Mahasiswa UHTP Dorong Warga Hidup Sehat tanpa Asap Rokok

Herianto Baserah • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Mahasiswa PBL UHTP, Pembimbing Akademik Riri Maharani SKM MKes dan Pembimbing Lapangan Eldawati Amd Keb, Lurah Binawidya Ridho Surya Rizal SSTP MSi, Kepala Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani dan Ketua RW 05 Maspar foto bersama usai penutupan PBL, belum lama ini.(UHTP untuk Riau Pos)

Mahasiswa PBL UHTP, Pembimbing Akademik Riri Maharani SKM MKes dan Pembimbing Lapangan Eldawati Amd Keb, Lurah Binawidya Ridho Surya Rizal SSTP MSi, Kepala Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani dan Ketua RW 05 Maspar foto bersama usai penutupan PBL, belum lama ini.(UHTP untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tingginya kebiasaan merokok di tengah warga mendorong mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) Kelompok 17 turun langsung ke RW 05 RT 01, 02, dan 03, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya. Melalui tiga tahap Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Sepanjang 2026, mereka mengajak warga menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan bebas asap rokok.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lurah Binawidya Ridho Surya Rizal SSTP MSi, Kepala Puskesmas Simpang Baru, drg Hidayani dan Ketua RW 05 Maspar. Para mahasiswa dibimbing oleh Dosenn Pembimbing Akademik Riri Maharani SKM MKes dan Pembimbing Lapangan Eldawati  Amd Keb.

Pada tahap pertama (PBL 1), Kelompok 17 melakukan pendataan kesehatan keluarga kepada warga RW 05 RT 01, 02, dan 03 pada 6 Januari 2026 untuk mengenal kondisi kesehatan dan lingkungan warga. Dari hasil pendataan tersebut, kebiasaan merokok menjadi temuan tertinggi di antara masalah kesehatan yang ditemukan.

 Baca Juga: Putri SMAN 1 Pekanbaru Melaju ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau

Tahap kedua (PBL 2) diawali dengan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) I pada 4 Februari 2026. Hasil pendataan dibahas bersama warga, dan kebiasaan merokok ditetapkan sebagai prioritas masalah yang perlu ditangani lebih dulu. Pada 6 Februari 2026, mahasiswa memberikan penyuluhan bahaya merokok dan membagikan brosur kepada remaja di SMA Negeri 12 Pekanbaru.

Di hari yang sama, mahasiswa menggelar diskusi kelompok (FGD) bersama bapak-bapak warga di Masjid Raudhatul Jannah tentang bahaya perokok aktif dan pasif.

Memasuki tahap ketiga (PBL 3), mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi. Pada 15-18 September 2026, kuesioner dibagikan kepada 20 responden. Hasilnya, seluruh responden memahami bahaya rokok, termasuk bahaya bagi perokok pasif. Namun kebiasaan merokok belum berubah, karena perubahan perilaku membutuhkan proses dan dukungan lingkungan.

Baca Juga: Pemprov Riau Selesaikan Evaluasi APBD Perubahan 2026 Milik 3 Daerah

Hasil monitoring dan evaluasi ini dibahas bersama perangkat kelurahan, RW, RT, kader, dan perwakilan warga dalam MMK II di Masjid Al-Firdaus pada 17 September 2026.

Sebagai rencana tindak lanjut, Kelompok 17 menggelar diskusi bersama ibu-ibu jamaah wirid Masjid Raudhatul Jannah, yaitu istri dari bapak-bapak warga yang sebelumnya mengikuti diskusi kelompok pada PBL 2, pada 18 September 2026. Kegiatan ini membahas bahaya asap rokok bagi istri dan anak-anak serta bahaya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kabut asap.

Para istri diajak berperan sebagai pengingat bagi suami agar tidak merokok di dalam rumah atau di dekat anak-anak. Peserta antusias dan menyepakati cara menegur dengan santun. Satu ibu jamaah ditetapkan sebagai Kader Duta Anti Rokok dan menerima sertifikat penghargaan.

Baca Juga: Angkat Budaya Indonesia, Dance SMA IT Abdurrab Tampil Memukau

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kelompok 17 berharap kesadaran warga untuk menjaga rumah bebas asap rokok terus meningkat. Kelompok 17 juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kecamatan, kelurahan, puskesmas, pembimbing akademik, pembimbing lapangan, pengurus RW, pengurus masjid, dan seluruh warga yang telah mendukung kegiatan.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
tanpa Asap Rokok hidup sehat mahasiswa uhtp