Tim Pengabdian Unri Dorong Kemandirian UMKM Jamur

Siti Azura • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:14 WIB
Tim pengabdian dari Fakultas Pertanian Universitas Riau melaksanakan program “Peningkatan Kemandirian Produksi Bibit dan Diversifikasi Budidaya Jamur Konsumsi pada UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kota Pekanbaru”. (Istimewa)
Tim pengabdian dari Fakultas Pertanian Universitas Riau melaksanakan program “Peningkatan Kemandirian Produksi Bibit dan Diversifikasi Budidaya Jamur Konsumsi pada UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kota Pekanbaru”. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis agribisnis jamur terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Tim pengabdian dari Fakultas Pertanian Universitas Riau melaksanakan program “Peningkatan Kemandirian Produksi Bibit dan Diversifikasi Budidaya Jamur Konsumsi pada UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kota Pekanbaru”. 

Tim ini beranggotakan 5 orang termasuk Isna Rahma Dini, Padil, Hapsoh, Fifi Puspita, dan Nissa Azzahra Gusviani.

Baca Juga: Fraksi-fraksi DPRD Kuansing Desak Pemkab Selesaikan Tunda Bayar

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh besarnya peluang pengembangan jamur konsumsi sebagai salah satu komoditas agribisnis. Namun, keberlanjutan usaha budidaya jamur masih menghadapi sejumlah kendala, terutama ketersediaan bibit dan keterbatasan diversifikasi komoditas. 

Selain itu, keterampilan produksi bibit secara mandiri masih terbatas dan kegiatan budidaya masih didominasi oleh jamur tiram. 

"Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan kemampuan mitra agar mampu memproduksi bibit jamur secara mandiri sekaligus memperluas jenis jamur konsumsi yang dibudidayakan," ujar Isna.

Baca Juga: Lagi, Tim Raga Polres Kuansing Patroli Malam, Antisipasi C3 dan Balap Liar

Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung (hands-on training), pendampingan, demonstrasi plot, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta monitoring dan evaluasi.

Materi pelatihan difokuskan pada aspek teknis produksi bibit jamur, mulai dari produksi bibit F0, F1, hingga F2, teknik sterilisasi media dan peralatan, pengendalian kontaminasi, pengelolaan laboratorium sederhana, hingga teknik budidaya jamur konsumsi non-tiram. 

Dibagikan oleh salah satu anggota tim bahwa pendekatan praktik langsung digunakan agar mitra memperoleh pengetahuan dan memiliki pengalaman dalam menerapkan teknologi produksi bibit dan budidaya jamur. 

Baca Juga: Pelebaran Jalan di Pekanbaru Bukan untuk Akomodir PKL

“Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi bibit jamur secara mandiri sekaligus menerapkan teknik budidaya jamur konsumsi yang lebih beragam,” tuturnya.

Tentunya kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Namun, kegiatan ini juga turut menghasilkan fasilitas produksi bibit sederhana, penerapan SOP produksi, serta unit percontohan (demonstration plot) untuk mendukung diversifikasi budidaya jamur. 

Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan turut mendorong mitra untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bibit dari luar daerah. 

Baca Juga: Pemkab Inhu Gesa Pengadaan Baju Seragam Gratis, Pelaksanaan Program Lewat Pendampingan Kejari

Kondisi baru yang terbentuk ini sekaligus membuka peluang bagi pengembangan unit usaha produksi bibit serta pengembangan produk jamur konsumsi yang lebih beragam. 

"Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang didukung dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dapat memperkuat kemandirian, efisiensi, dan keberlanjutan usaha UMKM berbasis agribisnis jamur. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi mitra, tetapi juga memberikan landasan bagi pengembangan usaha jamur yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kota Pekanbaru," tutupnya.(azr)

Editor : M. Erizal
tim pengabdian unri jamur umkm