PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Bencana banjir yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras sejak hampir satu bulan terakhir, hingga saat ini masih menyisakan kesedihan dan rasa duka di bagi masyarakat penghuna jalan nasional tersebut.
Pasalnya, banjir yang telah menggenangi badan jalan lintas provinsi ini, tidak hanya berdampak menyebabkan terganggunya aktivitas kelancaran arus lalu lintas, namun musibah rutinitas tahunan ini juga telah mengancam kesehatan para pengendara kendaraan bermotor.
Hal ini terbukti ditemukannya seorang kernet truk yang diketahui bernama Harianto (41), meninggal dunia di lokasi titik banjir Jalintim ini akibat kelelahan dan kelaparan saat tengah menunggu antrean panjang moda transportasi, beberapa hari lalu.
Atas keprihatinan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan bersama PT Riau Petroleum Kampar (RPK) yang merupakan anak perusahaan BUMD atau Perumda Provinsi Riau yakni PT Riau Petroleum (RP), menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) untuk korban terdampak banjir, khususnya para pengendara kendaraan bermotor di Jalintim Pelalawan, Senin (5/2/2024) siang.
Bantuan berupa 2 ton beras ini, diserahkan oleh Direktur PT RPK Pebriansyah Putra didampingi Komisaris Tengku Zulmizan F Assagaff SE MSi. Ak. CA dan Direktur Perumda Tuah Sekata Tengku Efirsyah Putra kepada Pemkab Pelalawan yang diterima oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pelalawan, Ewin Rommel MSi untuk disalurkan kepada masyarakat korban terdampak banjir. Khususnya para pengendara kendaraan bermotor di Jalintim KM 76-84 Desa Kemang.
"Ya, mewakili pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak banjir, kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT RPK yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat. Kita berharap apa yang dilakukan oleh PT RPK ini, dapat ditiru oleh perusahaan - perusahaan lainnya yang beroperasi di Negeri Seiya Sekata ini untuk memberikan bantuan korban terdampak banjir," terang Ewin Rommel.
Diungkapkan mantan Kabid Publikasi dan Informasi Daerah (PID) Diskominfo Pelalawan ini bahwa, bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga Desa Kemang dan Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras yang telah mendirikan dapur umum. Dimana bantuan ini akan digunakan sebagai bahan baku para ibu-ibu didapur umum tersebut untuk membuat paket makanan nasi bungkus yang disalurkan kepada warga pengguna jalan, khususnya para sopir dan penumpang yang menunggu antrian panjang kendaraan bermotor di lokasi banjir Jalintim.
"Kemudian, sebagian bantuan beras ini, akan kita salurkan kepada para pengungsi dampak banjir yang hingga saat ini masih bertahan ditempat pengungsian yang telah didirikan di setiap Desa dan Kelurahan di 7 kecamatan," paparnya.
Sementara itu, Direktur PT RPK Pebriansyah Putra didampingi Komisaris Tengku Zulmizan F Assagaff SE MSi. Ak. CA mengatakan bahwa, Manajemen perusahaan merasa prihatin terhadap banjir di Pelalawan, khususnya di Jalintim KM 83 yang berlarut-larut dan tidak mengalami penyurutan total. Artinya ini banjir yang terlama dan terbesar, sehingga perlu bantuan yang berulang atau berlanjut.
Sedangkan penyaluran bantuan berupa 2 ton beras ini, merupakan bentuk program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan kepada masyarakat di Negeri Amanah ini.
"Untuk itu, mewakili manajemen perusahaan, kami berharap bantuan yang telah disalurkan dapat ikut meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Khususnya warga pengguna jalan di Jalintim agar tidak sakit karena tidak makan akibat kelamaan menunggu antrian panjang kendaraan," tutur Pebriansyah Putra.
Hal senada juga disampaikan Komisaris PT RPK, Tengku Zulmizan F Assagaff SE MSi. Ak. CA. Dikatakannya bahwa, PT Riau Petroleum Kampar (RPK) adalah anak perusahaan BUMD atau Perumda Provinsi Riau yakni PT Riau Petroleum (RP) yang mengelola Partisipating Interest (PI) 10% migas di Wilayah Kerja (WK) Blok Kampar. Dimana sebagian besar wilayah kerja di Kabupaten Pelalawan, berada di Kecamatan Kerumutan, dan sebagian lainnya di Kabupaten Indragiri Hulu.
Sedangkan Komposisi Pemegang Saham PT RPK yakni 50% milik Pemprov Riau melalui BUMD PT Riau Petroleum. Kemudian 34% sahamnya milik Pemkab Pelalawan melalui Perumda PT Tuah Sekata. Dan 16% lainnya milik Pemkab Indragiri Hulu melalui PD Indragiri.
bersumber dari CSR PT RPK Tahun 2024, bantuan ini merupakan CSR perdana semenjak perusahaan ini berdiri pada tahun 2017 melalui perjuangan Blok Kampar. Sehingga dikepemimpinan manajemen saat ini, pada awal Desember 2023 lalu, perusahaan ini mulai menghasilkan dana bagi hasil PI yang kemudian disalurkan untuk bantuan korban banjir melalui program CSR. Tentunya bantuan dari dana CSR ini akan terus berlanjut sesuai kebutuhan daerah dari pemekaran Kabupaten Kampar ini," tutup Zulmizan. (amn)
Editor : M. Erizal