PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menggandeng seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Kota Pekanbaru tetap terjaga.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Forkopimda Kota Pekanbaru yang digelar di Aula Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Senin (28/9/2026). Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait untuk membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi Kota Pekanbaru.
Wako Agung mengatakan, koordinasi lintas instansi melalui Forkopimda menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai aturan.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Petakan Ancaman Banjir, DBD dan Pohon Tumbang Hadapi La Nina
"Pelayanan untuk Kota Pekanbaru, yang mana kita ketahui bahwa poinnya adalah ketenteraman dan ketertiban di Kota Pekanbaru dan menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan aturannya," kata Agung.
Menurutnya, rapat Forkopimda menjadi ruang untuk mempercepat koordinasi antara pemerintah daerah dengan seluruh unsur terkait dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
"Hari ini kita dibuka oleh seluruh unsur Forkopimda ya dalam menyelesaikan percepatan koordinasi Kota Pekanbaru," ujarnya.
Baca Juga: Daftar 26 Hari Libur dan Cuti Bersama Sepanjang Tahun 2027, Ada Libur Panjang hingga 10 Hari
Dalam rapat tersebut, berbagai persoalan menjadi pembahasan. Mulai dari persoalan keamanan dan ketertiban, aset pemerintah kota, kondisi pasar, hingga potensi bencana yang perlu diantisipasi pemerintah bersama instansi terkait.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian yakni pencurian komponen Penerangan Jalan Umum (PJU). Aksi pencurian tersebut tidak hanya menyebabkan lampu penerangan jalan padam, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan dan kriminalitas karena sejumlah kawasan menjadi gelap.
Selain itu, rapat juga membahas aksi vandalisme dan pencurian terhadap komponen trafo milik PLN. Aksi tersebut berdampak terhadap pelayanan kelistrikan masyarakat karena komponen yang rusak maupun hilang harus segera diganti.
Baca Juga: Digitalisasi Pajak Kuansing Didorong Makin Maksimal, Pembayaran PBB Kini Bisa Lewat QRIS
Manajer PLN UP3 Pekanbaru, Wila Wilsriza, menyebut aksi tersebut merugikan pelanggan karena dapat menyebabkan pemadaman listrik dalam waktu cukup lama.
"Aksi ini jelas merugikan para pelanggan, karena ada pemadaman yang cukup lama akibat aksi tersebut," papar Wila.
Ia menjelaskan, proses pemulihan membutuhkan waktu karena petugas harus melakukan penggantian terhadap komponen trafo yang rusak atau dicuri. Terlebih, aksi pencurian tersebut telah menyasar cukup banyak komponen.
Baca Juga: Tim Pengabdian Unri Dorong Kemandirian UMKM Jamur
"Karena aksi ini cukup banyak komponen trafo yang sudah jadi sasaran aksi ini, kita lakukan penggantian secara bertahap," ujarnya.
Agung menegaskan, persoalan keamanan dan ketertiban tersebut menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya menyangkut fasilitas umum, tetapi juga aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
"Kita ingin memastikan ketenteraman dan ketertiban di Kota Pekanbaru," tegas Agung.
Baca Juga: Fraksi-fraksi DPRD Kuansing Desak Pemkab Selesaikan Tunda Bayar
Ia menyebut rapat Forkopimda dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi pemerintah kota bersama unsur TNI, Polri, Kejaksaan dan instansi terkait untuk membahas berbagai isu aktual yang membutuhkan penanganan bersama.
"Jadi ini rutin setiap bulan. Kita dari lintas instansi membahas isu terkini di Kota Pekanbaru," jelasnya.
Selain persoalan keamanan, Agung juga mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam penanganan kebakaran lahan yang terjadi selama musim kemarau panjang.
Baca Juga: Lagi, Tim Raga Polres Kuansing Patroli Malam, Antisipasi C3 dan Balap Liar
Ia mengatakan, pemerintah bersama unsur terkait sebelumnya telah menghadapi kondisi El Nino dan kemarau yang cukup panjang. Dalam kondisi tersebut, personel TNI dan Polri ikut turun langsung membantu pemerintah melakukan edukasi kepada masyarakat sekaligus melakukan pemadaman kebakaran.
"Kita sudah bersama-sama kompak melalui masa-masa El Nino, kemarau yang cukup panjang. Untuk itu kami ucapkan terima kasih banyak atas kerja sama dan support-nya dari TNI, Polri yang turun tiada henti untuk bagaimana mengedukasi dan memadamkan api khususnya yang ada di Kota Pekanbaru," ungkapnya.
Kini, pemerintah mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi perubahan kondisi cuaca. Agung menyebut fenomena La Nina yang identik dengan peningkatan curah hujan juga harus menjadi perhatian.
