Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir Jalintim Kembali Surut, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Diizinkan Melintas

M Amin Amran • Jumat, 31 Januari 2025 | 19:54 WIB
Pengendara sepeda motor melintas dibJalintim Km 76 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras yang telah mengalami penyurutan, Jumat (31/1) sore.
Pengendara sepeda motor melintas dibJalintim Km 76 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras yang telah mengalami penyurutan, Jumat (31/1) sore.

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Banjir yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, kembali mengalami penyurutan pada Jumat (31/1/2025). Tinggi permukaan air yang sebelumnya menggenangi badan jalan lintas provinsi tersebut berada di sngka 40 cm, namun saat ini telah menurun menjadi 30-35 cm atau mengalami penyurutan setinggi 5 cm.

Alhasil, dengan adanya penyurutan tersebut, petugas gabungan yang sejak dua pekan terakhir melakukan pengaturan arus lalu lintas, saat ini telah mulai mengizinkan kendaraan roda empat dan roda dua melintasi jalan nasional tersebut.

"Ya alhamdulillah, tinggi genangan air yang merendam badan Jalintim, kembali mengalami penyurutan. Khususnya di Km 83 sebagai titik lokasi banjir terdalam. Saat ini tingginya mencapai 30 hingga35 cm. Sehingga dengan kondisi penyurutan ini, kami elah mengizinkan sepeda motor atau kendaraan roda dua, kecuali sepada motor jenis kecil seperti Mio, untuk melintas," terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIk SIK melalui Kasi Humas, AKP Edy Harianto SH kepada Riaupos.co, Jumat (31/1/2025) di Pangkalankerinci.

Diungkapkan mantan Kapolsek Teluk Metanti Pelalawan ini, meski kendaraan roda empat dan roda dua telah diizinkan melintas, namun petugas gabungan di lapangan masih menerapkan pola buka tutup jalan atau pembukaan jalan satu jalur. Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang. Untuk itu, pihaknya meminta dengan tegas agar pengemudi kendaraan tetap dapat mengikuti arahan dan petunjuk petugas gabungan yang melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Pasalnya, banyak jalan rusak dan berlubang yang dapat menyebabkan kendaraan terperosok sehingga mengalami mati mesin atau mogok.

"Begitu juga pengendara kendaraan, diminta dapat sabar untuk mengikuti antrean kendaraan dan tidak menerobos. Sehingga kondisi ini tidak menyebabkan arus lalu lintas menjadi terkunci yang tentunya akan berdampak terjadinya penumpukan dan akan sulit untuk mengurainya. Jadi, mari hargai upaya petugas gabungan di lapangan demi kelancaran aktivitas lalu lintas bersama," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan S.Pi MSi mengatakan bahwa, berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air lSungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, debit Sungai Kampar turun 7 cm dari sehari sebelumnya 357 cm di atas batas normal menjadi 350 cm pada Jumat (31/1/2025)

"Dan khusus di Jalintim Km 83, saat ini tinggi permukaan air mencapai 30-35 cm setelah kembali mengalami penyurutan 5 cm dari hari sebelumnya yakni mencapai 40 cm," paparnya.

Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, penurunan tinggi permukaan air itu disebabkan oleh curah hujan yang menurun signifikan sejak dua hari terakhir ditambah penutupan pintu air waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar secara total. Hanya saja, pengaruh pasang air laut yang masuk ke Sungai Kampar dan saat ini masih terjadi, membuat penurunan level air belum signifikan.

"Namun demikian, jika kondisi curah hujan tidak kembali meninggi, kami tentunya optimis banjir yang melanda Negeri Seiya Sekata ini akan segera surut total dalam beberapa hari ke depan. Sehingga aktivitas warga dan moda transportasi dapat secepatnya berjalan dengan normal," tutupnya. (amn)

Editor : Edwar Yaman
#banjir pelalawan #sungai kampar #jalintim banjir