Sekolah Terbatas Gunakan Masker, Wako Agung Siapkan PJJ Tiga Hari jika Udara Tak Membaik

M Ali Nurman • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:19 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho. (Istimewa)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutuskan kegiatan belajar mengajar tatap muka tetap dilaksanakan pada Senin (14/9/2026), meski kualitas udara Kota Pekanbaru belum sepenuhnya membaik akibat kabut asap. 

Namun, seluruh sekolah diminta menerapkan sejumlah penyesuaian untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan murid. Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyampaikan keputusan tersebut setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat membahas kondisi kualitas udara pada Ahad (13/9/2026) malam.

Dalam keputusan tersebut, seluruh murid diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Aktivitas pembelajaran di luar ruangan juga ditiadakan, bahkan murid diminta tidak melakukan kegiatan belajar di luar kelas.

Baca Juga: Semakin Ketat, Saling Adu Strategi di Hari Kedua HSBL 2026 Pekanbaru Series

Selain itu, waktu pembelajaran tatap muka pada Senin dibatasi hingga pukul 12.00 WIB. Kepala sekolah diberikan kewenangan untuk memulangkan murid lebih awal apabila kondisi kualitas udara di sekitar sekolah memburuk.

"Saya ingin mengumumkan bahwa hari Senin kita tetap melaksanakan sekolah. Namun tentu dengan menggunakan masker dan mengurangi bahkan melarang anak-anak untuk belajar di luar ruangan kelas," lanjutnya, Senin (14/9/2026).

Wako Agung menjelaskan, keputusan untuk tetap membuka sekolah pada Senin diambil dengan mempertimbangkan hasil rapat dan sejumlah indikator kualitas udara yang menunjukkan kondisi belum cukup baik. Namun, terdapat pula indikator yang memberikan harapan bahwa kualitas udara Pekanbaru berpotensi membaik pada Senin pagi.

Baca Juga: Menyibak Lancang Kuning

"Kami sudah menggelar rapat tadi malam. Beberapa indikator menunjukkan bahwa kualitas udara memang tidak cukup baik. Namun beberapa indikator tersebut juga memperlihatkan Senin pagi ada harapan kualitas udara Pekanbaru semakin membaik," katanya.

Karena itu, Pemko Pekanbaru memilih untuk tetap memantau perkembangan kualitas udara secara langsung sepanjang Senin sebelum mengambil keputusan pembelajaran untuk hari-hari berikutnya.

Agung menegaskan, apabila kualitas udara tidak mengalami perbaikan hingga Senin siang, maka kegiatan belajar mengajar pada Selasa, Rabu, dan Kamis akan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga: Cari Kerja di Rohul, Job Fair 2026 Segera Dibuka, Perusahaan Diminta Bawa Informasi Lowongan

"Jika Senin siang kualitas udara tidak juga membaik, maka hari Selasa, Rabu, dan Kamis kita akan melakukan pembelajaran jarak jauh," tegasnya.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk kehati-hatian Pemko Pekanbaru dalam menyikapi persoalan kabut asap. Pemerintah tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan data dan kondisi udara yang terukur di lapangan.

Menurut Agung, pemerintah sangat memahami kekhawatiran para orang tua terhadap kesehatan anak-anak yang harus beraktivitas di tengah kondisi kualitas udara yang belum ideal. Namun, setiap keputusan harus mempertimbangkan keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan dan perlindungan kesehatan murid.

Baca Juga: Kades dan Lurah di Inhu Dilarang Terbitkan SKGR di Bekas Lahan Terbakar

Untuk itu, kepala sekolah diberikan keleluasaan memantau kondisi udara di lingkungan masing-masing. Apabila terjadi penurunan kualitas udara yang signifikan, sekolah dapat mengambil langkah memulangkan murid lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.

"Untuk itu kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa kami sampaikan Pemerintah Kota Pekanbaru sangat peka sekali, sangat peduli sekali tentang kesehatan anak-anak kita," ujar Agung.

Ia menegaskan, kesehatan anak-anak menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang diambil Pemko Pekanbaru. Meski demikian, pemerintah juga perlu memastikan bahwa keputusan yang dikeluarkan benar-benar berdasarkan kondisi objektif dan tidak terburu-buru.

Baca Juga: Sempat Berupaya Dilarikan Pelaku, Dua Rakit PETI di Sungai Kuantan Dibakar. Pelaku Kabur

"Namun Bapak-Ibu sekalian, kami mengambil keputusan ini karena juga harus mempertimbangkan bagaimana tentang kondisi udara yang ada di Kota Pekanbaru agar tidak secepatnya untuk memberikan keputusan tanpa mempertimbangkan melakukan pembelajaran jarak jauh," jelasnya.

Agung meminta pengertian para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat Pekanbaru terhadap keputusan tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memantau perkembangan kualitas udara agar langkah yang diambil pemerintah benar-benar tepat dan terbaik bagi masyarakat. "Kami mohon pengertiannya dan mari sama-sama kita pantau agar keputusan ini lebih tepat, lebih baik untuk masyarakat Kota Pekanbaru," pungkasnya.

Editor : Rinaldi
sekolah di pekanbaru libur rencana pjj gunakan masker Wako Agung Nugroho Sekolah libur akibat asap