Masker Disebar di Titik Publik, Pemko Pastikan Stok Cukup di Pekanbaru

M Ali Nurman • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB
Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin membagikan masker di Pasar Cik Puan, baru-baru ini. (ISTIMEWA)
Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin membagikan masker di Pasar Cik Puan, baru-baru ini. (ISTIMEWA)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan ketersediaan masker dan obat-obatan bagi masyarakat di tengah kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Masker tidak hanya disiapkan di fasilitas kesehatan, tetapi juga didistribusikan ke sejumlah titik publik yang menjadi lokasi aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah melindungi masyarakat dari dampak buruk kualitas udara. Terlebih, berdasarkan pemantauan kualitas udara, kondisi sempat menunjukkan angka yang sangat tinggi dan masuk kategori berbahaya.

Diungkapkan Ami, begitu Sekdako Pekanbaru ini karib disapa, keputusan untuk kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin dan Selasa (21-22/9/2026) juga diambil setelah pemerintah bersama sejumlah pihak melakukan evaluasi terhadap kondisi udara di Pekanbaru.

 Baca Juga: Polres Rohil Turunkan Personel Urai Kemacetan di Perbatasan Riau-Sumut

"Ya, kita bersama dengan Kepala BMKG, ada dokter paru juga, kemudian OPD-OPD terkait, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BMKG, BPBD. Setelah dipimpin langsung oleh Pak Wali, hari ini diputuskan bahwa Senin dan Selasa ini dilakukan PJJ," kata Zulhelmi, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah kondisi udara yang sebelumnya sempat membaik kembali mengalami penurunan. Padahal, setelah hujan lebat yang mengguyur Pekanbaru, pemerintah sempat memperkirakan aktivitas pembelajaran tatap muka sudah dapat kembali dilakukan.

"Memang setelah pekan lalu, kita sudah melihat hujan lebat kemarin alhamdulillah di Pekanbaru. Sepertinya Senin sudah bisa mulai tatap muka lagi. Tapi ternyata tiba-tiba udaranya memburuk," ujarnya.

 Baca Juga: MAN 1 Pekanbaru Kembali Ukir Prestasi di OSN 2026

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena angka kualitas udara yang terpantau cukup tinggi. Ami menyebut, informasi yang diterima pemerintah menunjukkan angka kualitas udara sempat berada di atas 240. Bahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekanbaru melaporkan hasil tangkapan pemantauan pada Minggu malam yang mencapai angka 500.

"Udaranya memburuk sampai diinformasikan 240 lebih. Bahkan Pak Kadis LH menyampaikan tangkapan ISPU dia di jam 20.30 itu sampai dengan angka 500. Artinya itu sudah berbahaya sekali," katanya.

Karena itu, PJJ selama dua hari dipandang sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan sembari pemerintah memantau perkembangan kualitas udara dan potensi hujan.

Zulhelmi menyebutkan, kondisi cuaca pada Senin mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Langit Pekanbaru terlihat lebih cerah dan potensi hujan juga masih ada dalam dua hari ke depan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 Baca Juga: Demi Kesehatan, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan

"Melihat kalau hari ini kelihatan sudah mulai kelihatan awannya biru. Kelihatannya nanti akan bagus. Diinformasikan juga oleh Kepala BMKG kemarin bahwa ada potensi hujan dalam dua hari ini, mungkin hari ini dan besok," jelasnya.

Ia berharap hujan yang turun tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi merata di wilayah Sumatera sehingga dapat membantu menekan kondisi kabut asap yang saat ini dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lain.

Zulhelmi menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru bukan disebabkan oleh adanya titik api di wilayah Kota Pekanbaru. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, terdapat sekitar 22 titik api di Provinsi Riau, namun tidak berada di Pekanbaru.

"Titik api kita tidak ada di Pekanbaru, hanya ada 22 titik se-Riau dan tidak ada di Pekanbaru satu pun. Yang banyak itu di Sumatera bagian selatan, di Sumsel sama di Jambi," katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Zulhelmi, berkaitan dengan arah angin yang membawa asap dari wilayah selatan menuju wilayah utara, termasuk ke Pekanbaru.

"Arah anginnya dari selatan, dari selatan ke utara. Dari tenggara ke tempat kita, jadi menumpuklah asap di kita. Jadi tidak ada titik api di Pekanbaru, tidak ada hotspot di Pekanbaru, tapi asapnya kok banyak? Nah itu, titik apinya bukan di sini, tapi di Sumatera Selatan, di Jambi, yang anginnya dibawa dari arah selatan menuju arah utara," jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru memastikan persediaan masker bagi masyarakat dalam kondisi cukup. Zulhelmi menyebut Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah meminta jajaran terkait memastikan ketersediaan masker maupun obat-obatan.

 Baca Juga: Demi Kesehatan, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan

"Untuk ketersediaan masker, Pak Wali juga sudah memastikan kembali. Kita sudah pastikan juga dengan Dinas Kesehatan bahwa tersedia cukup masker dan juga obat-obatan," ujarnya.

Namun, masker tersebut tidak hanya disiapkan untuk warga yang datang berobat. Pemko juga berupaya mendekatkan distribusi masker ke masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

Zulhelmi mengatakan, pemerintah memahami bahwa tidak semua aktivitas masyarakat dapat dihentikan selama kualitas udara memburuk. Aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan masyarakat di pasar, tetap harus berjalan.

“Kalau untuk, kita sebenarnya menganjurkan untuk jangan beraktivitas di luar ruangan. Kalau beraktivitas di luar ruangan agar memakai masker," katanya.

