PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Lebih 30 ketua dan pengurus komunitas dari berbagai genre mengikuti Sosialisasi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Pekanbaru di Ruang Multimedia Lantai 2 Perpustakaan Tenas Effendy, Pekanbaru, Kamis (1/10/2026).
Kadispersip Kota Pekanbaru, H Muhammad Amin menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan untuk melihat IPLM dan TKM di Pekanbaru, yang ternyata tak memenuhi harapan. Sebab, sebagai kota terbesar di Riau, posisi Pekanbaru bahkan berada di bawah daerah lain, termasuk daerah pemekaran terbaru, yakni Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menurut Amin, hal ini terjadi, karena indeks ini hasil sebuah survei, dia yakin banyak responden dari Pekanbaru yang tidak serius dalam mengisinya. Juga ada kemungkinan banyak pegiat literasi yang tidak mengisi survei karena mungkin tidak tahu. Dalam kesempatan itu, Amin mengajak seluruh pegiat literasi di Pekanbaru, untuk mengisi survei agar indeks yang nantinya dikeluarkan akan menjelaskan kondisi literasi Pekanbaru yang sebenarnya.
Baca Juga: DPRD Kuansing Punya 2 Kendaraan Dinas Jabatan dan 6 Operasional Sekretariat, Ini Penggunaannya
"Tanpa mengecilkan arti dan kerja keras daerah lain dalam membangun literasinya, tetapi menurut saya tak layak Pekanbaru berada di bawah," kata M Amin yang didampingi Kabid Pembinaan Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Membaca Elvia Suhana, serta beberapa pejabat di lingkungan Dispersip Pekanbaru.
Untuk itu, dia berharap semua ketua atau perwakilan komunias literasi yang hadir dalam kegiatan bisa menyosialisasikan upaya peningkatan indeks IPLM dan TKM tersebut dan terus membangun literasi yang selama ini sebenarnya sudah dilakukan.
"Saya minta maaf, seharusnya dari awal saya memimpin Dispersip Pekanbaru ini saya langsung mengumpulkan teman-teman pegiat literasi. Ternyata, di luar sepengatahuan kami, teman-teman secara sukarela sudah bekerja keras membangun literasi masyarakat tanpa pamrih. Saya mengucapkan terima kasih untuk hal itu," ujar lelaki kelahiran Kampar ini.
Baca Juga: Jalan Perawang Barat-Sungai Mandau Dibangun Dua Tahap, Panjang 4,6 Km Anggaran Rp63 Miliar
Lebih lanjut, Amin mengajak para pegiat literasi di Pekanbaru menjadikan Dispresip dan seluruh ruang di Perpustakaan Tenas Effendy sebagai rumah bersama. Misalnya membuat kegiatan-kegiatan literasi, diskusi, buku, pelatihan, dan berbagai kegiatan lainnya. "Seluruh ruangan ini terbuka untuk teman-teman semua," kata Amin lagi.
Pada bagian lain, Ketua Forum Komunikasi Pegiat Literasi Kota Pekanbaru, Mulyati Umar, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan forum yang kepemimpinannya diamanahkan kepadanya tersebut.
"Tujuannya adalah menyatukan semua komunitas lintas genre dalam membangun literasi di Pekanbaru," kata pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mentari Sago itu.
Baca Juga: 3.425 Anak Pekanbaru Belum Dapat Imunisasi DPT-HB-Hib 1
Selain Mulyati Umar, hadir para pegiat komunitas dari berbagai genre seperti Ketua Forum TBM Pekanbaru Muhammad Hafiz, Ketua Rumah Sunting Kunni Masrohanti, Ketua Rangurai Febry Purba, Evelyn (Kampung Dongeng Pekanbaru), Nena Padmah (Komunitas Teater Tak Sudah-Sudah), Herlina (Pekanbaru Read Aloud), Pamula Trisa Suri (Teratak Literasi), perwakilan Komunitas Satu Paragraf, Guru Ngopi, Kita Dongeng, Rumah Dialektika, dan lainnya.
Editor : Rinaldi