha).
Sementara itu, kebakaran yang berada di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, memasuki hari keenam penanganan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 40 ha dan berada di area penggunaan lain (APL).
Kondisi api hingga Kamis (10/9) siang masih belum padam. “Untuk lokasi yang masih terbakar, personel tetap kita fokuskan pada upaya pemadaman dan pengendalian agar api tidak terus meluas,” ujar Ferdian.
Baca Juga: Wajibkan Warga Sekolah Pakai Masker Usai PJJ, PTM Diberlakukan
Di Daops Siak, operasi pemadaman dilakukan di dua lokasi. Di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, penanganan memasuki hari kedua. Lokasi yang berada di APL tersebut sudah masuk tahap mopping up atau pendinginan dan pengecekan kembali terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api.
Sedangkan di Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun, kebakaran telah memasuki hari kelima. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 18 hae. Sebanyak dua regu dikerahkan dan kondisi di lokasi masih belum padam.
Sementara di wilayah kerja Daops Rengat, satu lokasi karhutla masih menjadi perhatian, yakni di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kebakaran di lokasi tersebut telah memasuki hari ke-14 dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 20 ha.
Ferdian mengatakan lamanya penanganan di sejumlah lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, terutama ketika kondisi lapangan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang.
Baca Juga: Murid Sekolah di Kota Pekanbaru Belajar Pakai Masker di Tengah Kabut Asap
“Penanganan di lapangan terus dilakukan sampai api benar-benar padam. Setelah pemadaman, tim juga melakukan pengecekan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” katanya.
Ia menegaskan personel Manggala Agni akan terus memantau lokasi-lokasi yang masih terbakar dan melakukan langkah pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke area lainnya.
“Yang paling penting adalah api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Tim di lapangan tetap bekerja melakukan pemadaman sesuai kondisi masing-masing lokasi,” ujar Ferdian.
Perkuat Penanganan di Lahan Gambut
Upaya penanganan karhutla di Kabupaten Pelalawan mendapat penguatan dari Mabes Polri. Asisten Logistik Kapolri (Aslog Kapolri) Irjen Pol Suwondo Nainggolan SIK MH turun langsung mengecek sekaligus memimpin pemadaman karhutla di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kamis (10/9).
Baca Juga: Inspeksi Khusus Keuangan Kejagung di Riau, Pengelolaan Anggaran Kejari Pekanbaru Dinilai Akuntabel
Setibanya di lokasi, Aslog Kapolri bersama rombongan melakukan pengecekan terhadap titik api dan kondisi lahan yang terbakar. Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan Formula X-Fire Polri yang dipimpin langsung oleh Aslog Kapolri.
Dalam kegiatan tersebut Formula X-Fire digunakan sebagai salah satu dukungan operasional Polri dalam penanganan karhutla, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan dan pendinginan secara lebih optimal.
Dengan dukungan personel, peralatan serta Formula X-Fire, penanganan karhutla di Pelalawan diharapkan dapat dilakukan lebih efektif, terutama terhadap kebakaran di kawasan lahan gambut.
Aslog Polri Irjen Suwondo Nainggolan mengatakan, Polri mengirimkan sebanyak 300 jeriken Formula X-Fire, dengan kapasitas 20 liter setiap jeriken. Dengan demikian, total formula yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 liter.
Aslog Polri mengatakan, pengiriman Formula X-Fire merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional Polri kepada jajaran di daerah dalam menghadapi ancaman karhutla.
Baca Juga: Integrasi Alur Layanan 3-2-5, IPPAT dan ATR/BPN Pekanbaru Percepat Layanan Pertanahan 10 Hari
“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” terangya.
Formula X-Fire merupakan inovasi zat cairan pemadam yang dikembangkan Slog Mabes Polri bersama Korps Brimob dan sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Dalam penerapannya, Formula X-Fire dicampurkan dengan air menggunakan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran. Formula tersebut disebut berbahan dasar CPO dan tepung tapioka.
Penggunaan formula ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dalam proses pemadaman, terutama pada medan yang sulit dijangkau petugas. Selain itu, metode penyemprotan dilakukan menggunakan teknik spiral, yakni penyiraman dimulai dari bagian luar kawasan yang terbakar dan dilakukan secara bertahap menuju titik api utama Teknik tersebut bertujuan untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan di kawasan terdampak. Dalam penerapannya di lahan gambut, Formula X-Fire disebut mampu membantu penetrasi hingga lapisan gambut yang terbakar.
123 Titik Panas Muncul, 100 di Inhu
Lonjakan titik panas terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu, Kamis (10/9). Forecaster on Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengatakan, pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru terdapat 123 titik panas di Riau.
Baca Juga: Wako Agung Raih Empat Penghargaan Internasional IMT-GT, Diserahkan Mendagri Tito
Dari jumlah ini, 80 persen ada di Inhu yakni 100 titik. Sedangkan 23 titik panas lainnya tersebar di Indragiri Hilir 9, Kepulauan Meranti 6, Bengkalis 5, Pelalawan 2, dan Kampar 1. Sementara itu, untuk titik panas di wilayah Sumatera masih cukup tinggi sebanyak 1.179.
