Gepeng Menjamur, Pengendara Diimbau Tak Beri Uang 

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:35 WIB
MANUSIA SILVER: Gepeng dengan modus manusia silver beraksi di kawasan persimpangan SKA, Pekanbaru, baru-baru ini.(MHD AKHWAN/RIAU POS)
MANUSIA SILVER: Gepeng dengan modus manusia silver beraksi di kawasan persimpangan SKA, Pekanbaru, baru-baru ini.(MHD AKHWAN/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) masih menjamur di persimpangan jalan di Kota Pekanbaru. Pengendara dan masyarakat diingatkan untuk tidak memberikan uang atau sumbangan ke gepeng.

Pantauan Riau Pos, Rabu (23/9), sjeumlah gepeng terlihat di persimpangan Jalan Kaharudin Nasution-Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukitraya, di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di traffic light depan Kantor Gubernur Riau, dan persimpangan jalan lainnya di Kecamatan Marpoyan Damai, Kecamatan Binawidya, dan Kecamatan Payung Sekaki.

Masih adanya para gepeng di persimpangan jalan tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kota Pekanbaru, Junaedy tidak menampiknya. Untuk itu ia meminta masyarakat Kota Pekanbaru khususnya pengendara motor dan mobil agar bersama-sama membantu pemerintah dalam penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tersebut. Caranya dengan tidak memberikan uang atau sumbangan ke gepeng.

Baca Juga: Desil Berubah, Layanan Kesehatan Tetap Gratis

Dijelaskan Junaedy, para gepeng tersebut bukanlah warga asli Kota Pekanbaru. Hal ini diketahui dari data mayoritas gepeng yang terjaring penertiban di mana mereka merupakan warga pendatang dari luar Kota Pekanbaru.

”Rata-rata mereka itu ber-KTP di luar Pekanbaru. Itu kebiasaan mereka. Bukan untuk mencari nafkah saja, tapi untuk cari kaya,” katanya, Rabu (23/9). 

Ditambahkannya, para gepeng datang ke Pekanbaru dan memilih persimpangan jalan sebagai lokasi untuk meminta-minta. Selain mengandalkan belas kasih pengendara, sebagian di antaranya juga menggunakan modus berjualan tisu dan manusia silver.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit untuk Warga

Mereka juga diketahui berpindah-pindah lokasi untuk menjalankan aktivitas tersebut. Kondisi ini membuat Dissos harus melakukan penertiban secara rutin. ”Setelah kita jangkau, kita data, masukan selter. Mana yang berasal dari luar daerah kita juga bantu pulangkan. Kami peringatkan jangan sampai mengulangi perbuatannya. Tapi ya mereka datang lagi, orangnya itu-itu saja,” jelasnya.

Untuk mengatasi gepeng, Junaedy mengimbau masyarakat tidak memberikan uang atau sumbangan kepada gepeng yang beraktivitas di persimpangan jalan.

Baca Juga: Fraksi Demokrat Minta Pemko Tetap Fokus Infrastruktur

Imbauan ini disampaikan karena aktivitas meminta-minta dinilai telah menjadi pekerjaan bagi sebagian gepeng. Bahkan, keberadaan mereka dikhawatirkan semakin marak jika terus mendapat uang dari pengendara yang melintas.

”Kami meminta masyarakat tidak memberikan uang kepada gepeng. Sebab, pemberian uang dapat membuat aktivitas mereka terus berulang,” katanya.(ayi)

 

Editor : Arif Oktafian
gepeng gelandangan dan pengemis pekanbaru dinsos pekanbaru