Waduk Cipta Karya Tak Lagi Berfungsi

Joko Susilo • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:04 WIB
TINJAU WADUK: Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar dan jajaran meninjau kondisi Waduk Cipta Karya di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Rabu (30/9/2026)(dokpim pekanbaru untuk riau pos)
TINJAU WADUK: Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar dan jajaran meninjau kondisi Waduk Cipta Karya di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Rabu (30/9/2026). (dokpim pekanbaru untuk riau pos)

TUAH MADANI (RIAUPOS.CO) - Waduk Cipta Karya di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru kini tak lagi berfungsi secara optimal. Ketiadaan pintu air membuat pengelolaan debit air di waduk tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mengingat air masih kerap merendam permukiman warga di sekitar kawasan tersebut. 

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar meninjau langsung kondisi Waduk Cipta Karya, Rabu (30/9). Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah serta Camat Tuah Madani Farid Irwan Maulana. Ia melihat kondisi waduk yang diharapkan dapat kembali menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persoalan banjir. 

Baca Juga: Seluruh Camat dan Lurah di Pekanbaru Harus Jalankan Program LESTARI

Dalam peninjauan tersebut, Markarius menyadari bahwa waduk yang ada saat ini belum mampu menampung dan mengendalikan air hujan secara optimal. Padahal, keberadaan waduk ini memiliki peran penting dalam menampung aliran air dari kawasan permukiman, termasuk Jalan Suka Karya dan Jalan Cipta Karya. 

”Kita menerima laporan warga karena banjir masih terjadi di kawasan ini, sementara kita punya waduk, maka kita datang ke sini,” terangnya. 

Menurut Markarius, salah satu persoalan utama yang menyebabkan waduk tidak berfungsi maksimal adalah hilangnya pintu air. Pintu air yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam pengaturan aliran air tersebut dilaporkan telah dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: BPKP Ingatkan Negara Tak Boleh Kalah, Harus Beri Kepastian Hukum 

Kondisi itu membuat pengendalian air menjadi terkendala. Padahal, waduk semestinya dapat menampung air ketika hujan turun dan mengalirkannya secara bertahap saat kondisi memungkinkan. Dengan begitu, debit air yang mengalir ke kawasan permukiman dapat lebih terkendali. 

”Waduk itu seharusnya saat hujan bisa menampung air, sedangkan musim kemarau bisa kita alirkan. Ketika tidak hujan airnya bisa mengalir,” paparnya. 

Untuk mengembalikan fungsi waduk, Pemko Pekanbaru telah memasukkan rencana pembangunan pintu air ke dalam perencanaan tahun ini. Pembangunan tersebut diharap­kan menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem pengelolaan air sekaligus mengoptimalkan kembali keberadaan waduk sebagai infrastruktur pengendali banjir. 

Baca Juga: HUT Ke-64, Unri Hadirkan Nadhif Basalamah pada Pesta Kuliner Nusantara 

Markarius menyebutkan, keberadaan pintu air nantinya memungkinkan aliran air di waduk diatur sesuai kebutuhan. Selain menampung air hujan, pengaturan tersebut juga diharapkan dapat mendukung kelancaran aliran air sehingga kondisi waduk tetap terjaga. 

”Kita juga mengatasi banjir di kawasan Suka Karya, airnya mengalir ke waduk ini. Waduk ini bisa mengatasi banjir di Jalan Cipta Karya dan Suka Karya,” ulasnya.(ilo)

Editor : Arif Oktafian
kota pekanbaru tuah madani sialang munggu pekanbaru