PANGKALAN KURAS (RIAUPOS.CO) -- Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, semakin marak. Pasalnya, para pelaku yang trend dengan nama ninja sawit ini, kerap melakukan aksi pemanenan hasil komoditi andalan Riau di beberapa kebun sawit milik warga tanpa izin.
Tentunya aksi pencurian ini telah membuat masyarakat menjadi resah. Pasalnya, warga mengeluhkan kerugian yang cukup besar, terutama menjelang bulan Ramadan. Dimana harga komoditas sawit saat ini sedang tinggi.
"Ya, saya sudah beberapa kali kehilangan hasil panen sawit dengan jumlah cukup besar. Tentunya ini sangat merugikan, apalagi saat harga sawit sedang tinggi," terang Suryadi, salah seorang petani kelapa sawit Desa Palas Kecamatan Pangkalan Kuras, kepada Riaupos.co, Kamis (20/2/2025) siang via selulernya.
Dikatakan Suryadi bahwa, pencurian sawit ini terjadi secara terorganisir, dengan para pelaku yang menyasar kebun sawit milik petani lokal yang memiliki luas lahan cukup besar.
"Pelaku pencurian ini sering beroperasi pada malam hari, menggunakan kendaraan untuk membawa hasil curian dalam jumlah banyak," paparnya.
Diungkapkan petani sawit yang akrab disapa mas Sur ini bahwa, untuk mengantipasi aksi pencurian tersebut, dirinya bersama para petani kelapa sawit lainnya, sudah mulai mengatur jadwal untuk melakukan patroli bersama. Hanya saja, upaya ini masih belum berhasil menangkap para pelaku, sehingga aksi pencurian ini masih tetap terjadi.
"Bahkan, kami para petani sawit kebobolan. Begitu kami pulang ke rumah usai patroli, ninja sawit ini kembali beraksi. Ya, kami juga tidak sanggup harus berjaga 24 jam di kebun. Informasi dari warga desa lainnya, aksi pencurian sawit ini juga mereka alami. Artinya, tidak hanya di Desa Palas saja, tapi pencurian ini juga terjadi di desa lainnya di Kecamatan Pangkalan Kuras," bebernya.
Untuk itu, sambung Suryadi, para petani kelapa sawit di Kecamatan Pangkalan Kuras berharap adanya kerja sama lebih lanjut antara masyarakat dan kepolisian untuk mengatasi masalah ini. Pasalnya, tindak kejahatan ini membuat warga semakin waspada. Dan para petani juga meminta pihak berwenang untuk segera meningkatkan patroli serta pengawasan di sekitar area perkebunan milik warga.
"Sehingga ninja sawit yang telah sangat meresahkan warga ini dapat segera ditangkap," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri melalui Kapolsek Pangkalan Kuras, AKP Soehermansyah SH mengatakan bahwa, pihaknya akan meningkatkan pengawasan kamtibmas di Kecamatan Pangkalan Kuras.
"Jadi, kita telah turun untuk memberikan imbauan dan sosialisasi kamtibmas ke desa-desa. Bahkan, kita juga mendatangi para pembeli buah kelapa sawit atau lebih dikenal dengan nama tengkulak (pembeli buah kelapa sawit dan brondol dengan jumlah kecil, red) agar tidak membeli buah kelapa sawit dan brondol sawit hasil dari kejahatan.
"Kita berharap dengan adanya upaya ini, kamtibmas di wilayah hikum Kecamatan Pangkalan Kuras dapat tercipta dengan optimal," tutupnya.
Editor : Rinaldi