Kabut Asap Tebal, Aktivitas Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal

Siti Azura • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIB
Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Dok Riaupos.co)
Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Dok Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap tebal terus-menerus menyelimuti Kota Pekanbaru. Senin pagi (14/9/2026), asap begitu pekat membatasi jarak pandang. Meski begitu, operasional di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru berjalan normal.

Hal itu diungkap oleh General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad. "Kondisi terkini hari Senin 14 September 2026 Pukul 09.13 WIB di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru jarak pandang (Visibility) berada pada angka 3.700-4.000 meter," ujarnya.

Adapun jarak pandang minimum ialah 800 meter hingga 1.000 meter atau 1 kilometer, tergantung pada jenis pesawat, kesiapan maskapai, serta kategori instrumen navigasi yang digunakan. "Saat ini status operasional aktivitas penerbangan berjalan lancar, aman dan normal," lanjutnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Bertahan di Level Tidak Sehat, Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan

Sebelumnya, Ahad (13/9/2026), pesawat Lion Air JT292 yang terbang dari Jakarta menuju Pekanbaru gagal mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (Bandara SSK II Pekanbaru). Pesawat Boeing 737-900ER itu sempat memasuki wilayah udara Pekanbaru dan melakukan beberapa kali putaran sebelum akhirnya meninggalkan area bandara dan terbang menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Info dari Tower bahwa pesawat Lion divert to BTH karena jarak pandang/visibility rendah ketika pesawat mau landing (insight the runway at minimum 400 ft)," ujarnya. Informasi tersebut menjadi dasar pesawat JT292 tidak meneruskan proses pendaratan di Pekanbaru. Demi keselamatan penerbangan, pesawat kemudian diarahkan menuju Batam.

Mengacu pada pantauan Flightradar24, Lion Air JT292 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, sekitar pukul 05.32 WIB. Pesawat diperkirakan tiba di Pekanbaru sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, setelah mendekati Bandara SSK II, pesawat tidak langsung mendarat dan sempat berputar di udara.

Baca Juga: Naik Lagi, 42 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau 

Setelah beberapa kali holding, pesawat kemudian mengubah arah penerbangan dan melanjutkan perjalanan menuju Batam. Pada waktu yang tidak jauh berbeda, pesawat Citilink rute Jakarta-Pekanbaru juga sempat melakukan holding di wilayah udara Pekanbaru.

Citilink akhirnya dapat melanjutkan pendekatan dan mendarat di Bandara SSK II. Sementara JT292 memilih mengalihkan pendaratan ke Batam karena kondisi jarak pandang yang belum mendukung. Kondisi visibility menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam proses pendaratan.

Editor : Rinaldi
bandara ssk ii pekanbaru kabut Asap jarak pandang