Baca Juga: Pelebaran Jalan di Pekanbaru Bukan untuk Akomodir PKL
Menurutnya, pemerintah kota bersama seluruh unsur terkait mulai memetakan sejumlah potensi dampak yang dapat muncul akibat curah hujan tinggi.
"Nah sekarang kita akan menghadapi namanya La Nina ya, musim curah hujan yang cukup panjang jadi yang cukup banyak dan tentu kita akan sudah mulai memetakan banjir," katanya.
Selain banjir, Pemko Pekanbaru juga mengantisipasi potensi munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta pohon tumbang akibat hujan dan angin.
Baca Juga: Pemkab Inhu Gesa Pengadaan Baju Seragam Gratis, Pelaksanaan Program Lewat Pendampingan Kejari
"Termasuk juga DBD ya, termasuk juga pohon tumbang," ujarnya.
Agung menilai, pemetaan dan koordinasi sejak awal penting dilakukan agar pemerintah tidak hanya bergerak ketika bencana sudah terjadi. Dengan melibatkan seluruh unsur Forkopimda dan instansi teknis, penanganan berbagai potensi gangguan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.
Rapat tersebut juga membahas persoalan aset pemerintah daerah, khususnya terkait Pasar Simpang Baru Panam. Pemerintah kota mendapat laporan adanya pihak-pihak yang mencoba mengambil alih atau mengklaim aset pemerintah kota di kawasan tersebut.
Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau Dimulai, MAN 2 Pekanbaru Jadi Sekolah Perdana
Selain itu, persoalan terkait alih aset kantor dan toko atau "kanto" di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) juga menjadi bagian dari pembahasan.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta menegaskan bahwa kepolisian siap memberikan pendampingan kepada Pemko Pekanbaru apabila dilakukan penertiban terhadap pihak-pihak yang menguasai atau menyegel aset tanpa dasar hak kepemilikan yang sah.
Ia mengatakan, langkah tersebut diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: PT BSP Tuntaskan Rehabilitasi DAS Seluas 772 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo
"Apabila memang tidak ada dasar hak kepemilikan dari pihak-pihak yang mengklaim, yang menyegel, jadi kami mendukung Pemkot agar segera melakukan penertiban," kata Muharman.
Menurutnya, kepolisian akan melakukan pendampingan ketika pemerintah kota melaksanakan penertiban. Langkah tersebut sekaligus untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas akibat adanya pihak-pihak yang mengaku memiliki hak atas aset tersebut.
"Nanti kami lakukan pendampingan pada saat kegiatan penertiban agar tidak semakin meluas nanti, tidak semakin meluas gangguan-gangguan kamtibmas, orang-orang yang mengaku-ngaku punya hak," ujarnya.
Baca Juga: ALAMAK!!! Krisis Ekonomi
Ia juga menegaskan, apabila dalam proses tersebut ditemukan adanya perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana, kepolisian akan melakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Bila terjadi tindak-tindak pidana, kami akan lakukan proses hukum sesuai prosedur," tegasnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya konsekuensi pidana terhadap pihak yang melakukan perbuatan melanggar hukum, Muharman mengatakan hal tersebut akan diproses apabila memang ditemukan unsur pidana.
Baca Juga: BPKP Evaluasi Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi Pemkab Rohil, Target Level 3
"Ya kalau memang nanti berlanjut ada perbuatan-perbuatan melanggar pidana ya akan kami tegakkan hukum," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru Carel Williams menyampaikan bahwa rapat Forkopimda menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara Kejaksaan Negeri Pekanbaru dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dan unsur terkait lainnya.
Carel mengatakan, pihaknya melihat adanya keterbukaan dalam koordinasi antarlembaga untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Ulang Tahun Ke-22, Grand Zuri Duri Usung Tema "Together to Shine"
"Terima kasih Bapak Wali Kota Pekanbaru serta jajaran yang hadir di sini. Khusus hari ini kami mengunjungi Pekanbaru terasa sangat terbuka, sangat terasa kerja sama sehingga kita menyelesaikan beberapa yang menjadi permohonan Pekanbaru," kata Carel.
Ia menegaskan pihaknya siap mendukung proses koordinasi dan penyelesaian berbagai persoalan yang dibahas bersama.
"Mungkin itu dari kami, terima kasih banyak ya," ujarnya.
Baca Juga: Tanpa Jaring Pengaman, Satlantas Tegur Sopir Truk Sawit yang Melintas
Bagi Agung, solidnya koordinasi Forkopimda menjadi bagian penting dalam memastikan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan. Tidak hanya menangani persoalan keamanan dan ketertiban, koordinasi tersebut juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga persoalan aset dan aktivitas perekonomian.
"Dengan melibatkan seluruh unsur terkait, Pemko Pekanbaru berupaya memastikan setiap persoalan dapat ditangani melalui langkah yang terkoordinasi dan sesuai dengan aturan," tutup Wako Agung.
Editor : M. Erizal