PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, kasus gigitan hewan terindikasi rabies di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan.
Pada tahun 2024 terdapat 652 kasus gigitan terdiri dari anjing 332, kucing 295, monyet 25, musang 0.
Pada tahun 2025 terdapat 1.194 kasus gigitan rabies terdiri dari 560 kasus gigitan anjing, 578 kasus gigitan kucing, 54 kasus gigitan monyet dan 2 kasus gigitan musang. Hingga Juni 2026, terdapat 982 kasus gigitan terdiri dari 412 kasus gigitan anjing, 538 kasus gigitan kucing dan 32 kasus gigitan monyet.
Baca Juga: Berhasil Bangun Organisasi Alumni Mandiri, Irvandi Gustari Kembali Pimpin HA SB-IPB
Hal ini dikatakan drh M I Rita Setyawati MM sebagai narasumber dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru dalam sosialisasi rabies pada kegiatan memperingati Hari Karantina Indonesia ke-149 di Balai Karantina Riau, Senin (28/9/2026).
''Dari sekian banyak kasus tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorirum yang dinyatakan positif rabies pada tahun 2024 terdapat 11 kasus, tahun 2025 6 kasus dan tahun 2026 3 kasus,'' ujar drh Rita.
Sementara vaksin yang telah diberikan kepada hewan tahun 2024 sebanyak 5.367 vaksin terdiri anjing 1.331 ekor, kucing 3.995 ekor, monyet 41 ekor. Tahun 2025 3.689 vaksin untuk 1.022 anjing, 2.627 kucing, 33 monyet dan 7 musang. Per Juli tahun 2026 sebanyak 1.533 vaksin untuk 39 anjing, 1.472 kucing dan 22 monyet.
Baca Juga: Lama Mangkrak, Pemprov Riau Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Rumbio
Kepala Balai Karantina Riau Abdul Rohman mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Karantina Indonesia ke-149, Balai Karantina Riau menyosialisasikan terkait bahaya rabies guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit rabies, pentingnya vaksinasi hewan penular rabies serta upaya pencegahan dan pengendalian rabies secara bersama-sama.
Sosialisasi ini dirangkai dengan berbagai pelayanan dan kegiatan sosial yakni vaksinasi hewan rabies secara gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, ekspo produk dan bazar murah.
''Kegiatan ini kita harapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, intansi terkait, dunia usaha dan masyarakat.
Baca Juga: Mau ke Luar Negeri? Tukar Valas Bisa di BRI Money Changer
Ditambahkan drh Rita, setiap 10 menit terjadi kematian akibat rabies, olah karena itu rabies merupakan penyakit menular yang ditularkan dari hewan ke manusia yang mengakibatkan kematian. Hingga kini belum ada obat untuk rabies. Rabies disebabkan virus Lyssavirus genus.
''Rabies bisa dituluarkan dari anjing, kuncing, kera (monyet), musang, tupai dan lainnya,'' kata drh Rita.
Rabies menular melalui gigitan maupun luka terbuka yang terkena jilatan hewan tertular rabies, virus rabies terdapat dalam air liur hewan, virus akan masuk ke dalam tubuh kemudian merusak sistem saraf dan otak manusia, rabies hanya bisa dicegah, belum bisa diobati.
Baca Juga: Belanja Pegawai Meranti Dipangkas, Porsi Turun Jadi 36,38 Persen
Adapun ciri-ciri hewan rabies akan terjadi perubahan tingkah laku, mengigit apa saja, air liur keluar berlebihan, takut cahaya, dan takut air. Sedangkan gejala rabies pada manusia, terlihat tergantung jumlah virus di dalam tubuh, semakin banyak virus di dalam tubuh semakin cepat gejala terlihat, bisa dalam 1 pekan atau bahkan lebih dari 1 tahun.
Gejala awal berupa demam, pusing dan nyeri di bagian yang digigit diikuti dengan hipersalivasi, mudah kaget, gelisah kejang, susah menelan, takut cahaya dan air. Gejala selanjutnya mulai lumpuh sebagian kemudian seluruh tubuh diakhiri dengan kematian.
Bila terkena gigitan hewan terindikasi rabies, maka sebaiknya cuci luka bekas gigitan di air mengalir dengan sabun selama 15 menit, oleskan antiseptik di atas luka, segera minta pertolongan ke medis di puskesmas terdekat.
Baca Juga: Lions Club Pekanbaru Advance Mulia dan Leo Pekanbaru Advance, Beri Dukungan Anak Penderita Kanker
Bagi yang memiliki KTP Pekanbaru, bisa langsung berobat ke Puskesmas terdekat bila digigit hewan pembawa rabies. Bila Puskesmas tutup maka bisa langsung ke IGD RSUD Arifin Achmad,'' jelas Rita.
Sementara itu, Ketua Panitia drh Marni Yenti menjelaskan, kegiatan ini dilaksakanakan guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit rabies serta upaya pencegahannya, mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies, memberikan pelayanan vaksinasi rabies kepada masyarakat secara gratis.
Memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial melalui kegiatan donor darah ditargetkan 150 kantong darah, dan memperkenalkan produk-produk unggulan dan hasil kegiatan kepada masyarakat melalui expo produk.
Baca Juga: Wako Agung Gandeng Forkopimda Pastikan Keamanan dan Ketentraman Pekanbaru
''Pada kegiatan ini kita membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui bazar murah serta memperkuat sinergi antara Balai Karantina Riau dengan instansi pemerintah, TNI/Polri, dunia usaha, mitra kerja, dan masyarakat,'' sebut Marni. (hen)
Editor : M. Erizal