Pemko Pekanbaru Petakan Ancaman Banjir, DBD dan Pohon Tumbang Hadapi La Nina

Joko Susilo • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:21 WIB
Rapat koordinasi Pemko Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. (Istimewa)
Rapat koordinasi Pemko Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca, menyusul ancaman La Nina yang diperkirakan dapat meningkatkan curah hujan.

Sejumlah potensi persoalan, mulai dari banjir, demam berdarah dengue (DBD) hingga pohon tumbang, menjadi perhatian pemerintah daerah.

Langkah antisipasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bulanan Pemko Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Digitalisasi Pajak Kuansing Didorong Makin Maksimal, Pembayaran PBB Kini Bisa Lewat QRIS

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan agenda rutin untuk membahas berbagai persoalan aktual di Kota Pekanbaru.

Selain membahas kesiapan menghadapi perubahan cuaca, pertemuan itu juga bertujuan memastikan keamanan, ketenteraman, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

"Rapat setiap bulannya tentu membahas terkait layanan maupun isu-isu terkini di Kota Pekanbaru. Poinnya adalah ketenteraman dan ketertiban di Kota Pekanbaru serta menjalankan pemerintahan sesuai dengan aturannya," kata Agung.

Baca Juga: Tim Pengabdian Unri Dorong Kemandirian UMKM Jamur

Ia menyebutkan, perubahan musim menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat kali ini. Pasalnya, Kota Pekanbaru sebelumnya telah melewati musim kemarau yang cukup panjang dan dihadapkan pada persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam penanganan karhutla tersebut, Pemko Pekanbaru mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri. Dukungan diberikan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hingga keterlibatan langsung dalam upaya pemadaman api di sejumlah lokasi.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama dan support dari TNI-Polri yang turun tiada henti untuk bagaimana mengedukasi dan memadamkan api, khususnya yang ada di Kota Pekanbaru," ujarnya.

Baca Juga: Fraksi-fraksi DPRD Kuansing Desak Pemkab Selesaikan Tunda Bayar

Memasuki periode perubahan musim, Pemko Pekanbaru kini mulai mengalihkan perhatian pada kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

"Jadi sekarang kita akan menghadapi namanya La Nina, musim curah hujan yang cukup panjang. Tentu kita sudah mulai memetakan banjir, termasuk juga DBD, termasuk juga pohon tumbang," jelas Agung.

Menurutnya, pemetaan potensi kerawanan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana. Ancaman banjir perlu mendapat perhatian mengingat curah hujan yang tinggi berpotensi memicu genangan di sejumlah kawasan perkotaan.

Baca Juga: Lagi, Tim Raga Polres Kuansing Patroli Malam, Antisipasi C3 dan Balap Liar

Selain itu, kondisi cuaca juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit DBD serta kejadian pohon tumbang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan setiap instansi terkait dapat menjalankan peran masing-masing dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul akibat perubahan cuaca.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah daerah berharap langkah penanganan dapat dipersiapkan lebih awal, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi bencana atau gangguan terhadap pelayanan publik.(ilo)

Editor : M. Erizal
la nina pemko pekanbaru potensi bencana