Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir Dampak Pembukaan Pintu PLTA Mulai Terasa di Pelalawan, Sejumlah Badan Jalan di Langgam Putus Total

M Amin Amran • Senin, 3 Maret 2025 | 21:15 WIB
Personel Polsek Langgam memantau perkembangan banjir di Jalan Pemda Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam dampak pembukaan pintu waduk PLTA Kota Panjang, Kampar, Senin (3/3/2025).
Personel Polsek Langgam memantau perkembangan banjir di Jalan Pemda Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam dampak pembukaan pintu waduk PLTA Kota Panjang, Kampar, Senin (3/3/2025).

LANGGAM (RIAUPOS.CO) - Pembukaan pintu pelimpahan atau spillway gate Waduk PLTA Koto Panjang di Kampar telah dibuka secara besar-besaran beberapa hari lalu. Dan itu telah mulai berdampak menyebabkan debit air Sungai Kampar meluap.

Alhasil, di daerah yang berada di bantaran Sungai Kampar mulai dilanda banjir. Seperti banjir yang mulai menggenangi sejumlah badan jalan di Kecamatan Langgam. Di mana daerah ini merupakan titik lokasi pertama yang akan dilanda banjir jika air Sungai Kampar meluap.

"Ya, banjir akibat luapan Sungai Kampar dampak pembukaan PLTA Koto Kampar mulai terasa di Kecamatan Langgam. Bahkan, genangan air telah melumpuhkan transportasi darat di beberapa titik di Kecamatan Langgam. Alhasil, warga pun mulai terisolir akibat akses jalan darat putus total," terang Kapolsek Langgam Ipda Jery Paulus Sinaga kepada Riaupos.co, Senin (3/3) via selulernya.

Diungkapkan mantan Kapolsek Kerumutan Polres Pelalawan ini bahwa, adapun sejumlah jalan yang terputus di Kecamatan Langgam akibat direndam banjir, yakni jalan penghubung Kelurahan Langgam menuju Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Seikijang. Di mana air dengan ketinggian mencapai 75 cm menggenangi badan jalan sepanjang 850 meter.

"Alhasil, akses jalan darat ini tidak dapat lagi dilalui kendaraan jenis apa pun. Dan warga terpaksa harus menggunakan jasa penyeberangan transportasi air, baik itu sampan atau pompong," paparnya.

Diungkapkannya bahwa, banjir juga telah memutus akses Jalan Pemda yang menghubungkan Kelurahan Langgam menuju Kecamatan Pangkalankerinci yang melintasi Jalan Koridor PT RAPP. Di mana jalan sepanjang 550 meter terendam air dengan ketinggian mencapai 60 cm.

"Dan, akses jalan ini juga sudah tidak bisa dilintasi sepeda motor maupun mobil karena air yang merendam badan jalan cukup tinggi. Sehingga akan berisiko menyebabkan kendaraan mati mesin. Untuk itu, kami harap masyarakat tidak memaksakan diri untuk menerobos banjir, karena debit air terus meningkat,” ujarnya.

“Artinya, warga hanya bisa melintasi jalan ini menggunakan alat transportasi air, seperti sampan dan pompong," ujarnya lagi.

Selain banjir di dua titik tersebut, sambung Jery, banjir juga melanda Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam. Di mana genangan air telah merendam akses jalan sepanjang 800 meter dengan ketinggian hingga 85 cm. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat, sudah tidak bisa lagi melewati jalan tersebut. 

"Jadi, dengan adanya banjir yang telah memutus sejumlah badan Jalan di Kecamatan Langgam ini, maka kami dari Polsek Langgam telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan untuk mendirikan posko banjir dan dapur umum. Kemudian tim juga melakukan patroli dan monitoring ke lokasi banjir.”

"Kami juga memberikan imbauan dan penekanan kepada warga agar tidak bermain dan berenang di daerah terdampak banjir. Sehingga bencana banjir ini tidak memberikan dampak negatif munculnya korban jiwa," tutup Kapolsek Langgam.(amn)

 

Editor : Edwar Yaman
#banjir pelalawan #sungai kampar #pintu pelimpahan plta koto panjang #debit air #pelalawan