PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Riau (Unri) menggandeng warga Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar untuk mengolah limbah kertas bekas menjadi eco-pot, wadah pembibitan tanaman ramah lingkungan pengganti polybag plastik. Inovasi ini diperkenalkan melalui workshop yang digelar Program Studi D3 Teknologi Pulp dan Kertas, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Unri, Sabtu (3/10).
Kegiatan didanai DIPA Unri 2026 Nomor: 817/UN19.5.1.3/AL.04.03/2026. Kegiatan diketuai Syelvia Putri Utami ST MEng PhD dengan anggota Prof Evelyn ST MSc PhD, Dr Desi Heltina ST MT, Esty Octiana Sari SSi MT PhD, Supriani Sidabalok SPd MSi dan Muhammad Iwan Fermi ST MT dibantu mahasiswa D3 Teknologi Pulp dan Kertas. Turut hadir Ketua PKK Leni Darsi, pengurus Posyandu, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KKN Fakultas Hukum Unri.
Workshop berlangsung hangat saat sesi praktik. Dengan bimbingan tim, ibu-ibu PKK tampak sigap mengolah bubur kertas (pulp) dan mencetaknya menjadi pot bibit. Peserta menilai prosesnya mudah dan bermanfaat. ’’Ternyata cara buatnya sangat mudah dan bahannya ada di sekitar kita. Bisa kami pakai sendiri untuk bibit tanaman atau dikembangkan jadi produk khas desa,’’ ujar salah satu warga peserta workshop Zuliana.
Baca Juga: Korban Kebakaran di Lembah Damai Dapat Bantuan
Sekretaris Desa Batu Belah Wahyu Affandi SHut saat membuka acara menyampaikan apresiasi. ‘’Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk membuktikan bahwa pengelolaan sampah bernilai ekonomis bisa dimulai dari bahan yang paling dekat dengan keseharian masyarakat,’’ tuturnya.
Sebelum mencetak, peserta diedukasi pentingnya pemilahan sampah rumah tangga. Kertas dipisah dari sampah basah, dihancurkan menjadi bubur, dicampur perekat, dicetak, hingga dikeringkan. Eco-pot berbasis serat kertas ini bersifat mudah terurai (biodegradable) saat ditanam langsung ke tanah, mengurangi ketergantungan plastik, serta telah diuji laboratorium untuk daya tahan selama masa pembibitan. Dengan mutu terjaga dan kemasan menarik, produk ini berpeluang dipasarkan sebagai kerajinan unggulan Desa Batu Belah.
Guna keberlanjutan, tim PkM Unri menyerahkan hibah starter kit berupa blender, alat pemotong kertas, dan perlengkapan produksi. Inisiatif ini berawal dari survei 5 September 2026, saat desa belum memiliki sistem pengolahan limbah kertas yang terorganisasi. Ke depan, tim siap mendampingi pengorganisasian kelompok usaha, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran. Posyandu berperan menggerakkan edukasi pemilahan, PKK fokus produksi, sehingga sampah menjadi roda penggerak ekonomi kreatif desa.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian