PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - MENURUNNYA kualitas udara di Kota Pekanbaru membuat Pemerintah Kota Pekanbaru harus kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhadap peserta didik mulai tingkat PAUD, TK SD hingga SMP.
Namun, PJJ yang terus-menerus ini membuat banyak orang tua frustasi karena pembelajaran dinilai kurang maksimal.
Menurut seorang wali murid SD Negeri 170 Pekanbaru Kecamatan Bukitraya, Nova Yanti (36), dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah sangat menganggu hak anak-anak untuk mendapatkan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Ia katakan, kualitas udara di Pekanbaru belum lama ini membaik dan anak-anak mulai fokus untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Namun kini dirusak dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dan PJJ kembali diberlakukan selama sepekan.
Baca Juga: Wisellin Alexia Maju ke Final, Miss Chinese Indonesian Teen 2026
Meskipun dirinya mengetahui, kebijakan PJJ dilakukan pemko guna melindungi kesehatan anak-anak, namun dirinya berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi anak-anak yang sebentar lagi akan memasuki ujian tengah semester ganjil.
”Entah sampai kapan kabut asap ini akan hilang. Kasihan anak-anak, mereka seharusnya bisa belajar di sekolah, sekarang malah di rumah. Karena kebanyakan pegang gadget, takutnya malah hilang fokus. Kalau bisa jangan PJJ lagi. Tapi tindak tegas para oknum yang melakukan aksi pembakaran lahan yang membuat kualitas udara Pekanbaru menjadi buruk,” katanya, Kamis (8/10).
Hal senada juga diungkapkan wali murid dari SD Negeri 48 Pekanbaru Kecamatan Bukitraya, Dwi.
”Jujur sedih karena anak-anak harus di rumah saja selama sepekan. Pihak sekolah tetap memberikan tugas, tapi pembelajaran tetap tidak maksimal. PJJ sangat tidak efektif bagi anak. Mereka lebih banyak bermain hape setelah mengerjakan tugas. Kalau bisa pemerintah bantu cari jalan keluar jangan sampai PJJ terlalu lama,” ujarnya
Baca Juga: Karpet Sintetis dan Pipa di Lantai 6 Kejati Riau Terbakar
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengaku pemko harus kembali memperpanjang penerapan PJJ hingga Sabtu (10/10) karena kualitas udara yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Keputusan itu diambil setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait. ”Kita harus melanjutkan PJJ sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kualitas udara buruk terhadap peserta didik,” ucapnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Editor : Arif Oktafian