Honda dan Kepolisian Edukasi Mahasiswa Umri Pentingnya Kenali Batas Tubuh saat Berkendara 

Siti Azura • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB
Sebanyak 350 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti talkshow dan seminar keselamatan berkendara bertema ”Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” yang digelar di aula Kampus Universitas Muhammadiyah Riau, belum lama ini. (PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) untuk riau pos)
Sebanyak 350 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti talkshow dan seminar keselamatan berkendara bertema ”Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” yang digelar di aula Kampus Universitas Muhammadiyah Riau, belum lama ini. (PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) untuk riau pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 350 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti talkshow dan seminar keselamatan ber­kendara bertema ”Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” yang digelar di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Riau, belum lama ini. 

Kegiatan yang dilakukan oleh PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau ini menghadirkan edukasi menge­nai pentingnya mengenali ba­tas kemampuan tubuh saat berkendara, meluruskan mitos kopi sebagai penangkal kantuk, serta mendorong terbentuknya budaya aman berkendara di kalangan generasi muda.

Talkshow yang dimoderatori oleh Abrar Yusra tersebut menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang, Rama Dhandyano selaku Instruktur Safety Riding PT CDN, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril SPd MM, serta Barista dan Entrepreneur Lof Hendri.

Baca Juga: Wako Agung Dorong Percepatan Jalan Lingkar 70, Targetkan Dibangun Tahun Depan

Dalam pemaparannya, Rama Dhandyano mengingatkan mahasiswa untuk tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh ketika mulai mengantuk saat berkendara. ”Kadang kita tuh nggak sadar, bahwa kita lagi ngantuk. Padahal, ngantuk itu risiko­nya besar, apalagi di jalan raya. Ngantuk bisa menurunkan fokus dan mengganggu pengambilan keputusan,” ujar Rama.

Ia menjelaskan sejumlah tanda pengendara mulai mengantuk, seperti mata terasa berat atau sering terpejam, sering menguap, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, pikiran melayang, tidak sadar ke­luar jalur atau melenceng, hingga sulit mengingat perjalanan yang telah dilalui. Menurutnya, pengendara perlu mengenali dan mengelola kondisi tubuh sebelum maupun selama perjalanan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain memastikan tidur yang cukup, beristirahat ketika lelah, memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih, mengatur rute perjalanan, tidak terburu-buru, serta selalu menggunakan riding gear secara lengkap.

Sementara itu, AKBP Dasril SPd MM  menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai kelompok usia muda memiliki aktivitas yang tinggi dalam mengejar pendidikan, pekerjaan, maupun berbagai cita-cita. Namun, semangat tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap keselamatan diri saat berada di jalan. ”Perlu diperhatikan bahwa 1 dari 5 pengendara muda yang terlibat kecelakaan ternyata penyebabnya adalah mengantuk atau kelelahan,” jelasnya. 

Baca Juga: Wako Sebut Orientasi Pemko Pengabdian ke Masyarakat Sosialisasi Produk Hukum 

”Kalau lelah atau mengantuk, sebaiknya istirahat atau tidur.” ujarnya lagi.(azr)

Editor : Arif Oktafian
Safety Riding Honda honda riau pt capella dinamik nusantara