Mahasiswa UHTP Ajak Warga Binawidya Terapkan Hidup Sehat tanpa Asap Rokok

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:33 WIB
FOTO BERSAMA: Mahasiswa PBL UHTP, Pembimbing Akademik Riri Maharani SKM MKes dan Pembimbing Lapangan Eldawati Amd Keb, Lurah Binawidya Ridho Surya Rizal SSTP MSi, Kepala Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani dan Ketua RW 05 Maspar foto bersama usai penutupan PBL, belum lama ini. (UHTP untuk Riau Pos)
FOTO BERSAMA: Mahasiswa PBL UHTP, Pembimbing Akademik Riri Maharani SKM MKes dan Pembimbing Lapangan Eldawati Amd Keb, Lurah Binawidya Ridho Surya Rizal SSTP MSi, Kepala Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani dan Ketua RW 05 Maspar foto bersama usai penutupan PBL, belum lama ini. (UHTP untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Asap rokok yang masih mengepul di dalam rumah menjadi perhatian serius mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) Kelompok 17. Mereka turun langsung ke RW 05, RT 01, 02, dan 03, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya, mengajak warga hidup sehat tanpa asap rokok melalui tiga tahap penga­laman belajar lapangan (PBL) sepanjang 2026.

Kegiatan yang dibimbing Pembimbing Akademik Riri Maharani SKM MKes dan Pembimbing Lapangan Eldawati Amd Keb ini mendapat dukungan Lurah Binawidya Ridho Surya Rizal SSTP MSi, Kepala Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani dan Ketua RW 05 Maspar. Pada PBL 1, 6 Januari 2026, mahasiswa mendata kesehatan keluarga. Hasilnya mengejutkan, kebiasaan merokok menjadi temuan tertinggi di antara masalah kesehatan warga.

Hasil itu dibahas dalam musya­warah masyarakat kelurahan (MMK) I pada 4 Februari 2026. Merokok pun ditetapkan sebagai prioritas utama. Dua hari kemudian, mahasiswa menyasar dua kelompok sekaligus: penyuluhan bahaya rokok untuk remaja di SMA Negeri 12 Pekanbaru, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama bapak-bapak di Masjid Raudhatul Jannah membahas bahaya perokok aktif dan pasif.

Baca Juga: Mahasiswa Tuntut Penyelesaian Masalah Karhutla dan Beasiswa 

Memasuki PBL 3, monitoring 15-18 September 2026 kepada 20 responden menunjukkan seluruh warga kini paham bahaya rokok, termasuk bagi perokok pasif. Namun kebiasaan belum berubah, karena perlu proses dan dukungan lingkungan. Temuan ini dibahas kembali dalam MMK II di Masjid Al-Firdaus pada 17 September 2026. Uniknya, sebagai tindak lanjut, mahasiswa melibatkan para istri. 

Pada 18 September 2026, ibu-ibu jemaah wirid Masjid Raudhatul Jannah diajak menjadi garda terdepan pengingat suami agar tidak merokok di dalam rumah atau dekat anak, sekaligus waspada ISPA di musim kabut asap. Para ibu antusias, sepakat menegur dengan santun, dan satu orang ditetapkan sebagai Kader Duta Anti Rokok menerima sertifikat penghargaan. Melalui gerakan ini, Kelompok 17 berharap rumah bebas asap rokok bukan sekadar slogan, tetapi kebiasaan baru warga Binawidya.(nto/c)

 

 

Editor : Arif Oktafian
Kelompok 17 UHTP uhtp universitas hang tuah pekanbaru mahasiswa uhtp