Dua orang murid sekolah dasar (SD)ditemukan tewas setelah hanyut terseret arus saat mandi di Sungai Kualo, Jalan Pulau Payung, Dusun Kualo, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabulaten Pelalawan, Selasa (23/1/2024) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Jasad kedua anak sekolah yang masih duduk di bangku kelas 6 salah satu SDN di Kecamatan Pangkalan Kerinci ini, ditemukan sekitar 2 meter dari lokasi kejadian oleh tim gabungan dari Sat Pol Airud Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, BPBD dan masyarakat dusun setempat.
Informasi yang berhasil dirangkum Riaupos.co dari pihak kepolisian menyebutkan, kejadian itu berawal saat Junaidi (JD) dan Muhammad Refal (MR) bersama tiga temannya, baru pulang sekolah yang tak jauh dari lokasi banjir di Jalan Pulau Payung, Dusun Kualo Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabulaten Pelalawan, Selasa (23/1/2024) sore.
Namun kelima anak-anak berusia 13 tahun yang berdomisi di Gang 2000 Pasar Baru Pangkalan Kerinci ini, memutuskan untuk pergi berenang. Saat tiba di lokasi banjir, kelima murid SD yang masih mengenakan seragam sekolah ini langsung melompat kedalam genangan air yang merendam badan Jalan Pulau Payung.
Meski sempat dilarang pedagang di sekitar lokasi, tapi anak-anak tersebut tetap masuk kedalam aliran Sungai Kualo untuk menikmati dinginnya genangan air banjir.
Hanya saja, selang lima menit berenang kedalam genangan air, kelima murid SD itu tiba-tiba hanyut terseret arus. Sehingga warga yang melihat kondisi tersebut langsung berteriak dan memberikan pertolongan.
Dan dari hasil pencarian itu, 3 dari 5 anak tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi lemah setelah banyak meminum air banjir. Sedangkan 2 lainnya yakni korban JD dan MR, berhasil ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Atas kondisi itu, Bhabinkamtibmas yang saat itu tengah berada di lokasi banjir bersama warga setempat, langsung memberikan pertolongan dengan membawa kedua korban menuju Rumah Sakit (RS) Amelia Medika Pangkalan Kerinci mengguna ambulance dan sepeda motor. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, kedua korban telah dinyatakan meninggal dunia.
Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK ketika dikonfirmasi Riaupos.co melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Romi Irwansyah SH MH, Selasa (23/1/2024) sore membenarkan adanya penemuan dua murid yang tak bernyawa setelah hanyut tenggelam terseret arus saat mandi berenang di Sungai Kualo.
"Ya, dari hasil visum tenaga medis RS Amelia Medika Pangkalan Kerinci, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan. Sehingga pihak keluarga menerima dan jenazahnya dibawa untuk dikebumikan," ujarnya.
Untuk itu, sambung mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Pelalawan ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat Pelalawan, khususnya disekitar bantaran sungai, dapat meningkatkan kewaspadaan di tengah-tengah kondisi banjir yang melanda Negeri Amanah ini.
Editor : RP Rinaldi