Berlangsung Tiga Hari, Mid-Autumn Festival di Maha Vihara PBSM Hadirkan Menu Vegetarian

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 16:27 WIB
Masyarakat umum ikut merayakan festival kue bulan di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya, Jumat (24/9/2026).(Prapti Dwi Lestari/Riaupos.co)
Masyarakat umum ikut merayakan festival kue bulan di Pusdiklat Bumi Suci Maitreya, Jumat (24/9/2026).(Prapti Dwi Lestari/Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  - Perayaan Mid-Autumn Festival atau Festival Kue Bulan tahun 2026 yang jatuh pada pertengahan musim gugur berlangsung meriah dengan ribuan lampion warna-warni serta menu vegetarian.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari 24-26 September 2026 di Maha Vihara dan Pusdiklat Bumi Suci Maitreya (PBSM) Jalan Bukit Barisan III (Riau Ujung) Pekanbaru ini menghadirkan berbagai aktifitas seru diantaranya bazar menu vegetarian, games hingga lomba menyanyi dan masak serta door prize.

Menurut Ketua Panitia Mid-Autumn Festival Maha Vihara dan PBSM, Azwar Lie, Festival Kue Bulan (Mooncake Festival) atau Mid-Autumn Festival dirayakan pada musim gugur.

 Baca Juga: Rutan Rengat Gelar Pemeriksaan HPV DNA WBP Perempuan, Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan

Secara astronomis dan kalender lunar, festival ini jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8 dalam kalender Imlek, yang merupakan pertengahan musim gugur.

Oleh karena itu, perayaan ini juga dikenal dengan nama Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) sedangkan di Tiongkok dan Asia Timur momen ini bertepatan dengan masa panen raya musim gugur, saat bulan purnama bersinar paling terang dan bulat sepanjang tahun, yang melambangkan kebersamaan dan reuni keluarga yang utuh.

Mengusung semangat budaya yang berfokus pada pelestarian budaya Tionghoa sekaligus merayakan ulang tahun ke-19 Maha Vihara dan PBSM.

Kompleks Pusdiklat Bumi Suci Maitreya menghadirkan suasana meriah bagi umat dan pengunjung umum yang ingin merayakan festival kue bulan dan lampion dengan lebih berkesan. Apalagi kegiatan ini baru pertama kalinya digelar selama Covid-19 lalu.

 Baca Juga: Belasan Remaja Diduga Hendak Tawuran Diamankan, Bawa Samurai

Pada malam pertama perayaan Mid-Autumn Festival, yang jatuh pada, Jumat (25/9/2026), tampak masyarakat sangat antusias menikmati menu-menu vegetarian atau menyaksikan indahnya lampion di malam hari. Masyarakat yang datang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga keluarga. Bahkan Banyak yang datang untuk berswafoto di bawah lampion.

Mid-Autumn Festival mengajarkan pentingnya menjaga hubungan antar anggota keluarga. Menjadi momen untuk berkumpul bersama orang tua, saudara maupun kerabat.

"Tahun ini, Mid-Autumn Festival di Maha Vihara dan PBSM lebih meriah dan terbuka untuk umum. Diperkirakan terdapat ribuan pengunjung yang datang selama perayaan dimulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB,"ucapnya

Tak hanya sekedar perayaan lampion dan kue bulan, Mid Antumn festival 2026 di Maha Vihara PBSM juga menghadirkan prosesi bakti puja dewi bulan dengan sembahyang dan doa bersama di bawah terangnya bulan purnama.

Penampilan barongsai, tarian tradisional, serta pertunjukan seni dari muda-mudi sekolah binaan Maitreya. Selain itu, terpasang ribuan lampion di Maha Vihara dan PBSM Lampion dan lokasi Pasar malam. Lampion sebagai simbol harapan, keberuntungan dan masa depan yang cerah.

"Kami juga menghadirkan lampion kue bulan dan kelinci yang semakin menyemarakkan suasana Mid Antumn Festival ini,"katanya

 Baca Juga: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Berikut Jejak Karier sang Seniman dari Panggung hingga Parlemen

Sementara itu, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Riau, Dr. Kurniadi, SE, MH, Bds mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia yang telah melaksanakan kegiatan Mid-Autumn Festival dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.

Meskipun perayaan mid antum festival bersama di Jalan Karet ditiadakan karena kondisi kabut asap. Namun perayaan  Mooncake Festival 2026 tetap bisa dirayakan dengan penuh rasa kekeluargaan dan sebagai bentuk rasa syukur kepada alam dan leluhur.

"Semoga perayaan Mid-Autumn Festival berjalan sukses dan lancar. Dan kami tetap mengimbau perayaan Mid Antumn Festival bisa dirayakan secara sederhana sesuai kondisi cuaca yang ada. Bersyukur hari ini kualitas udara di Pekanbaru sudah membaik sehingga perayaan ini bisa terselenggara dengan meriah," tegasnya.

Di sisi lain,Humas Maha Vihara dan PBSM, Romo Ket Tjing mengatakan, festival ini sangat identik dengan mitologi Dewi Bulan Chang E dan Kelinci Giok.  Dikisahkan Chang E meminum ramuan keabadian demi menyelamatkannya dari tangan orang jahat, yang membuatnya terbang dan tinggal abadi di istana bulan.

Sebagai bentuk penghormatan Hou Yi kepada istrinya menjadi simbol abadi dari kesetiaan, kerinduan, dan cinta yang mendalam. Suaminya, Hou Yi, yang sangat merindukannya, mulai menyiapkan buah dan kue kesukaan Chang E di halaman rumah setiap bulan purnama, sebuah kebiasaan yang kemudian ditiru oleh masyarakat luas hingga sekarang.

Saat perayaan kue bulan, umat Buddha juga melaksanakan sembahyang kue bulan atau yang dikenal sebagai Pai Ngiat Kong atau Bakti Puja Dewi Bulan. 

Sembahyang ini merupakan salah satu ritual sakral dalam kebudayaan Tionghoa yang digelar pada malam ke-15 bulan ke-8 kalender Imlek. Ritual ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Bulan (Chang E) serta ungkapan rasa syukur atas berkah dan keharmonisan keluarga

"Warga Tionghoa melaksanakan ritual atau doa kepada tuhan, terutama kepada dewi bulan sebagai bentuk rasa syukur. Smbahyang ini biasanya dilakukan di vihara-vihara Majelis Pandita Buddha Maitreya melaksanakan kebaktian pada hari H Mid-Autumn Festival. Berdoa kepada tuhan, para Buddha, Bodhisattva agar dijauhkan dari segala bencana, sehingga hidup lebih baik, sejahtera dan bahagia," katanya. (ayi)

Editor : Edwar Yaman
Mid-Autumn Festival Maha Vihara PBSM vegetarian festival kue bulan