Sebaran titik panas terbanyak ada di Provinsi Sumatera Selatan berkisar 721. Disusul Bangka Belitung 124, Lampung 90, Jambi 89, Kepulauan Riau 22, Sumatera Utara 5, Sumatera Barat 4, dan Bengkulu 1.
“Masih tingginya titik panas di Riau turut membuat sejumlah daerah masih diselimuti kabut asap yang cukup tebal sehingga menganggu jarak pandang. Visibility Pekanbaru hanya berkisar 5 kilometer (km), Rengat (Inhu) 5 km, Pelalawan 5 kilometer, Tambang (Kampar) 4 kilometer,” jelasnya.
Di sisi lain, cuaca di Riau pada malam hari didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah. Sementara pada dini hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Kampar, dan Dumai.
Inhu Terapkan PJJ Secara Menyeluruh
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) kembali memperpanjang masa pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring Kamis (10/9). Pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka selanjutnya, masih melihat perkembangan kualitas udara pada Jumat (11/9) hari ini.
Baca Juga: Akhir September, Kabel Semrawut di Jalan Ronggo Warsito Harus Diturunkan
Perpanjangan PJJ kali ini masih akibat kualitas udara tidak sehat. Bahkan, penerapan PJJ kali ini untuk satuan pendidikan di semua wilayah di Kabupaten Inhu. Padahal, Selasa (89) dan Rabu (9/9), hanya untuk 7 dari 14 kecamatan yang ada di daerah itu.
Pelaksan Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu Joni Maryanto mengatakan, perpanjangan ini sudah dituangkan dalam surat edaran yang ditanda tangani langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto pada 9 September 2026.
“Surat edaran tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat kebakaran hutan dan lahan sudah kami sampaikan kepada kepala satuan pendidikan setiap tingkatan,” ujarnya, Kamis (10/9).
Kepada satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama dan kementerian/lembaga lainnya di Kabupaten Inhu, diimbau untuk dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara. Selian itu, memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Baca Juga: SriTi Komitmen Berdayakan Perempuan Tionghoa
“Surat itu juga mengacu kepada edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI nomor 20 tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di daerah terdampak asap Karhutla,” bebernya.
PJJ Terbatas di Siak
Disdik Siak meliburkan anak didik TK/PAUD/KB, dan SD kelas 1 sampai kelas 3 sederajat dan menerapkan PJJ. Demikian dikatakan Kadisdik Siak Romy Lesmana Dermawan. ‘’Sedangkan untuk SD kelas 4 sampai kelas 6 dan SMP kelas 1 sampai kelas 3 sederajat mengikuti pembelajaran tatap muka,’’ ujarnya.
Untuk pembelajaran tatap muka ini, disebutkan Kadisdik Romy, dilakukan penyesuaian jam pelajaran. “PJJ berlaku mulai Kamis (10/9) sampai Jumat (11/9). Untuk Senin (14/9) mendatang, akan dibahas dalam rapat evaluasi Ahad (13/9) malam Hal ini kami lakukan, karena jerubu masih menyelimuti Kabupaten Siak,” ujarnya.
Orang tua murid Zizi, mengaku lega diberlakukannya PJJ sebab kabut asap berdampak tidak baik bagi putrinya bernama Rasyidah yang duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar. “Anak saya sangat semangat pergi ke sekolah, namun PJJ memberikan pengalaman baru baginya,” ucap Zizi.
Sekolah di Rohul Kembali Tatap Muka
Setelah tiga hari menerapkan PJJ akibat kabut asap, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), Jumat (11/9) hari ini. Namun, sekolah diminta tetap waspada dengan membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengimbau peserta didik menggunakan masker.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Rohul Nomor 25 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Rohul. Dalam SE tersebut, pembelajaran mulai 11 September kembali dilaksanakan secara tatap muka di satuan pendidikan masing-masing.
Bupati Rohul Anton ST MM melalui Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Rohul Alreza Ahyu mengatakan, berkurangnya kabut asap setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah Rohul menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mengakhiri PJJ.
Baca Juga: SriTi Komitmen Berdayakan Perempuan Tionghoa
“Sehubungan dengan telah berkurangnya kabut asap akibat turunnya hujan di sejumlah kecamatan, mulai besok (hari ini, red), satuan pendidikan se-Rohul mulai PAUD/TK hingga SMP negeri dan swasta kembali aktif melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah,” ujarnya.
Plt Bupati Kuansing Imbau Salat Istiaka
Wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) empat diguyur hujan ringan, Kamis (10/9) dinihari. Seperti di Desa Sawah, Seberang Taluk, kawasan Telukkuantan dan sekitarnya, Sentajo, serta Benai. Namun di daerah Kelurahan Sungai Jering, hanya diguyur gerimis beberapa menit.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing H Muklisin mengimbau masyarakat Kuansing untuk melaksanakan Salat Istiska atau salat meminta hujan secara serentak, Jumat (11/9) hari ini.
Baca Juga: Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Series Hadirkan Inovasi
“Saat ini beberapa wilayah terdampak kekeringan. Oleh karena itu, kami mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat Kuansing untuk bersama-sama melaksanakan Salat Istiska,” ujarnya (sol/ayi/amn/kas/mng/epp/dac/das)
Editor : Arif Oktafian