Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Debit Air Sungai Kampar dan Sungai Nilo Meluap, 10 KK Mengungsi, 345 Rumah Warga Terdampak Banjir di Pelalawan

M Amin Amran • Kamis, 16 Januari 2025 | 19:04 WIB
Kalaksa BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan SPi MSi meninjau kondisi banjir di Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis (16/1/2025).
Kalaksa BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan SPi MSi meninjau kondisi banjir di Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis (16/1/2025).

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) -- Intensitas curah hujan yang tinggi sejak sepekan terakhir serta adanya pembukaan 5 pintu x 50 cm PLT Koto Panjang, telah menyebabkan volume air Sungai Kampar dan Sungai Nilo di Kabupaten Pelalawan meningkat drastis. Yakni naik setinggi 17 centimeter.

Seperti debit air Sungai Kampar dari sehari sebelumnya 2,61 meter dan saat ini mencapai 2,75 M. Peningkatan ini disebabkan tingginya intenaitas curah hujan serta dampak pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang.

Sedangkan debit air Sungai Nilo saat ini berada pada angka 1,90 meter dari sebelumnya 1,76 meter yang dipengaruhi tingginya curah serta adanya luapan air sungai di Kuantan Singingi. Alhasil, kondisi itu telah menyebabkan debit air dua sungai tersebut meluap, sehingga sejumlah desa dan kelurahan yang berada di bantaran sungai, mulai dilanda banjir.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan SPi MSi kepada Riaupos.co, Kamis (16/2/2025) di Pangkalan Kerinci.

Dikatakannya, dampak dari banjir tersebut telah menyebabkan sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui, terpaksa mengungsi. Sedangkan 345 rumah di tiga desa yakni Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui, serta 2 desa di Kecamatan Pangkalan Kerinci, yakni Desa Kuala Terusan dan Desa Rantau Baru, juga ikut terdampak banjir.

"Ya, ada 10 KK di Desa Lubuk Kembang Bunga yang telah mengungsi akibat banjir dampak meluapnya debit air Sungai Nilo. Selain itu, juga ada sebanyak 285 rumah di tiga desa yang berada di 2 kecamatan, ikut terdampak banjir akibat luapan Sungai Nilo dan Sungai Kampar," terangnya.

Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini, khusus di Desa Lubuk Kembang Bungo Kecamatan Ukui, ketinggian air dampak meluapnya debit air Sungai Nilo, mencapai 60 hingga 80 cm. Alhasil, setidaknya ada sebanyak 60 rumah warga ikut terdampak banjir akibat pekarangan rumah mereka direndam air. Dari jumlah itu, ada sebanyak 10 KK telah mengungsi dan telah dievakuasi.

"Sedangkan dampak banjir ini, telah menyebabkan akses transportasi jalan darat warga desa terputus karena telah digenangi air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Dan jalan hanya dapat dilintasi menggunakan alat transportasi air, seperti sampat dan pompong. Tentunya banjir ini, telah menghambat kelancaran aktivitas. Namun demikian, sejauh ini, tidak ada rumah warga yang tenggelam direndam air. Karena mayoritas rumah warga adalah rumah panggung dengan ketinggian 5 meter diatas air Sungai Nilo," paparnya.

Selain di Desa Lubuk Kembang Bunga, sambung mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini, banjir juga telah menggenangi akses jalan darat di Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci dengan tinggi mencapai 30-50 cm. Dan akibat banjir ini, setidaknya ada sebanyak 135 KK menjadi korban terdampak banjir.

"Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dimana tinggi permukaan air mencapai 30-60 cm. Sehingga ada sebanyak 150 KK ikut terdampak banjir. Jadi, totalnya ada sebanyak 354 KK terdampak banjir di tiga desa ini. Dan 10 KK diantara telah kita evakuasi untuk mengungsi," ujarnya.

Ditambahkannya, BPBD Pelalawan telah melayangkan surat permohonan bantuan sosial kemasyarakatan terhadap warga yang terdampak banjir ke BPBD Provinsi Riau untuk diteruskan ke Dinas Sosial Pelalawan. Hal ini mengingat kondisi keuangan anggaran daerah Pelalawan yang sangat terbatas.

"Kita juga tetap terus mengimbau agar warga di daerah aliran sungai (DAS) di Pelalawan dapat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir. Dan kita juga tetap terus intens memantau perkembangan debit air sungai di Negeri Amanah ini. Sehingga bisa bergerak cepat melakukan langkah dan evakuasi, jika kondisi banjir kian mengkhawatirkan," tutupnya.

Editor : Rinaldi
#banjir pelalawan #sungai kampar #Sungai Nilo