PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Beberapa titik ruas jalan di bagian barat Kota Pekanbaru mendapat proyek pelebaran. Di antaranya di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, dekat kantor BPJS dan Jalan HR Soebrantas depan swalayan Budiman.
Dua pelebaran ini diingatkan bukan untuk mengakomodir pedagang kaki lima (PKL) yang kini memang banyak mengisi trotoar dan pinggi jalan di Kota Pekanbaru. Melainkan untuk memperlancar lalu lintas.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Pasla mengatakan, pelebaran di dua titik itu terutama di Jalan HR Soebrantas, merupakan kabar baik pagi pengendara. Karena dari hari ke hari volume kendaraan terus bertambah hingga sudah selayaknya mendapat pelebaran.
Baca Juga: Pemkab Inhu Gesa Pengadaan Baju Seragam Gratis, Pelaksanaan Program Lewat Pendampingan Kejari
''Ini memang fungsinya salah satunya adalah untuk bagaimana masyarakat kita nyaman menggunakan jalan, karena memang volume kendaraan di Kota Pekanbaru ini makin ke sininya, setiap hari itu makin bertambah. Sementara ruas jalannya itu-itu saja,'' kata dia.
Roni mengingatkan, jangan pula setelah jalan diperlebar justru nanti dipenuhi PKL seperti yang kerap terjadi selama ini. Ia meminta pelebaran ini memang benar-benar difungsikan untuk mengakomodir kendaraan.
''Maka kalau ada nanti yang digunakan untuk pedagang-pedagang kaki lima, inilah tugas kita, Pemko terutama ya, karena memang ini wilayah Kota Pekanbaru, harus tegas. Jangan sampai kita buat pelebaran jalan itu untuk kenyamanan kita lalu lintas, justru dijadikan, dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan lainnya, terutama pedagang-pedagang kaki lima,'' tegasnya.
Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau Dimulai, MAN 2 Pekanbaru Jadi Sekolah Perdana
Roni juga menegaskan, bahkan trotoar dibuat bukan untuk mengakomodir PKL, apalagi badan jalan. Maka ia meminta pengawasan oleh Satpol PP dan Dishub diperkuat. Jangan sampai, kata dia, PKL menempati trotoar apalagi badan jalan menjadi hal normal di Kota Pekanbaru ini.
''Pedagang-pedagang kaki lima ini usaha kecil yang memang juga harus kita lindungi, kemudian kita kasih kesempatan yang sama. Tetapi tidak boleh pulq menjadi momok kita lah di jalan. Maka kita minta carikan tempatnya, inilah tugas dari Pemerintah Kota Pekanbaru mencarikan tempat yang cocok untuk pedagang-pedagang ini, difasilitasi mereka,'' ujarnya.
Roni berkeyakinan, PKL di pinggir jalan bisa ditertibkan. Iapun yakin Pemko Pekanbaru bisa mengakomodir mereka dengan menghadirkan sentra-sentra UMKM baru di setiap kecamatan.
Baca Juga: PT BSP Tuntaskan Rehabilitasi DAS Seluas 772 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo
''Berkaca ke kota-kota lain, seperti Jogja itu, saat ini Malioboro itu tidak seperti dulu lagi. Para pedagang bisa kok diakomodir ke tempat layak dan pengguna jalan tidak terganggu. Apalagi Pekanbaru yang wilayahnya luas dan masih banyak lahan yang kosong,'' kata Roni.
Roni mendorong Pemko Pekanbaru menghadirkan sentra UMKM di setiap kecamatan untuk mengakomodir para PKL. Menurutnya, semua harus tertib. Maka ia minta Pemko agar jangan biasakan atau memanjakan para pedagang berdagang di pinggir jalan.
Editor : M. Erizal