PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum baik mendorong mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) Kelompok 6 turun langsung ke RW 06 RT 01, 02, dan 03, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya. Melalui tiga tahap Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) sepanjang 2026, mereka mengajak warga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos dan berhenti membakar sampah.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lurah Simpang Baru Muhammad Zulfi Sahri MPd dan Kepala UPTD Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani. Para mahasiswa dibimbing oleh Pembimbing Akademik Nila Puspita Sari SKM MKM dan Pembimbing Lapangan Rini Elvia AMK.
Pada tahap pertama (PBL 1), Kelompok 6 melakukan pendataan kesehatan keluarga kepada 72 kepala keluarga (KK) di RW 06 RT 01, 02, dan 03 untuk mengenal kondisi kesehatan dan lingkungan warga. Dari hasil pendataan, ditemukan empat masalah kesehatan, yaitu pengelolaan sampah, warga yang merokok, kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan status imunisasi. Pada masalah sampah, 10 KK (13,9 persen) masih membuang sampah dengan cara dibakar.
Baca Juga: Atasi Krisis Pangan, Warga Diajak Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
Tahap kedua (PBL 2) diawali dengan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) I di Aula Kantor Kelurahan Simpang Baru pada 4 Februari 2026. Hasil pendataan dibahas bersama warga dan perangkat setempat, lalu dinilai dengan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Pengelolaan sampah memperoleh skor tertinggi, yakni 69, sehingga ditetapkan sebagai prioritas masalah yang ditangani lebih dulu.
Pada 8 Februari 2026, mahasiswa bersama warga bergotong royong membersihkan lingkungan RT 01 dan memilah sampah organik dan anorganik. Sehari kemudian, 9 Februari 2026, mahasiswa menggelar penyuluhan pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi kompos menggunakan leaflet, disertai praktik pembuatan kompos di rumah Ketua RT 01. Kegiatan ini diikuti 17 warga dan dilanjutkan melalui grup WhatsApp yang berisi video tutorial pembuatan kompos sederhana.
Memasuki tahap ketiga (PBL 3), mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi. Kuesioner dibagikan kepada 15 responden. Hasilnya, warga yang membakar sampah turun dari 3 responden (20 persen) menjadi tidak ada sama sekali, dan 9 responden (60 persen) telah mengolah sebagian sampah rumah tangganya menjadi kompos. Sebanyak 11 responden (73,3 persen) mulai memisahkan sampah yang dapat dijadikan kompos. Seluruh peserta kegiatan merasa terbantu mengurangi sampah rumah tangga dan menilai pembuatan kompos mudah dilakukan di rumah. Namun, sebagian responden masih terkendala waktu, bau, dan keterbatasan alat atau wadah.
Baca Juga: Putri SMAN 1 Pekanbaru Melaju ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau
Hasil monitoring dan evaluasi ini dibahas bersama perangkat kelurahan, Puskesmas, pengurus RW, RT, dan perwakilan warga dalam MMK II di Aula Kantor Kelurahan Simpang Baru pada 17 September 2026.
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, pada 20 September 2026 Kelompok 6 menggelar penyuluhan door to door di RW 06 RT 01 bertema ‘’Upaya Pengurangan Polusi Udara pada Musim Kabut Asap Karhutla Melalui Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga’’. Mahasiswa membagikan poster dan masker kepada warga.
Sebagai rencana tindak lanjut, Kelompok 6 mengusulkan edukasi lanjutan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, pembagian starter kit berupa cairan dekomposer EM4 secara gratis, serta solusi untuk kendala waktu dan bau dalam pembuatan kompos. Pendampingan oleh kader lingkungan atau kader posyandu dan koordinasi dengan pihak kelurahan serta Puskesmas juga disiapkan agar perubahan perilaku warga tetap terjaga.
Baca Juga: Pembukaan Porseni IGTKI PGRI Riau, Muklisin Usulkan Guru PAUD, TK Diangkat Jadi PNS atau PPPK
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kelompok 6 berharap kesadaran warga untuk mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan tidak membakar sampah terus meningkat. Kelompok 6 juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kecamatan, kelurahan, Puskesmas Simpang Baru, pembimbing akademik, pembimbing lapangan, pengurus RW dan RT, serta seluruh warga yang telah mendukung kegiatan.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman