Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir Pelalawan Makin Meluas, Disdikbud Liburkan Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar 24 Sekolah

M Amin Amran • Rabu, 22 Januari 2025 | 21:00 WIB
Para murid SDN 002 Desa Ransang Kecmaatan Di Pelalawan dipulangkan dampak banjir yang makin parah sehingga KBM tatap muka diliburkan, Rabu (22/1/2025)
Para murid SDN 002 Desa Ransang Kecmaatan Di Pelalawan dipulangkan dampak banjir yang makin parah sehingga KBM tatap muka diliburkan, Rabu (22/1/2025)

 

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Banjir yang melanda masyarakat di sejumlah desa dan kelurahan yang tersebar di 7 kecamatan Kabupaten Pelalawan, saat ini sudah semakin meluas dan kian mengkhawatirkan.

Tidak hanya menggenangi sejumlah pemukiman warga, banjir yang telah berlangsung sejak sepekan terakhir ini juga merendam badan jalan yang mengakibatkan putusnya sejumlah ruas badan jalan, sehingga mengganggu aktivitas warga yang melewati jalur tersebut dan juga menyebabkan masyarakat setempat terisolir.

Bahkan banjir juga telah merendam sejumlah fasilitas umum (fasum) termasuk sekolah atau fasilitas pendidikan. Sehingga banjir tersebut, juga telah menyebabkan aktifitas pendidikan lumpuh.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

Bahkan jumlah sekolah yang diliburkan tersebut terus bertambah. Di mana sebelumnya hanya ada 9 sekolah yang diliburkan, namun pada Rabu (22/1/2025), jumlahnya bertambah 15 sekolah lagi.

"Alhasil, setidaknya sejak Jumat (17/1/2025) hingga saat ini, ada sebanyak 24 sekolah di Pelalawan yang diliburkan aktivitas belajar tatap muka akibat banjir dampak meluapnya sungai Kampar," terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Pelalawan Leo Nardo SPd MM melalui Plt Sekretaris Disdik Atil Mahdar kepada Riaupos.co, Rabu (22/1/2025) siang di ruang kerjanya.

Diungkapkannya bahwa dari 15 sekolah tersebut, Kecamatan Pelalawan merupakan daerah yang paling banyak sekolahnya diliburkan.

Yakni 10 sekolah. Hal ini karena mayoritas sekolah di Kecamatan ini berada dekat dengan bantaran sungai Kampar.

Adapun sekolah di Kecamatan Pelalawan tersebut diantaranya TK Tunas Bangsa Terpadu, Desa Sering. Kemudian di Kelurahan Pelalawan ada TK, SDN 001, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, serta SMAN 1.

Selanjutnya ada SDN 013 Desa Pekan Tua. TK dan SDN 005 Desa Kuala Tolam. SDN 002 Desa Desa Ransang dan SDN 003 Desa Sungai Ara.

"Kemudian SDN 001 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras. Dan SDN 001 Desa Pangkalan Terap," paparnya.

Sementara itu, lanjut Atil Mahdar, sembilan sekolah yang sebelumnya telah lebih dahulu diliburkan yakni tiga sekolah di Kecamatan Pelalawan.

SD Negeri 011 Sering Barat, SD Negeri 006 Sering dan SD Negeri 004 Kelurahan Pelalawan. Kemudian tiga sekolah lainnya di Kecamatan Ukui. Yakni SD Negeri 003 Lubuk Kembang Bunga, SD Negeri 016 Air Hitam dan SMP Negeri 1 Ukui.

"Kemudian ada SD Negeri 001 Desa Rantau Baru dan SD Negeri 002 Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci. Serta Sekolah Dasar (SD) Negeri 004 Muara Sako Kecamatan Langgam," ujarnya.

Ditambahkan Atil Mahdar yang juga menjabat Kabid SMP Disdikbud Pelalawan ini bahwa, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait pola pembelajaran bagi sekolah yang diliburkan.

Yakni aktivitas belajar mengajar dengan sistem daring. Juga memberikan pelajaran tambahan (PR, red) kepada para pelajar. Sehingga para murid tidak ketinggalan pelajaran.

Apalagi murid kelas VI akan menghadapi ujian akhir sekolah, sedangkan kelas l sampai V dalam waktu dekat mengikuti ujian semester. Sehingga hal ini perlu usaha keras dari pihak guru di sekolah.

"Untuk itu, kami mengimbau seluruh sekolah yang terkena banjir supaya tetap melaksanakan aktivitas pendidikan melalui daring dan berikan tugas belajar di rumah," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#banjir pelalawan #banjir #sekolah libur #pelalawan