Antrean Panjang Pengisian BBM di SPBU Masih Terjadi, Dewan: Pertamina Jangan Tutup Mata

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:43 WIB
FAISAL ISLAMI. (JPG)
FAISAL ISLAMI. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terjadi pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini mendapat perhatian wakil rakyat. Antrean yang sudah berlarut-larut harus segera diakhiri.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami meminta Pertamina tidak menutup mata terhadap persoalan antrean solar ini. Ia mendesak perusahaan plat merah itu segera turun untuk melihat langsung kondisi antrean solar yang disebut terjadi hampir setiap hari.

Faisal menyayangkan, antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga malam dan tak jarang memenuhi badan jalan. ‘’Hampir tiap hari, pagi, siang, malam sudah ada truk-truk antre mau isi solar. Ada yang sudah lama antre tapi tidak kebagian sampai rela menginap mereka. Tentu kita bertanya-tanya, sebenarnya ada apa? Pertamina jangan tutup mata,’’ tegas Faisal, Rabu (16/9).

Baca Juga: 1.276 SPPG Lagi Dihentikan Sementara

Menurut Faisal, kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Selain menyulitkan pengemudi truk, antrean yang memanjang hingga badan jalan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas.

Politisi NasDem inipun mengaku heran, mengapa persoalan antrean solar terus berulang hampir setiap hari. Ia meminta pihak terkait segera mencari akar persoalan dan tidak membiarkan masyarakat terus menghadapi kondisi tersebut.

‘’Kondisi antrean BBM solar itu tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Jujur kita muak juga melihat itu tiap hari. Begitu terus dibiarkan tak ada perubahan, yang ada makin parah. Jangan bikin masyarakat kecewa,’’ tegasnya.

Baca Juga: Dampak Pencemaran Udara, Tiga RTH di Pekanbaru Ditutup Sementara

Faisal menekankan, Pertamina perlu melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting agar persoalan antrean solar tidak terus berulang tanpa kejelasan.

‘’Pertamina harus melek. Daerah kita Provinsi Riau itu kaya akan minyak tapi masyarakatnya dibikin kesusahan mau isi minyak. Mau sampai kapan antrean BBM ini berakhir,’’ tegasnya.

Faisal berharap Pertamina segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan dan distribusi solar berjalan dengan baik, sehingga antrean panjang tidak lagi terjadi setiap hari.

Baca Juga: Kalah Prapid, Perkara Pemerasan Larsen Yunus Segera Disidang

Dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM di Riau saat ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Sales Area Retail Riau terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan memperhatikan perkembangan konsumsi di masing-masing wilayah, sehingga penyaluran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga, Wilson Eddi Wijaya mengaku juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, guna memastikan distribusi BBM dapat berjalan optimal. Koordinasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Koordinasi terus kami lakukan, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga bersama pemerintah kabupaten dan kota. Karena masing-masing wilayah memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda, kami perlu melihat bagaimana penyaluran BBM dapat berlangsung secara optimal di seluruh 12 kabupaten/kota di Riau,” lanjut Wilson.

Baca Juga: Warga Pekanbaru Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan langkah optimalisasi penyaluran akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Monitoring stok, evaluasi konsumsi, penyesuaian pasokan, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Riau.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak serta bersama-sama mendukung kelancaran distribusi energi dengan melakukan pembelian sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang memerlukan informasi maupun menyampaikan pengaduan terkait pelayanan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Pantauan Riau Pos, antrean kendaraan untuk mendapatkan solar masih terjadi di sejumlah SPBU kawasan pinggiran Kota Pekanbaru. Salah satunya terlihat di SPBU yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution ujung. Antrean kendaraan hingga ke tepian badan jalan terjadi hampir setiap hari, didominasi kendaraan truk, minibus hingga kendaraan pribadi.

Baca Juga: Sempat Berputar-putar di Langit Pekanbaru, Citilink QG936 dari Jakarta Akhirnya Mendarat di SSK II

Kondisi tersebut membuat ruang badan jalan menjadi lebih sempit. Arus lalu lintas di sekitar SPBU pun ikut terganggu, terutama ketika jumlah truk yang mengantre cukup banyak. Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan solar. 

Bahkan, tidak semua kendaraan yang sudah mengantre akhirnya mendapatkan BBM tersebut. “Antrean setiap hari, terkadang tak kebagian solar juga,” kata Usman, seorang pengendara yang ditemuai Riau Pos, Rabu (16/9).

Menurutnya, kondisi antrean tersebut bukan hanya terjadi sekali. Pengendara sudah terbiasa melihat kendaraan antre di SPBU tersebut, khususnya kendaraan angkutan dan truk. Sementara itu, petugas SPBU tersebut, Ariska, membenarkan antrean solar memang terjadi setiap hari. “Solar ada, tiap hari memang lebih banyak antre,” ujar Ariska.(end/azr/ilo)

 

Editor : Arif Oktafian
Antrean Solar SPBU Pertamina Sumbagut antrean bbm di spbu pertamina jangan tutup mata dprd pekanbaru