PELALAWAN (RIAUPOS.CO) -- Mengantisipasi banjir luapan air Sungai Kampar yang disebabkan bukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang beberapa hari lalu, Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK bersama pejabat utama Polres, melakukan pengecekan kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim) yang telah tergenang air, tepatnya di Km 74-75 Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis (16/1/2025) siang.
Pengecekan tersebut juga dilakukan Kapolres dan jajaran di sejumlah titik Jalintim yang masuk dalam peta rawan dan berpotensi tergenang oleh luapan air Sungai Kampar sepanjang 10 Km. Tepatnya di simpang Jalan lingkar, SPBU BK Group, jembatan Nilo dan lokasi Masjid Tunggal An Nafii Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras.
Selain melakukan patroli, Kapolres Pelalawan juga melakukan pengecekan ketinggian debit air Sungai Kampar di lokasi jembatan Nilo yang mengalami peningkatan dampak pasca dibukanya 5 pintu waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar beberapa hari lalu.
Demikian hal ini disampaikan Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK kepada Riaupos.co, Kamis (16/1/2025) siang di Pangkalan Kerinci. Dikatakannya, upaya yang di lakukan Polres Pelalawan yaitu melakukan Mitigasi ke tempat atau lokasi pemukiman masyarakat yang berada di bantaran Sungai Kampar. Dan jalan lintas timur Kota Pangkalan Kerinci yang rawan terdampak luapan air Sungai Kampar.
Selain itu, upaya yang dilakukan yaitu untuk menentukan tempat atau lokasi yang akan dijadikan sebagai kantong-kantong parkir bagi kendaraan yang tidak bisa melintasi jalan lintas timur yang tergenang akibat luapan air Sungai Kampar.
"Jadi, saat ini kami melakukan Mitigasi terjadinya banjir luapan Sungai Kampar di lokasi jalan lintas timur yaitu lokasi paska banjir tahun 2024. Tentunya dengan melakukan patroli, memantau peningkatan debit air Sungai Kampar dengan menentukan titik-titik pengungsian masyarakat yang terdampak banjir. Serta lokasi penampungan kendaraan yang tidak bisa melintas genangan air jika terjadi banjir di jalan lintas timur Kabupaten Pelalawan.
"Kami juga telah melakukan koordinasi bersama TNI, BPBD, Dinas PU, Dinas Perhubungan serta Pemerintah Kabupaten Pelalawan, guna melakukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan jika banjir benar-benar terjadi," terang Kapolres Pelalawan.
Ditambahkan mantan Kapolres Intan Jaya - Papua ini, dengan adanya potensi banjir, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan, agar lebih berhati-hati dan selalu meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat intensitas hujan di Negeri Seiya Sekata ini masih cukup tinggi.
Begitu juga dengan dampak Pintu Spillway Gate PLTA Koto Panjang Kampar masih di buka 5 pintu x 50 cm yang berakibat naiknya debit air Sungai Kampar.
"Untuk itu kembali kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berkordinasi dengan perangkat desa, Bhabinkamtibmas serta Babinsa, jika kondisi debit air Sungai Kampar telah sampai ke lokasi pemukiman masyarakat. Dan masyarakat juga dapat segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan yang menyebabkan munculnya korban jiwa," tutup Afrizal.
Editor : Rinaldi