Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir di Jalintim Bikin Macet Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan, Roda Dua dan Roda Empat Dilarang Melintas

M Amin Amran • Jumat, 2 Februari 2024 | 18:35 WIB

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Banjir yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, kembali meningkat pada Jumat (2/2/2024) siang.

Antrean panjang kendaraan mencapai 15 KM di Jalan Lintas Timur KM 83 Desa  Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras dampak kembali meningkatkan tinggi permukaan air, Jumat (2/2).
Antrean panjang kendaraan mencapai 15 KM di Jalan Lintas Timur KM 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras dampak kembali meningkatkan tinggi permukaan air, Jumat (2/2).

Tinggi permukaan air yang menggenangi Jalan Nasional itu, saat ini kembali naik hingga mencapai 70 centimeter (cm). Atas kondisi tersebut, petugas gabungan kembali melarang roda dua dan roda empat untuk melintas.

"Ya, tinggi permukaan air yang merendam badan Jalintim KM 83 saat ini telah mencapai 70 cm. Sehingga dengan adanya peningkatan tinggi permukaan air di lokasi titik banjir Jalan Lintas Provonsi ini, maka sepeda motor dan roda empat pribadi, sudah kita larang untuk melintas," terang Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SIK didampingi Kasat Lantas AKP Akira Ceria kepada Riaupos.co, Jumat (2/2/2024) di Pangkalankerinci.

Diungkapkan Akira bahwa, larangan roda dua dan roda empat melintas di Jalintim KM 83 tersebut dikarena banyak kendaraan berbadan kecil itu mengalami mati mesin atau mogok di tengah badan jalan dampak kembali naiknya tinggi permukaan air dilokasi banjir.

Sehingga kondisi tersebut telah menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan masih padat merayap dan membuat arus lalu lintas terhambat hingga kemacetan menjadi mengular mencapai 15 KM.

"Jadi, saat ini kita masih fokus melakukan evakuasi kendaraan baik roda dua maupun empat yang mogok di tengah badan Jalintim KM 83. Tentunya upaya evakuasi ini berdampak menyebabkan terjadinya penumpukan hingga antrean panjang kendaraan mencapai 15 KM," paparnya.

Untuk itu, sambung mantan Kasat Lantas Polres Dumai ini, guna mengurai kemacetan panjang kendaraan kendaraan tersebut, petugas gabungan masih menerapkan pola buka tutup jalan. Meski tidak serta merta membuat arus lalu lintas menjadi normal, namun upaya tersebut masih dinilai efektif agar arus lalu lintas kendaraan tetap bergerak walaupun secara perlahan.

Selain itu, petugas gabungan juga telah
melakukan pengalihan arus lalu lintas di Kilometer 153 Ukui tepat di perbatasan Pelalawan dengan Indragiri Hulu.

"Untuk mengurangi kemacetan. Artinya, kendaraan yang datang dari arah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), diimbau dapat melintasi jalan alternatif yakni Jalur Lintas Tengah Kuantan Singingi (Kuansing)," ujarnya seraya mengimbau agar para pengendara kendaraan tetap mengikuti petunjuk dan arahan petugas dilapangan.

Ditambahkan Akira bahwa, pihaknya berharap agar banjir dapat segera surut total. Sehingga aktivitas moda transportasi dapat kembali berjalan dengan lancar dan normal.

Laporan: M Amin Amran (Pangkalankerinci)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#jalan lintas timur sumatera #polres pelalawan #banjir riau #macet