Pasokan Terbatas, Pemko Pekanbaru Usulkan Subsidi Angkut Cabai ke Bapanas

Joko Susilo • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:55 WIB
Sekda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin.(Dok Riaupos.co)
Sekda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin.(Dok Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga cabai di Kota Pekanbaru kembali melonjak akibat terbatasnya pasokan. Untuk menekan kenaikan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengusulkan dukungan biaya transportasi cabai dari daerah penghasil kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, biaya distribusi dari daerah penghasil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga cabai di tingkat pasar. Karena itu, intervensi pemerintah diarahkan pada ongkos angkut, bukan subsidi langsung terhadap harga cabai.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru kini tengah menghitung kebutuhan cabai di daerah. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan kepada Bapanas agar biaya transportasi cabai dari sentra produksi menuju Pekanbaru dapat ditanggung pemerintah pusat.

 Baca Juga: Dukung Ekosistem Halal di Riau, UIR Bersiap Jadi Lembaga Pemeriksa Halal

"Kami juga sudah rapatkan tadi pagi. Teman-teman dari Dinas Ketahanan Pangan sedang memastikan kebutuhan-kebutuhannya untuk bisa nanti mengajukan kepada Bapanas agar bisa dilakukan subsidi transportasi dari daerah penghasil ke Kota Pekanbaru," kata Zulhelmi, Selasa (6/10/2026).

Ia menegaskan, skema yang diusulkan bukan berupa subsidi harga cabai. Pemerintah berharap biaya transportasi dapat ditekan sehingga harga jual cabai di Pekanbaru lebih terkendali.

"Bukan subsidi. Artinya nanti intervensinya melalui seluruh pembiayaan transportasi ditanggung oleh Bapanas. Itu bisa dilakukan sehingga intervensi harga terkait transportasi tadi akan memurahkan biaya mereka untuk bisa jual," jelasnya.

Selain mengusulkan pembiayaan transportasi, Pemko Pekanbaru juga membuka opsi pengadaan cabai langsung dari daerah penghasil melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini dinilai dapat menjadi alternatif untuk menjaga pasokan sekaligus mendapatkan harga yang lebih terkendali.

 Baca Juga: Roadshow Honda DBL Sambangi SMA Witama, Target Juara Digaungkan

Zulhelmi mencontohkan, jika cabai dibeli langsung dari daerah penghasil dengan harga Rp60 ribu per kilogram, harga tersebut diharapkan tidak mengalami kenaikan signifikan setelah tiba di Pekanbaru apabila biaya transportasinya mendapat dukungan pemerintah.

"Contohnya ketika nanti kita lakukan pembelian di daerah asal katakanlah Rp60.000, sampai ke sini juga bisa jual di harga Rp60.000 melalui BUMD kita nanti," ujarnya.

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pekanbaru berharap peningkatan pasokan dari daerah penghasil dapat membantu menekan harga cabai. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Aceh yang diperkirakan memasuki masa panen raya pada Oktober.

 Baca Juga: Diler 3S Geely Hadir di Pekanbaru, Support Kebutuhan Mobil Listrik di Riau 

"Harapan kita, dari Aceh akan ada panen raya di bulan ini. Harga cabai juga akan bisa dikendalikan," kata Zulhelmi.

Menurutnya, ketersediaan pasokan sangat menentukan pergerakan harga di pasar. Ketika pasokan terbatas sementara permintaan meningkat, harga cenderung mengalami kenaikan.

"Ketika suplainya banyak, maka demandnya juga akan mencukupi. Kalau sekarang suplainya sedikit, demand meningkat, makanya harganya meningkat cukup tinggi," pungkasnya.(ilo)

 

Editor : Edwar Yaman
Pasokan Terbatas Subsidi Angkut Cabai pemko pekanbaru Zulhelmi arifin harga cabai