Menurutnya, pasar menjadi salah satu lokasi yang tidak mungkin begitu saja ditutup. Masyarakat tetap membutuhkan ruang untuk melakukan aktivitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 Baca Juga:  Langgar Ketentuan, Imigrasi Pekanbaru Deportasi WN Malaysia 

"Makanya kemarin kami ke pasar-pasar. Tidak mungkin pasar itu kita tutup. Masyarakat juga kita halang, kita larang keluar untuk beraktivitas, berekonomi kan juga susah," ujarnya.

Karena itu, strategi yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan masker di sejumlah area publik dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi. Distribusi masker dilakukan di pasar, taman, hingga persimpangan jalan yang memiliki lalu lintas kendaraan dan masyarakat cukup padat.

"Jadi kita mendistribusikan masker-masker itu di titik-titik area publik, seperti pasar, taman, terus juga di persimpangan-persimpangan yang cukup padat atau high traffic, kita juga berikan," katanya.

Beberapa lokasi yang telah menjadi sasaran pembagian masker di antaranya Simpang Tabek Gadang dan Simpang Jalan Nangka.

"Kemarin di Simpang Tabek Gadang, di Simpang Jalan Nangka kita juga berikan. Itu upaya-upaya pemerintah sebenarnya bagaimana kalau kita tetap beraktivitas juga menggunakan masker," jelas Zulhelmi.

 Baca Juga: Tujuh Pejabat Polres Kuansing Berganti, Ini Pesan Kapolres Hidayat Perdana

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Namun, bagi masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak dan tetap harus berada di luar ruangan, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang harus dilakukan.

"Sekali lagi, kalau tidak bisa dihalangi untuk beraktivitas di luar ruangan maka digunakan masker," tegasnya.

Selain upaya pencegahan, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan penanganan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Posko kesehatan disiapkan, begitu juga dengan obat-obatan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kalau dia sakit maka kita siapkan juga untuk tempat berobatnya atau obat-obatannya. Kalau memang parah sekali, kita siapkan juga alat untuk nebu segala macam itu sudah, sudah sampai pada tahapan itu kita sudah," katanya.

Zulhelmi mengatakan, kesiapan obat-obatan juga menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, pada Ahad (20/9), jajaran Pemko Pekanbaru melakukan pengecekan terhadap ketersediaan obat.

 Baca Juga: Timnas 3x3 U17 Kawin Gelar Juara Asia Tenggara, Pemain Didominasi Jebolan DBL

Pengecekan dilakukan antara lain dengan Direktur Rumah Sakit Madani dan Inspektur Daerah. Pemerintah ingin memastikan obat-obatan yang tersedia benar-benar layak diberikan kepada masyarakat dan tidak ada obat yang telah kedaluwarsa.

"Kemarin hari Ahad juga atas arahan Pak Wali kita memastikan ketersediaan obat. Rapat sama Direktur Madani, terus sama Inspektur juga memastikan bahwa obat-obatan itu tidak ada obat-obatan yang kedaluwarsa," ujarnya.

Menurut Zulhelmi, pengawasan tidak hanya menyangkut ada atau tidaknya stok obat. Pemerintah juga meminta agar seluruh proses pengelolaan obat mulai dari perencanaan, pengadaan hingga distribusi dievaluasi.

"Jangan sampai ada obat-obatan yang diberikan kepada masyarakat itu obat yang sudah tinggal berapa bulan lagi akan berakhir. Kita mau pastikan juga," katanya.

 

Untuk itu, Inspektur Daerah diminta melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan pengelolaan obat, termasuk di Rumah Sakit Madani. "Kita minta Inspektur Daerah memastikan seluruh, mulai dari pengadaan, perencanaan obatnya, pengadaan obatnya sampai juga dengan distribusi obatnya dievaluasi semuanya setiap tahapan-tahapannya, termasuk juga di Rumah Sakit Madani," jelasnya.

 Baca Juga: Timnas 3x3 U17 Kawin Gelar Juara Asia Tenggara, Pemain Didominasi Jebolan DBL

Zulhelmi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi kualitas dan masa berlaku obat yang diterima saat mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit Madani.

Ia meminta masyarakat menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan terkait obat yang diberikan kepada pasien.

"Kita juga mohon informasi dari masyarakat bahwa informasikan kalau berobat di Puskesmas atau di Rumah Sakit Madani itu dikasih obatnya yang expired-nya kapan. Nanti diinformasikan juga sama kita supaya kita bisa lakukan supervisi kembali dan audit," katanya.

Di sisi pendidikan, penerapan PJJ selama dua hari juga berdampak pada pelaksanaan ujian tengah semester yang sedianya mulai dilakukan. Namun, Zulhelmi memastikan pelaksanaan ujian akan disesuaikan dengan perubahan kegiatan belajar mengajar.

"Harusnya hari ini mulai ada ujian mid semester, tapi karena PJJ diundur, artinya diundur pelaksanaannya," katanya.

Pemko, lanjutnya, tetap berupaya menjaga kualitas pendidikan meski pembelajaran sementara dilakukan dari rumah.

"Tetap kita juga menjaga kualitas pendidikan di Pekanbaru ini sama antara tatap muka juga dengan PJJ," ujarnya.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Hazli dikonfirmasi terpisah menyebutkan, saat ini ada stok 200 ribu pieces masker yang dimiliki Pemko Pekanbaru. "Ada 200 ribu pieces. Ini baik di Dinas Kesehatan maupun di RSD Madani," jelasnya.(ali)

 

Editor : Edwar Yaman
masker disebar sekdako pekanbaru pemko pekanbaru Zulhelmi arifin