PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seluruh camat dan lurah di Kota Pekanbaru diingatkan untuk menjadikan program LESTARI (Lingkungan Elok, Sehat, Tertata, Aman, Resik, dan Indah) sebagai pedoman utama dalam menjalankan pemerintahan di wilayah masing-masing.
Hal ini disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat melantik sejumlah camat dan lurah, beberapa hari lalu.
Menurut Agung, dalam program LESTARI, semua aspek terpenuhi. Mulai dari lingkungan, ketenteraman, keamanan, hingga kondisi wilayah telah tercakup dalam program tersebut.
”Pegang program LESTARI. Ada semua di situ. Lingkungannya ada, eloknya juga ada, amannya juga ada,” kata Agung.
Baca Juga: FKM Universitas Hang Tuah Pekanbaru
Ia bahkan menegaskan aspek keamanan menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan seorang camat dan lurah dalam menjalankan tugasnya.
”Kalau tidak bisa menjaga keamanan di daerahnya, maka Bapak Ibu gagal menjadi camat dan lurah,” tegasnya.
Ia meminta camat dan lurah tidak hanya menunggu laporan atau persoalan muncul, tetapi aktif memantau kondisi wilayah. Sebagai kepala wilayah, mereka harus mengetahui agenda dan kegiatan yang berlangsung di daerahnya serta menyampaikannya kepada pemerintah kota.
”Kita berhasil hari ini menumbuhkan perekonomian 7,3 persen, lebih di atas rata-rata seluruh kota-kota yang ada di Indonesia. Belum pernah dalam sejarah Kota Pekanbaru itu tertinggi dalam pertumbuhan perekonomian,” ujar Agung.
Baca Juga: HUT Ke-64, Unri Hadirkan Nadhif Basalamah pada Pesta Kuliner Nusantara
Namun, ia menekankan capaian tersebut bukan hasil kerja dirinya maupun Wakil Wali Kota semata. Pertumbuhan ekonomi tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan elemen yang ada di Kota Pekanbaru.
”Ini bukan karena saya dan Pak Wakil Wali Kota, tapi karena kekompakan kita semua. Mudah-mudahan dengan dilantiknya hari ini, ini semangatnya harus lebih lagi daripada sebelumnya,” katanya.
Ia kembali mengingatkan bahwa program tersebut mencakup berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
”Jalankan program LESTARI. Di situ ada semuanya, baik lingkungannya, baik tentang keamanannya, baik tentang asrinya, semua ada tertuang di sana. Baik tentang ketenteraman,” ujarnya.
Baca Juga: Kejari Pekanbaru Tegaskan Potensi Perbuatan Melawan Hukum Bila HGB STC Tetap Diperpanjang
Karena itu, camat dan lurah diminta memahami bahwa mereka bukan sekadar pejabat administratif, tetapi menjadi kepala wilayah yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Agung mengatakan, dirinya berada pada level pemerintahan kota, sementara camat dan lurah menjadi bagian penting yang membantu pemerintah kota memastikan program dan pelayanan benar-benar berjalan hingga ke tingkat paling bawah.
”Jadi hari ini camat, lurah, itu adalah menjadi kepala wilayahnya di tingkatan masing-masing. Ya, saya di kotanya, ya, mereka membantu,” katanya.
Ia juga meminta agar seluruh kegiatan dan agenda yang dilakukan di wilayah dilaporkan secara rutin kepada pemerintah kota.Baca Juga: Turun Langsung ke Pedagang STC, Cipayung Plus Dukung Langkah Pemko Tak Perpanjang HGB
”Mereka juga harus melaporkan kegiatan mereka, agendanya hari ini apa, besok apa, kegiatannya sudah harus disampaikan kepada kami,” tegasnya.
Diapresiasi DPRD
Sementara itu, kehadiran program ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kota Pekanbaru Aidhil Amri. Namun ia mengingatkan, Pasukan LESTARI yang merupakan implementasi program ini nanti di setiap kecematan, peran mereka tidak sekedar membersihkan sampah.
”Kami minta keberadaan Pasukan LESTARI ini, tidak hanya berorientasi pada penanganan setelah persoalan terjadi. Tapi juga mendorong upaya menjaga kebersihan dan lingkungan secara berkelanjutan. Tugas mereka bukan hanya sampah, tapi menjadi yang terdepan dapam penyelesaian masalah lainnya,” ujar Aidil, kemarin.
Baca Juga: BPKP Riau Sebut Negara Rugi Hingga Rp26,6 Miliar Bila HGB STC Diperpanjang
Program LESTARI ini memungkinkan masyarakat makin melaporkan persoalan yang berkaitan dengan lingkungan. Mereka ditugaskan untuk memberi respon cepat terhadap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.
”Makanya kita sangat mendukung program yang digagas Pak Wali Kota ini. Mereka bakal hadir di 15 kecamatan dan ini pasti membantu masyarakat. Karena bisa merespons langsung persoalan kebersihan dan lingkungan,” sambung Aidil.
Diketahui, program LESTARI merupakan gerakan kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup yang digagas Pemko Pekanbaru untuk mewujudkan kota yang bersih, hijau, serta terbebas dari persoalan sampah.
Adapun Pasukan LESTARI bahkan sudah dibentuk sejak Agustus 2026 lalu. Pasukan ini disiapkan untuk merespons dengan cepat berbagai persoalan kebersihan dan lingkungan yang terjadi di wilayah Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Wako Agung Tegaskan Nilai Pancasila Harus Terwujud dalam Pelayanan Publik
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 10 personel ditempatkan di masing-masing dari 15 kecamatan di Pekanbaru. Tim ini juga dibekali mobil operasional serta berbagai perlengkapan kerja, untuk mendukung penanganan persoalan di lapangan.
Adapun tugas fungsi mereka, mulai dari tumpukan sampah hingga drainase yang bermasalah. Aidil berharap, personel Pasukan LESTARI dapat bergerak cepat setelah menerima laporan maupun menemukan persoalan lingkungan di wilayah kerjanya.
”Program ini merupakan gebrakan baru, yang sebelumnya belum pernah ada. Apalagi pola penanganan, bisa lebih mudah menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Kita akan turut mengawal program ini agar sesuai dengan semangat pembentukannya,” tutup Aidil.(ali/end/yls)
Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU
Editor : Arif Oktafian